Pemicu IHSG Anjlok 3% hingga 716 Saham Merah di Perdagangan Sesi I

Achmad Fauzi

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:54 WIB
Pemicu IHSG Anjlok 3% hingga 716 Saham Merah di Perdagangan Sesi I
IHSG masih melemah pada sesi I. [Antara]
baca 10 detik
  • IHSG anjlok 3,48 persen ke level 5.734 pada sesi pertama perdagangan Kamis, 4 Juni 2026 akibat tekanan global.
  • Pemicu utama pelemahan adalah ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat serta meningkatnya ancaman perang dagang China.
  • Sentimen negatif diperparah oleh outlook peringkat kredit PT Danantara Investment Management dan depresiasi rupiah menembus Rp18.000 per dolar.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada sesi pertama perdagangan Kamis, 4 Juni 2026. Hingga jeda siang, IHSG anjlok 206 poin atau 3,48 persen ke level 5.734.

Berdasarkan riset Pilarmas Investindo Sekuritas, pelemahan IHSG terjadi sejalan dengan koreksi yang melanda mayoritas bursa saham Asia.

Investor memilih mengurangi eksposur terhadap aset berisiko setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas.

Perang Iran-AS Memamas Kembali

Warga melintas di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar]
Warga melintas di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar]

Pilarmas menjelaskan, sentimen utama berasal dari meningkatnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Situasi semakin memanas setelah Iran menyerang Bandara Internasional Kuwait, sementara Israel memberi sinyal kesiapan bersama AS untuk melancarkan serangan lanjutan terhadap Iran apabila diperlukan.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap keberlangsungan gencatan senjata yang rapuh di kawasan Timur Tengah dan berpotensi mengganggu pertumbuhan ekonomi global.

Selain faktor geopolitik, pasar juga dibayangi meningkatnya tensi perang dagang yang melibatkan China. Perwakilan Perdagangan AS mengumumkan rencana penerapan tarif tambahan hingga 12,5 persen terhadap impor dari 60 mitra dagang, termasuk China, terkait dugaan kegagalan mencegah masuknya produk yang terkait kerja paksa.

"Beijing berjanji akan mengambil tindakan balasan, meningkatkan kekhawatiran akan konfrontasi perdagangan yang lebih luas antara kedua pihak," tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam riset hariannya, Kamis (4/6/2026).

baca juga

DIM Raih Outlook Negatif dari Moody's

Dari dalam negeri, tekanan terhadap IHSG juga dipicu oleh belum membaiknya sentimen pasar. Pelaku pasar masih mencermati berbagai perkembangan yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi nasional.

Menurut Pilarmas, kombinasi faktor global dan kekhawatiran terhadap arah kebijakan pemerintah memunculkan risiko krisis kepercayaan investor terhadap perekonomian domestik.

Salah satu sentimen yang menjadi perhatian pasar adalah keputusan Moody's Ratings yang menetapkan peringkat kredit Baa2 dengan outlook negatif untuk PT Danantara Investment Management (DIM).

Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (27/1/2026). [Suara.com/Rina]
Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (27/1/2026). [Suara.com/Rina]

Di saat yang sama, nilai tukar rupiah terus tertekan terhadap dolar AS dan telah bergerak di atas level Rp 18.000 per dolar AS. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa pelemahan rupiah dapat berdampak terhadap persepsi risiko Indonesia di mata investor global.

"Selanjutnya tekanan nilai rupiah terdepresiasi terhadap dolar AS yang sudah di atas Rp18.000. Kondisi ini tentunya dikuatirkan dapat berdampak pada penurunan peringkat utang (sovereign rating) Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional," tulis Pilarmas.

Pilarmas Investindo Sekuritas juga memberikan rekomendasi beli (buy) untuk saham ADRO dengan area support di level 2.120 dan resistance di level 2.320.

Trafik Perdagangan

Pada perdagangan sesi I ini, sebanyak 20,87 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 12,72 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,36 juta kali.

Dalam perdagangan sesi I, sebanyak 68 saham bergerak naik, sedangkan 716 saham mengalami penurunan, dan 175 saham tidak mengalami pergerakan.

Pada sesi pertama perdagangan hari ini, saham-saham yang mencatatkan kenaikan terbesar antara lain ESTI, MGNA, ALKA, BELL, dan BOGA.

Sementara saham yang mengalami penurunan terdalam yakni MPRO, WEHA, KJEN, ARKO, dan ICON.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Kacau-Balau, Analis Sarankan Investor Ritel Hati-hati dan Perlu Jaga Modal

IHSG Kacau-Balau, Analis Sarankan Investor Ritel Hati-hati dan Perlu Jaga Modal

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:37 WIB

Investor Waspada! IHSG Bisa Menuju ke Level 5.500

Investor Waspada! IHSG Bisa Menuju ke Level 5.500

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:45 WIB

IHSG Ambruk 4,11 Persen, Purbaya Sebut Rumor Downgrade Rating Indonesia Picu Kepanikan Pasar

IHSG Ambruk 4,11 Persen, Purbaya Sebut Rumor Downgrade Rating Indonesia Picu Kepanikan Pasar

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:39 WIB

Terkini

'Seperti Batang Kayu', Orang Utan Kerap Muncul di Jalan Poros Kutai Timur

'Seperti Batang Kayu', Orang Utan Kerap Muncul di Jalan Poros Kutai Timur

Kaltim | Selasa, 15 September 2026 | 15:13 WIB

Manfaat Campuran Air Mawar dan Aloe Vera Gel Wardah untuk Sleeping Mask, Kulit Auto Lembap

Manfaat Campuran Air Mawar dan Aloe Vera Gel Wardah untuk Sleeping Mask, Kulit Auto Lembap

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 15:09 WIB

Tragedi Warung Mi Ayam: Wanita Hamil Tewas Dicekik Gegara Tarif Kencan Kurang Rp200 Ribu

Tragedi Warung Mi Ayam: Wanita Hamil Tewas Dicekik Gegara Tarif Kencan Kurang Rp200 Ribu

News | Selasa, 15 September 2026 | 15:07 WIB

2 Korban KM Virgo Transport 8 Dievakuasi Polri Pakai Helikopter

2 Korban KM Virgo Transport 8 Dievakuasi Polri Pakai Helikopter

News | Selasa, 15 September 2026 | 15:00 WIB

Tips Menyikapi Berita Buruk Menurut Psikolog agar Tetap Tenang dan Gak Panik

Tips Menyikapi Berita Buruk Menurut Psikolog agar Tetap Tenang dan Gak Panik

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 15:00 WIB

Dianggap Cacat, Jaksa di Bad Prosecutor Justru Melawan Penegak Hukum Korup

Dianggap Cacat, Jaksa di Bad Prosecutor Justru Melawan Penegak Hukum Korup

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 15:00 WIB

Kebijakan Rombak Pejabat Kemenkeu Berpotensi Dianulir, Purbaya: Suka-Suka Menteri (Baru) Lah!

Kebijakan Rombak Pejabat Kemenkeu Berpotensi Dianulir, Purbaya: Suka-Suka Menteri (Baru) Lah!

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 14:56 WIB

Wanita Hamil 7 Bulan Tewas Dicekik di Bekasi, Pria 23 Tahun Ditangkap

Wanita Hamil 7 Bulan Tewas Dicekik di Bekasi, Pria 23 Tahun Ditangkap

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:56 WIB

5 Rekomendasi Cafe Tempat Nugas dan WFC di Jogja, Nyaman dan Terjangkau

5 Rekomendasi Cafe Tempat Nugas dan WFC di Jogja, Nyaman dan Terjangkau

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 14:56 WIB

Lima Titik Api Karhutla Menyala Lagi di Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir

Lima Titik Api Karhutla Menyala Lagi di Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 14:56 WIB

×