Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.206,349
LQ45 631,211
Srikehati 317,836
JII 386,032
USD/IDR 17.738

Investor Jangan Sampai Jadi 'Kurban' Panic Selling Saat Dunia Memanas

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 26 Mei 2026 | 13:43 WIB
Investor Jangan Sampai Jadi 'Kurban' Panic Selling Saat Dunia Memanas
Investor Jangan Sampai Jadi 'Kurban' Panic Selling Saat Dunia Memanas. Foto Antara.
  • Ketidakpastian global kini jadi kondisi normal pasar keuangan.
  • Geopolitik memicu perubahan sentimen dan perilaku investor
  • Investor diminta fokus jangka panjang, bukan panik sesaat.

Suara.com - Ketidakpastian global kini bukan lagi dianggap sebagai gangguan sementara bagi pasar keuangan, melainkan kondisi normal yang harus dihadapi pelaku pasar setiap hari. Mulai dari ketegangan geopolitik, perang dagang, hingga perubahan kebijakan internasional dinilai menjadi faktor yang terus membentuk arah pasar dan perilaku investor.

Para pelaku pasar berpengalaman memahami bahwa informasi di pasar tidak pernah benar-benar lengkap. Prediksi ekonomi pun kerap meleset karena kondisi politik, sosial, dan lingkungan dapat berubah sewaktu-waktu. Namun justru dari kesadaran itulah muncul pemahaman bahwa volatilitas pasar merupakan bagian alami dari sistem keuangan global.

Di era globalisasi saat ini, keterkaitan ekonomi antarnegara semakin kuat. Rantai pasok lintas benua, arus modal yang bergerak dalam hitungan detik, hingga kebijakan perdagangan suatu negara dapat langsung memengaruhi harga komoditas dan aset di negara lain.

Kondisi itu membuat perkembangan geopolitik jarang hanya berdampak lokal. Pemilu, konflik diplomatik, perubahan aliansi internasional, maupun kebijakan dagang baru dapat dengan cepat memicu reaksi pasar keuangan global.

Pada dasarnya, pasar keuangan merefleksikan ekspektasi jutaan pelaku ekonomi terhadap masa depan. Ketika kondisi geopolitik berubah, persepsi terhadap risiko ikut berubah dan harga aset pun menyesuaikan.

Namun yang paling menentukan sebenarnya bukan sekadar peristiwa geopolitiknya, melainkan bagaimana investor memandang risiko dari peristiwa tersebut.

Saat ketidakpastian meningkat, rentang kemungkinan yang bisa terjadi ikut melebar. Akibatnya, investor cenderung menjadi lebih hati-hati dan mulai mengalihkan dana ke aset yang dianggap lebih aman. Dalam banyak kasus, gejolak pasar terjadi bukan karena fundamental bisnis berubah drastis, melainkan karena lingkungan ekonomi dianggap menjadi lebih berisiko.

Fenomena ini dinilai sangat manusiawi. Sama seperti seseorang yang mengecek cuaca sebelum bepergian jauh, investor dan institusi keuangan juga akan lebih konservatif ketika menghadapi kondisi yang sulit diprediksi.

Meski demikian, para analis mengingatkan pentingnya membedakan antara kepanikan jangka pendek dengan perubahan struktural jangka panjang.

Dalam jangka pendek, peristiwa geopolitik memang dapat memicu lonjakan volatilitas akibat derasnya arus informasi dan sentimen pasar. Namun dalam jangka panjang, sebagian besar gangguan tersebut biasanya dapat diserap kembali oleh sistem ekonomi global seiring penyesuaian ekspektasi pasar.

Analis keuangan broker Elev8, Kar Yong Ang, mengatakan pasar pada akhirnya merupakan cerminan psikologi manusia dalam skala besar.

Menurut dia, pasar tidak hanya dibentuk oleh data ekonomi, tetapi juga oleh emosi kolektif seperti rasa takut, kewaspadaan, harapan, dan upaya manusia memahami dunia yang terus berubah.

Kar Yong Ang menilai pendekatan terbaik menghadapi pasar adalah dengan tetap tenang, memahami dinamika risiko global, dan menerima bahwa ketidakpastian tidak akan pernah benar-benar hilang dari sistem keuangan dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

OJK Punya Jurus Baru Dongkrak Ekonomi Daerah dan UMKM

OJK Punya Jurus Baru Dongkrak Ekonomi Daerah dan UMKM

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 12:10 WIB

IHSG Ambles 26 Persen, Sucor Sekuritas Bongkar Strategi Cari Cuan di Tengah Pasar Bergejolak

IHSG Ambles 26 Persen, Sucor Sekuritas Bongkar Strategi Cari Cuan di Tengah Pasar Bergejolak

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:38 WIB

Riset ITB Ungkap Dampak Konektivitas Digital ke Pertumbuhan Ekonomi dan UMKM

Riset ITB Ungkap Dampak Konektivitas Digital ke Pertumbuhan Ekonomi dan UMKM

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 08:52 WIB

Terkini

WFH ASN dan Swasta Sukses Kurangi Konsumsi BBM, Penggunaan Pertalite Turun 9%

WFH ASN dan Swasta Sukses Kurangi Konsumsi BBM, Penggunaan Pertalite Turun 9%

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 13:29 WIB

Asing Masih Gemar Lakukan Aksi Jual, IHSG Merosot ke Level 6.149 di Sesi I

Asing Masih Gemar Lakukan Aksi Jual, IHSG Merosot ke Level 6.149 di Sesi I

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 13:02 WIB

Emiten Haji Isam Bereaksi Soal DSI, Beri Dampak Bisnis?

Emiten Haji Isam Bereaksi Soal DSI, Beri Dampak Bisnis?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 12:29 WIB

Rupiah Kian Loyo! Prabowo Jadi Presiden RI yang Paling Sering ke LN, Kalahkan SBY dan Jokowi

Rupiah Kian Loyo! Prabowo Jadi Presiden RI yang Paling Sering ke LN, Kalahkan SBY dan Jokowi

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 12:11 WIB

OJK Punya Jurus Baru Dongkrak Ekonomi Daerah dan UMKM

OJK Punya Jurus Baru Dongkrak Ekonomi Daerah dan UMKM

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 12:10 WIB

PGN Pertahankan Rasio Pembayaran Dividen 80%, RUPST Setujui Dividen US$ 172,29 Juta

PGN Pertahankan Rasio Pembayaran Dividen 80%, RUPST Setujui Dividen US$ 172,29 Juta

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:38 WIB

IHSG Ambles 26 Persen, Sucor Sekuritas Bongkar Strategi Cari Cuan di Tengah Pasar Bergejolak

IHSG Ambles 26 Persen, Sucor Sekuritas Bongkar Strategi Cari Cuan di Tengah Pasar Bergejolak

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:38 WIB

Harga Cabai dan Daging Sapi Kompak Naik Jelang Iduladha, Beras Premium Justru Turun

Harga Cabai dan Daging Sapi Kompak Naik Jelang Iduladha, Beras Premium Justru Turun

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:34 WIB

AS Gempur Iran, Harga Minyak Dunia Langsung Meroket

AS Gempur Iran, Harga Minyak Dunia Langsung Meroket

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 10:23 WIB

Mata Uang Rupiah Terus Jeblok, Dolar AS Naik ke Level Rp17.768

Mata Uang Rupiah Terus Jeblok, Dolar AS Naik ke Level Rp17.768

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 10:07 WIB