Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.340,020
LQ45 636,637
Srikehati 310,704
JII 381,030
USD/IDR 17.904

Pemicu IHSG Anjlok 3% hingga 716 Saham Merah di Perdagangan Sesi I

Achmad Fauzi

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:54 WIB
Pemicu IHSG Anjlok 3% hingga 716 Saham Merah di Perdagangan Sesi I
IHSG masih melemah pada sesi I. [Antara]
baca 10 detik
  • IHSG anjlok 3,48 persen ke level 5.734 pada sesi pertama perdagangan Kamis, 4 Juni 2026 akibat tekanan global.
  • Pemicu utama pelemahan adalah ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat serta meningkatnya ancaman perang dagang China.
  • Sentimen negatif diperparah oleh outlook peringkat kredit PT Danantara Investment Management dan depresiasi rupiah menembus Rp18.000 per dolar.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada sesi pertama perdagangan Kamis, 4 Juni 2026. Hingga jeda siang, IHSG anjlok 206 poin atau 3,48 persen ke level 5.734.

Berdasarkan riset Pilarmas Investindo Sekuritas, pelemahan IHSG terjadi sejalan dengan koreksi yang melanda mayoritas bursa saham Asia.

Investor memilih mengurangi eksposur terhadap aset berisiko setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas.

Perang Iran-AS Memamas Kembali

Warga melintas di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar]
Warga melintas di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar]

Pilarmas menjelaskan, sentimen utama berasal dari meningkatnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Situasi semakin memanas setelah Iran menyerang Bandara Internasional Kuwait, sementara Israel memberi sinyal kesiapan bersama AS untuk melancarkan serangan lanjutan terhadap Iran apabila diperlukan.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap keberlangsungan gencatan senjata yang rapuh di kawasan Timur Tengah dan berpotensi mengganggu pertumbuhan ekonomi global.

Selain faktor geopolitik, pasar juga dibayangi meningkatnya tensi perang dagang yang melibatkan China. Perwakilan Perdagangan AS mengumumkan rencana penerapan tarif tambahan hingga 12,5 persen terhadap impor dari 60 mitra dagang, termasuk China, terkait dugaan kegagalan mencegah masuknya produk yang terkait kerja paksa.

"Beijing berjanji akan mengambil tindakan balasan, meningkatkan kekhawatiran akan konfrontasi perdagangan yang lebih luas antara kedua pihak," tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam riset hariannya, Kamis (4/6/2026).

baca juga

DIM Raih Outlook Negatif dari Moody's

Dari dalam negeri, tekanan terhadap IHSG juga dipicu oleh belum membaiknya sentimen pasar. Pelaku pasar masih mencermati berbagai perkembangan yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi nasional.

Menurut Pilarmas, kombinasi faktor global dan kekhawatiran terhadap arah kebijakan pemerintah memunculkan risiko krisis kepercayaan investor terhadap perekonomian domestik.

Salah satu sentimen yang menjadi perhatian pasar adalah keputusan Moody's Ratings yang menetapkan peringkat kredit Baa2 dengan outlook negatif untuk PT Danantara Investment Management (DIM).

Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (27/1/2026). [Suara.com/Rina]
Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (27/1/2026). [Suara.com/Rina]

Di saat yang sama, nilai tukar rupiah terus tertekan terhadap dolar AS dan telah bergerak di atas level Rp 18.000 per dolar AS. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa pelemahan rupiah dapat berdampak terhadap persepsi risiko Indonesia di mata investor global.

"Selanjutnya tekanan nilai rupiah terdepresiasi terhadap dolar AS yang sudah di atas Rp18.000. Kondisi ini tentunya dikuatirkan dapat berdampak pada penurunan peringkat utang (sovereign rating) Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional," tulis Pilarmas.

Pilarmas Investindo Sekuritas juga memberikan rekomendasi beli (buy) untuk saham ADRO dengan area support di level 2.120 dan resistance di level 2.320.

Trafik Perdagangan

Pada perdagangan sesi I ini, sebanyak 20,87 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 12,72 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,36 juta kali.

Dalam perdagangan sesi I, sebanyak 68 saham bergerak naik, sedangkan 716 saham mengalami penurunan, dan 175 saham tidak mengalami pergerakan.

Pada sesi pertama perdagangan hari ini, saham-saham yang mencatatkan kenaikan terbesar antara lain ESTI, MGNA, ALKA, BELL, dan BOGA.

Sementara saham yang mengalami penurunan terdalam yakni MPRO, WEHA, KJEN, ARKO, dan ICON.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Kacau-Balau, Analis Sarankan Investor Ritel Hati-hati dan Perlu Jaga Modal

IHSG Kacau-Balau, Analis Sarankan Investor Ritel Hati-hati dan Perlu Jaga Modal

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:37 WIB

Investor Waspada! IHSG Bisa Menuju ke Level 5.500

Investor Waspada! IHSG Bisa Menuju ke Level 5.500

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:45 WIB

IHSG Ambruk 4,11 Persen, Purbaya Sebut Rumor Downgrade Rating Indonesia Picu Kepanikan Pasar

IHSG Ambruk 4,11 Persen, Purbaya Sebut Rumor Downgrade Rating Indonesia Picu Kepanikan Pasar

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:39 WIB

Terkini

Uji Rasa Aditya Kwetiau Jambi: 15 Tahun Eksis, Porsinya Bikin Dompet Aman Perut Kenyang!

Uji Rasa Aditya Kwetiau Jambi: 15 Tahun Eksis, Porsinya Bikin Dompet Aman Perut Kenyang!

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:48 WIB

Tiga Penjarah Fasilitas Masjid di Tulang Bawang Berakhir di Tangan Polisi

Tiga Penjarah Fasilitas Masjid di Tulang Bawang Berakhir di Tangan Polisi

Lampung | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:48 WIB

Mimpi Besar Motor Listrik Nasional Dituntut Bukan Sekadar Proyek Seremonial Belaka

Mimpi Besar Motor Listrik Nasional Dituntut Bukan Sekadar Proyek Seremonial Belaka

Otomotif | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:45 WIB

Ulasan Anggur Kemurkaan: Kisah Tragis Keluarga Joad di Tengah Krisis Amerika

Ulasan Anggur Kemurkaan: Kisah Tragis Keluarga Joad di Tengah Krisis Amerika

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:45 WIB

Tragedi Rem Blong di Jombang: Truk Seruduk Buruh Pabrik, Dua Nyawa Melayang Seketika

Tragedi Rem Blong di Jombang: Truk Seruduk Buruh Pabrik, Dua Nyawa Melayang Seketika

Jatim | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:39 WIB

Donald Trump Restui Arab Saudi Kembangkan Nuklir

Donald Trump Restui Arab Saudi Kembangkan Nuklir

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:34 WIB

Sinopsis 72 Hours, Film Komedi tentang Pesta Bujangan Berujung Kekacauan

Sinopsis 72 Hours, Film Komedi tentang Pesta Bujangan Berujung Kekacauan

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:30 WIB

Dorong Ekonomi Kerakyatan, Danantara Sambangi Nasabah Binaan PNM di Mojokerto

Dorong Ekonomi Kerakyatan, Danantara Sambangi Nasabah Binaan PNM di Mojokerto

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:29 WIB

Tabel Lengkap Urutan Shio dari Tahun ke Tahun

Tabel Lengkap Urutan Shio dari Tahun ke Tahun

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:28 WIB

DPR soal Rumor Pengganti Nanik S Deyang: Hak Prerogatif Presiden, Asalkan Jangan Memicu Konflik

DPR soal Rumor Pengganti Nanik S Deyang: Hak Prerogatif Presiden, Asalkan Jangan Memicu Konflik

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:26 WIB

×