-
Deputi Menkes Vietnam Tran Van Thuan ditangkap polisi atas dugaan kasus suap besar.
-
Skandal ini melibatkan penyelundupan dan penggelembungan harga alat kesehatan dari luar negeri.
-
Penangkapan ini memperpanjang deretan pejabat tinggi Vietnam yang terseret kampanye antikorupsi nasional.
Suara.com - Kepolisian Vietnam resmi menahan Deputi Menteri Kesehatan Tran Van Thuan atas dugaan keterlibatan skandal korupsi suap bernilai raksasa, Rabu kemarin. Penangkapan pejabat tinggi ini menandai babak baru pembongkaran praktik mafia impor peralatan medis yang merugikan keuangan negara di Vietnam.
Kasus hukum yang menjerat dokter spesialis kanker terkemuka tersebut berpusat pada penyelewengan regulasi akuntansi dan aksi penyelundupan obat-obatan. Penyidik mensinyalir adanya aliran dana ilegal berulang dari pihak swasta untuk mengamankan posisi bisnis impor alkes ilegal.
Langkah tegas aparat keamanan ini membongkar pola korupsi sistemik yang melibatkan pejabat kementerian aktif dengan perusahaan penyedia fasilitas medis. Skandal tersebut memperlihatkan bagaimana jaringan importir nakal memanipulasi izin pemerintah demi meraup keuntungan pribadi.
"Deputi Menteri Kesehatan Tran Van Thuan diambil tindakannya karena penerimaan suap yang melibatkan sejumlah besar uang," ungkap kementerian keamanan publik dalam sebuah pernyataan, dikutip dari inquirer.
Thuan, 56 tahun, diangkat menjadi deputi menteri kesehatan pada tahun 2020 dan ketua Dewan Medis Nasional pada tahun 2024.
Penangkapannya terjadi sebagai bagian dari penyelidikan polisi yang melibatkan penyelundupan dan pelanggaran peraturan akuntansi yang menyebabkan konsekuensi serius di Viet My Medical Investment Joint Stock Company, kata pernyataan kementerian tersebut.
Aparat hukum bergerak cepat dengan meringkus dua eksekutif puncak beserta seorang akuntan dari perusahaan swasta tersebut. Perusahaan ini diduga kuat sengaja didirikan sebagai kedok untuk menaikkan harga jual produk kesehatan sebelum disalurkan ke pasar domestik.
Jaringan bisnis ilegal ini membeli alkes serta obat-obatan dari Singapura dan Hong Kong sebelum menyelundupkannya masuk ke wilayah Vietnam. Selain pemalsuan harga, pimpinan perusahaan tersebut dituduh berusaha meloloskan komoditas medis tanpa dokumen resmi.
Hingga saat ini, pihak media belum berhasil menghubungi perwakilan Viet My Medical Investment Joint Stock Company untuk meminta konfirmasi.
Penindakan tajam ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menyapu bersih praktik curang di sektor pelayanan publik.
Gebrakan antikorupsi besar-besaran di Vietnam yang diakselerasi oleh Presiden To Lam telah menyingkirkan banyak penentangnya, menurut para analis, menjadikannya pemimpin paling dominan di negara itu dalam beberapa dekade.
Pembersihan di tubuh Kementerian Kesehatan Vietnam sendiri bukanlah peristiwa pertama yang menyedot perhatian publik. Sebelum kasus Thuan, jajaran pimpinan tertinggi instansi ini telah lebih dulu terseret ke meja hijau akibat penyalahgunaan wewenang.
Pada bulan Mei, mantan menteri kesehatan Nguyen Thi Kim Tien dipenjarakan selama enam tahun atas salah urus proyek-proyek rumah sakit, kata media pemerintah.
Tien diguncang oleh skandal korupsi pada tahun-tahun sebelumnya, dan pernah dipilih sebagai pejabat yang paling tidak populer oleh para pembuat undang-undang di negara satu partai tersebut.
Rangkaian penangkapan ini mempertegas latar belakang penegakan hukum ketat yang sedang berlangsung di negara Komunis tersebut. Selama beberapa tahun terakhir, kampanye pembersihan pemerintahan telah menyeret puluhan pimpinan korporasi hingga pejabat tinggi negara ke balik jeruji besi.