- BI-Rate naik menjadi 5,25 persen untuk menjaga stabilitas ekonomi.
- Pemula dapat memanfaatkan momen ini dengan menerapkan tiga strategi investasi.
- Pilihan instrumen aman meliputi deposito, SBN, dan juga emas batangan.
Suara.com - Bank Indonesia (BI) baru saja mengumumkan kenaikan suku bunga acuan atau BI-Rate menjadi 5,25 persen.
Kenaikan suku bunga di kala nilai tukar rupiah yang kian melemah tentu membuat sebagian besar orang merasa khawatir dengan kehidupannya kedepannya.
Namun dilansir dari laman resmi Allianz, Anda tak perlu panik dulu, karena momentum ini masih bisa Anda manfaatkan untuk mengamankan nilai mata uang dengan bentuk investasi lain, bahkan untuk pemula sekali pun.
Kenaikan suku bunga artinya imbal hasil investasi di instrumen perbankan dan surat utang negara juga ikut meningkat.
Jika Anda seorang pemula dalam investasi dan ingin mengamankan tabungan yang sudah terkumpul, berikut ini beberapa strategi jitu memanfaatkan suku bunga yang sedang naik.

1. Deposito
Deposito adalah pilihan paling aman dan klasik. Saat BI Rate naik, bank biasanya langsung berlomba menaikkan bunga deposito mereka.
Namun, Anda jangan langsung membuka deposito karena ada beberapa hal yang perlu diperhatikan berikut ini.
Pilih Tenor Pendek (1-3 Bulan): Dalam tren bunga naik, jangan kunci danamu terlalu lama, misalnya 12 bulan.
Ambil tenor pendek saja agar saat jatuh tempo nanti, Anda bisa mencairkannya dan memasukkannya lagi ke produk deposito dengan bunga yang sudah lebih tinggi.
Aktifkan Fitur ARO (Automatic Roll Over): Agar tidak repot, gunakan fitur perpanjangan otomatis. Jadi, pokok plus bunga akan otomatis diputar kembali untuk periode berikutnya.
Cek Batas Aman LPS: Jangan tergiur bunga selangit. Pastikan bunga deposito Anda tidak melebihi tingkat bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) agar uang tetap aman jika terjadi apa-apa dengan bank tersebut.
2. Surat Berharga Negara (SBN)
Surat Berharga Negara (SBN) adalah bentuk investasi yang paling banyak disukai saat suku bunga tinggi.
Selain aman karena dijamin 100 persen oleh negara, modalnya sangat terjangkau untuk pemula. Karena, Anda bisa mulai dari Rp1 juta saja.
Carilah produk SBN seperti Savings Bond Ritel (SBR) atau Sukuk Tabungan (ST).
Jenis ini bunganya bisa naik mengikuti BI Rate, tapi punya batas minimal atau tidak bisa turun di bawah angka tertentu.
Jadi, ketika BI rate naik lagi maka keuntungan Anda akan otomatis ikut naik.
Selain itu, Anda juga bisa pilih Syariah (SR & ST), jika ingin investasi yang menenangkan hati.
Sukuk Ritel (SR) dan Sukuk Tabungan (ST) adalah pilihannya karena sudah mengantongi sertifikat halal dari DSN-MUI.
Namun ingat, beli SBN hanya melalui aplikasi perbankan atau fintech resmi yang ditunjuk oleh Kementerian Keuangan.
3. Emas
Selain instrumen di atas, Anda juga bisa melirik Emas (Logam Mulia).
Emas dikenal sebagai safe haven atau aset aman saat kondisi ekonomi tidak menentu.
Meskipun harganya fluktuatif dalam jangka pendek, emas sangat ampuh melindungi nilai uang dari inflasi dalam jangka panjang.
Emas juga sangat likuid, alias gampang banget dijual kalau Anda butuh dana darurat mendadak.