Sederet Penyebab IHSG Ambruk Hingga 5 Persen

Achmad Fauzi

Rabu, 03 Juni 2026 | 12:04 WIB
Sederet Penyebab IHSG Ambruk Hingga 5 Persen
IHSG ambruk hingga 5 persen. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • IHSG merosot 4,97 persen ke level 5.887 pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026 akibat aksi jual besar-besaran.
  • Pelemahan dipicu sentimen negatif peringkat Danantara, depresiasi nilai tukar rupiah, serta kenaikan harga minyak dunia yang memicu inflasi.
  • Investor menanti evaluasi MSCI pada Juni 2026 terkait klasifikasi pasar saham Indonesia dan transparansi likuiditas emiten di bursa.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tiba-tiba ambruk hampir menyentuh 5 persen pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pukul 11.54 WIB, IHSG merosot 4,97 persen di level 5.887. Padahal IHSG saat pembukaan sempat mengalami penguatan.

Phintraco Sekuritas menilai terdapat sejumlah faktor yang memicu aksi jual besar-besaran di pasar saham domestik, mulai dari sentimen terkait Danantara, pelemahan rupiah, lonjakan harga minyak dunia hingga kekhawatiran terhadap hasil evaluasi pasar modal Indonesia oleh MSCI.

Salah satu sentimen yang menjadi perhatian pelaku pasar adalah keputusan Moody's Ratings yang menetapkan peringkat Baa2 dengan outlook negatif untuk Danantara Investment Management.

"Selain itu, nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan. Mata uang Garuda melemah hingga menembus level Rp17.926 per dolar Amerika Serikat (AS)," tulis Phintraco Sekuritas seperti dikutip, Rabu (3/6/2026).

Harga Minyak Kembali Naik

Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
IHSG ambruk hingga 5 persen. [Suara.com/Alfian Winanto]

Menurut Phintraco Sekuritas, pelemahan rupiah tidak lepas dari kembali menguatnya harga minyak dunia yang memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta meningkatnya tekanan inflasi.

Belum tercapainya kesepakatan perdamaian antara AS dan Iran menjadi salah satu faktor yang mendorong harga minyak kembali naik setelah sebelumnya sempat terkoreksi.

Kondisi tersebut menimbulkan kecemasan baru di pasar mengingat inflasi Indonesia pada Mei 2026 telah meningkat menjadi 3,08 persen secara tahunan (year on year/YoY).

baca juga

Meski inflasi masih berada dalam target Bank Indonesia sebesar 1,5 persen hingga 3,5 persen, pelaku pasar khawatir tekanan harga akan semakin besar apabila harga minyak bertahan tinggi dalam waktu yang lama.

"Jika harga minyak bertahan di level tinggi dalam waktu lama, dikhawatirkan inflasi akan kembali meningkat. Sehingga potensi kenaikan BI Rate masih terbuka di tengah potensi kenaikan inflasi dan berlanjutnya depresiasi Rupiah. Tren kenaikan suku bunga berpotensi menjadi sentimen negatif bagi bursa saham," tulis Phintraco.

Sentimen MSCI

Di saat yang sama, investor juga mencermati agenda penting dari MSCI yang akan mengumumkan MSCI 2026 Global Market Accessibility Review pada sekitar 18 Juni 2026 serta MSCI 2026 Annual Market Classification Review pada sekitar 23 Juni 2026.

Pengumuman tersebut dinilai penting karena akan menentukan penilaian akses pasar bagi investor internasional sekaligus klasifikasi pasar saham suatu negara, apakah tetap berstatus emerging market, naik menjadi developed market, atau justru turun ke kategori lain.

Pasar saat ini masih menunggu hasil evaluasi reformasi pasar modal Indonesia yang dilakukan MSCI. Sebelumnya, lembaga indeks global tersebut sempat menyampaikan kekhawatiran terkait transparansi kepemilikan saham dan likuiditas sejumlah emiten di Indonesia.

MSCI bahkan membuka kemungkinan untuk meninjau kembali status Indonesia sebagai emerging market. Pada April 2026 lalu, MSCI memutuskan memperpanjang masa peninjauan hingga Juni 2026 sebelum mengambil keputusan final.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Dunia Melonjak saat Rupiah Cetak Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah

Harga Minyak Dunia Melonjak saat Rupiah Cetak Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 11:49 WIB

IHSG Ambruk 4 Persen, Bank Mulai Jual Dolar Rp18.000

IHSG Ambruk 4 Persen, Bank Mulai Jual Dolar Rp18.000

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 11:29 WIB

IHSG Ambruk 4 Persen, Indeks Saham Turun ke Level 5.000-an

IHSG Ambruk 4 Persen, Indeks Saham Turun ke Level 5.000-an

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 11:18 WIB

Terkini

Malaysia Akui Kalah Dagang dari Indonesia

Malaysia Akui Kalah Dagang dari Indonesia

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 16:17 WIB

Rapat Perdana di DPR! Sudaryono Langsung Paparkan Program BGN dan Bahas Anggaran 2027

Rapat Perdana di DPR! Sudaryono Langsung Paparkan Program BGN dan Bahas Anggaran 2027

News | Kamis, 03 September 2026 | 16:10 WIB

The Runner: Gal Gadot Ngebut Lari, Filmnya Gagal Bikin Penonton Ikut Tegang

The Runner: Gal Gadot Ngebut Lari, Filmnya Gagal Bikin Penonton Ikut Tegang

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 16:10 WIB

Deputi Menteri Kesehatan Ditangkap Polisi Terkait Kasus Korupsi Alkes Mewah

Deputi Menteri Kesehatan Ditangkap Polisi Terkait Kasus Korupsi Alkes Mewah

News | Kamis, 03 September 2026 | 16:06 WIB

Jogja Kota Padat, Kenapa Anak Mudanya Tetap Kesepian?

Jogja Kota Padat, Kenapa Anak Mudanya Tetap Kesepian?

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 16:05 WIB

Momen Tak Terduga Prabowo di EEF 2026, Tiba-tiba Bicara Bahasa Rusia di Hadapan Putin

Momen Tak Terduga Prabowo di EEF 2026, Tiba-tiba Bicara Bahasa Rusia di Hadapan Putin

News | Kamis, 03 September 2026 | 16:04 WIB

Sunscreen Parasol SPF Berapa? Ini Daftar Lengkapnya untuk Kulit Sensitif dan Berjerawat

Sunscreen Parasol SPF Berapa? Ini Daftar Lengkapnya untuk Kulit Sensitif dan Berjerawat

Lifestyle | Kamis, 03 September 2026 | 16:00 WIB

6 Daftar Pasangan Shio yang Ciong Berat dan Sering Konflik, Bikin Makan Hati

6 Daftar Pasangan Shio yang Ciong Berat dan Sering Konflik, Bikin Makan Hati

Lifestyle | Kamis, 03 September 2026 | 16:00 WIB

Review Gangstar Mirage City: Dunia Open World yang Menjanjikan

Review Gangstar Mirage City: Dunia Open World yang Menjanjikan

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 16:00 WIB

3 Orang Tewas Akibat Kebakaran Pabrik Sabun di KEK Sei Mangkei

3 Orang Tewas Akibat Kebakaran Pabrik Sabun di KEK Sei Mangkei

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 15:58 WIB

×