Deputi Menteri Kesehatan Ditangkap Polisi Terkait Kasus Korupsi Alkes Mewah Vietnam

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 03 September 2026 | 16:06 WIB
Deputi Menteri Kesehatan Ditangkap Polisi Terkait Kasus Korupsi Alkes Mewah Vietnam
Ilustrasi alat kesehatan (Pixabay)
baca 10 detik
  • Deputi Menkes Vietnam Tran Van Thuan ditangkap polisi atas dugaan kasus suap besar.

  • Skandal ini melibatkan penyelundupan dan penggelembungan harga alat kesehatan dari luar negeri.

  • Penangkapan ini memperpanjang deretan pejabat tinggi Vietnam yang terseret kampanye antikorupsi nasional.

Suara.com - Kepolisian Vietnam resmi menahan Deputi Menteri Kesehatan Tran Van Thuan atas dugaan keterlibatan skandal korupsi suap bernilai raksasa, Rabu kemarin. Penangkapan pejabat tinggi ini menandai babak baru pembongkaran praktik mafia impor peralatan medis yang merugikan keuangan negara di Vietnam.

Kasus hukum yang menjerat dokter spesialis kanker terkemuka tersebut berpusat pada penyelewengan regulasi akuntansi dan aksi penyelundupan obat-obatan. Penyidik mensinyalir adanya aliran dana ilegal berulang dari pihak swasta untuk mengamankan posisi bisnis impor alkes ilegal.

Langkah tegas aparat keamanan ini membongkar pola korupsi sistemik yang melibatkan pejabat kementerian aktif dengan perusahaan penyedia fasilitas medis. Skandal tersebut memperlihatkan bagaimana jaringan importir nakal memanipulasi izin pemerintah demi meraup keuntungan pribadi.

"Deputi Menteri Kesehatan Tran Van Thuan diambil tindakannya karena penerimaan suap yang melibatkan sejumlah besar uang," ungkap kementerian keamanan publik dalam sebuah pernyataan, dikutip dari inquirer.

Thuan, 56 tahun, diangkat menjadi deputi menteri kesehatan pada tahun 2020 dan ketua Dewan Medis Nasional pada tahun 2024.

Penangkapannya terjadi sebagai bagian dari penyelidikan polisi yang melibatkan penyelundupan dan pelanggaran peraturan akuntansi yang menyebabkan konsekuensi serius di Viet My Medical Investment Joint Stock Company, kata pernyataan kementerian tersebut.

Aparat hukum bergerak cepat dengan meringkus dua eksekutif puncak beserta seorang akuntan dari perusahaan swasta tersebut. Perusahaan ini diduga kuat sengaja didirikan sebagai kedok untuk menaikkan harga jual produk kesehatan sebelum disalurkan ke pasar domestik.

Jaringan bisnis ilegal ini membeli alkes serta obat-obatan dari Singapura dan Hong Kong sebelum menyelundupkannya masuk ke wilayah Vietnam. Selain pemalsuan harga, pimpinan perusahaan tersebut dituduh berusaha meloloskan komoditas medis tanpa dokumen resmi.

Hingga saat ini, pihak media belum berhasil menghubungi perwakilan Viet My Medical Investment Joint Stock Company untuk meminta konfirmasi.

baca juga

Penindakan tajam ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menyapu bersih praktik curang di sektor pelayanan publik.

Gebrakan antikorupsi besar-besaran di Vietnam yang diakselerasi oleh Presiden To Lam telah menyingkirkan banyak penentangnya, menurut para analis, menjadikannya pemimpin paling dominan di negara itu dalam beberapa dekade.

Pembersihan di tubuh Kementerian Kesehatan Vietnam sendiri bukanlah peristiwa pertama yang menyedot perhatian publik. Sebelum kasus Thuan, jajaran pimpinan tertinggi instansi ini telah lebih dulu terseret ke meja hijau akibat penyalahgunaan wewenang.

Pada bulan Mei, mantan menteri kesehatan Nguyen Thi Kim Tien dipenjarakan selama enam tahun atas salah urus proyek-proyek rumah sakit, kata media pemerintah.

Tien diguncang oleh skandal korupsi pada tahun-tahun sebelumnya, dan pernah dipilih sebagai pejabat yang paling tidak populer oleh para pembuat undang-undang di negara satu partai tersebut.

Rangkaian penangkapan ini mempertegas latar belakang penegakan hukum ketat yang sedang berlangsung di negara Komunis tersebut. Selama beberapa tahun terakhir, kampanye pembersihan pemerintahan telah menyeret puluhan pimpinan korporasi hingga pejabat tinggi negara ke balik jeruji besi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terungkap, Gus Alex Diduga Perintahkan Bentuk Tim Hadapi Pansus Haji DPR

Terungkap, Gus Alex Diduga Perintahkan Bentuk Tim Hadapi Pansus Haji DPR

News | Kamis, 03 September 2026 | 14:46 WIB

11 Tahun Buron, Tersangka Korupsi Bandara Melalan Ditangkap di Sulsel

11 Tahun Buron, Tersangka Korupsi Bandara Melalan Ditangkap di Sulsel

News | Rabu, 02 September 2026 | 22:05 WIB

Persebaya Incar Striker Naturalisasi Timnas Vietnam, 67 Gol Jadi Alarm untuk Klub Super League

Persebaya Incar Striker Naturalisasi Timnas Vietnam, 67 Gol Jadi Alarm untuk Klub Super League

Bola | Rabu, 02 September 2026 | 20:05 WIB

Terkini

Duduk Perkara Empat Siswi SMA di Muba Diminta Lepas Seragam oleh Wakil Kepala Sekolah

Duduk Perkara Empat Siswi SMA di Muba Diminta Lepas Seragam oleh Wakil Kepala Sekolah

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:11 WIB

Jangan Takut Meniru! CEO BlokBojonegoro Ungkap Strategi Media Lokal untuk Berkembang

Jangan Takut Meniru! CEO BlokBojonegoro Ungkap Strategi Media Lokal untuk Berkembang

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Perkuat Layanan Kanker, Pemprov DKI Resmikan Pusat Onkologi

Perkuat Layanan Kanker, Pemprov DKI Resmikan Pusat Onkologi

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:57 WIB

MA Putuskan Suket SMA Tidak Sah, PDIP Kembali Layangkan Desakan Gibran Mundur!

MA Putuskan Suket SMA Tidak Sah, PDIP Kembali Layangkan Desakan Gibran Mundur!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:55 WIB

Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei

Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:50 WIB

Godzilla El Nino Muncul di Aksi Keadilan Iklim Jakarta

Godzilla El Nino Muncul di Aksi Keadilan Iklim Jakarta

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:41 WIB

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah

Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:29 WIB

×