IHSG Ambruk 4,11 Persen, Purbaya Sebut Rumor Downgrade Rating Indonesia Picu Kepanikan Pasar

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:39 WIB
IHSG Ambruk 4,11 Persen, Purbaya Sebut Rumor Downgrade Rating Indonesia Picu Kepanikan Pasar
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai ditemui saat Rapat Kerja Komisi XI DPR RI dengan Pemerintah di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026). [Dok. Kemenkeu]
baca 10 detik
  • IHSG anjlok 4,11% ke level 5.941 akibat sentimen negatif pasar.
  • Purbaya menyebut rumor downgrade S&P memicu kepanikan investor.
  • Pemerintah klaim fundamental ekonomi dan daya beli masih kuat.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan Rabu (3/6/2026), dengan penurunan mencapai 4,11 persen atau 254,36 poin ke level 5.941.

Di tengah aksi jual besar-besaran yang mengguncang pasar modal, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, menilai kejatuhan pasar saham lebih dipicu oleh sentimen negatif dan rumor yang beredar dibandingkan kondisi fundamental ekonomi nasional.

Menurut Purbaya, berbagai isu yang berkembang di pasar telah memicu kekhawatiran investor, terutama kabar mengenai potensi penurunan peringkat kredit Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional.

"Karena banyak isu-isu negatif," kata Purbaya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6).

Ia mencontohkan rumor yang menyebut Standard & Poor's (S&P) akan menurunkan rating Indonesia. Purbaya bahkan membantah kabar tersebut dan mengaku baru dijadwalkan bertemu dengan pihak S&P pada malam harinya.

"Ada rumor S&P akan mendowngrade Indonesia. Padahal saya baru mau ketemu nanti malam," ujarnya.

Purbaya: Fundamental Ekonomi Masih Kuat

Di tengah anjloknya IHSG, Purbaya menegaskan kondisi ekonomi Indonesia masih berada dalam jalur yang sehat. Ia membantah anggapan bahwa inflasi yang berada di kisaran 3 persen menjadi pemicu utama gejolak pasar.

Menurutnya, inflasi saat ini masih berada dalam rentang target Bank Indonesia, yakni 2,5 persen dengan toleransi plus minus 1 persen.

baca juga

Purbaya juga menyoroti sejumlah indikator ekonomi yang dinilai masih menunjukkan ketahanan, mulai dari penerimaan pajak hingga konsumsi domestik.

"Fundamental ekonomi bagus. Ini mungkin ada ketakutan orang jangka pendek saja. Fondasi ekonomi bagus, enggak ada masalah. Pendapatan pajak di Mei aja masih kencang," katanya.

Ia menambahkan, aktivitas ekonomi di berbagai daerah masih berjalan cukup ramai. Tingkat kunjungan ke pusat hiburan, hotel, dan sektor jasa lainnya dinilai menjadi indikator bahwa daya beli masyarakat belum mengalami pelemahan signifikan.

"Domestic demand masih kuat, daya beli masyarakat masih cukup kuat," ujar Purbaya.

Investor Panik, Transaksi Tembus Rp25 Triliun

Meski pemerintah berupaya menenangkan pasar, tekanan jual tetap mendominasi perdagangan saham. Data RTI Infokom mencatat nilai transaksi mencapai Rp25,21 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 40,06 miliar saham.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Resmi Masuk Jurang ke Level Rp18.010 per Dolar AS, Pasar Menanti Langkah Bank Indonesia

Rupiah Resmi Masuk Jurang ke Level Rp18.010 per Dolar AS, Pasar Menanti Langkah Bank Indonesia

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 09:46 WIB

IHSG Lanjutkan Pelemahan ke Level 5.800-an pada Kamis Pagi, Simak Saham-saham Ini

IHSG Lanjutkan Pelemahan ke Level 5.800-an pada Kamis Pagi, Simak Saham-saham Ini

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 09:17 WIB

Rupiah Jeblok Rp18.000 per Dolar AS, Ekonomi 200 Juta WNI Dipertaruhkan

Rupiah Jeblok Rp18.000 per Dolar AS, Ekonomi 200 Juta WNI Dipertaruhkan

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 08:58 WIB

Terkini

Cara Bersihkan Kerak Kompor Susah Hilang, Auto Kinclong Seperti Baru

Cara Bersihkan Kerak Kompor Susah Hilang, Auto Kinclong Seperti Baru

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 19:24 WIB

Hari Kesembilan, SAR Sisir 3.439 Mil Persegi Cari 5 Jurnalis Hilang

Hari Kesembilan, SAR Sisir 3.439 Mil Persegi Cari 5 Jurnalis Hilang

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 19:23 WIB

KAI dan INKA Rawat 7 Trainset KRL iE305

KAI dan INKA Rawat 7 Trainset KRL iE305

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 19:23 WIB

Iming-imingi Korban Jajan di Minimarket, Kakek Cabul di Jakarta Timur Babak Belur Dihajar Massa

Iming-imingi Korban Jajan di Minimarket, Kakek Cabul di Jakarta Timur Babak Belur Dihajar Massa

News | Rabu, 16 September 2026 | 19:21 WIB

Bulog Jamin Mutu Bantuan Pangan, Perkuat Pengawasan Pengolahan Beras di Cirebon

Bulog Jamin Mutu Bantuan Pangan, Perkuat Pengawasan Pengolahan Beras di Cirebon

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 19:19 WIB

Petani di Daerah Belum Dilibatkan Bahas RUU Reforma Agraria, YLBHI: Jangan Cuma NGO di Jakarta

Petani di Daerah Belum Dilibatkan Bahas RUU Reforma Agraria, YLBHI: Jangan Cuma NGO di Jakarta

News | Rabu, 16 September 2026 | 19:15 WIB

5 Cairan Pembersih Kerak Wajan dan Panci, Lengkap Harga dan Review Pengguna!

5 Cairan Pembersih Kerak Wajan dan Panci, Lengkap Harga dan Review Pengguna!

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 19:15 WIB

Antrean Solar Kembali Mengular di Palembang, Mengapa Belum Tuntas Usai Rakor Pemprov?

Antrean Solar Kembali Mengular di Palembang, Mengapa Belum Tuntas Usai Rakor Pemprov?

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 19:10 WIB

PR Besar Menkeu Suahasil Nazara: Kredibilitas hingga Tinggkatkan Kualitas Belanja

PR Besar Menkeu Suahasil Nazara: Kredibilitas hingga Tinggkatkan Kualitas Belanja

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 19:10 WIB

Ambang Batas Parlemen Mau Naik 5 Persen, Pengamat: Suara Rakyat Makin Banyak Hangus

Ambang Batas Parlemen Mau Naik 5 Persen, Pengamat: Suara Rakyat Makin Banyak Hangus

News | Rabu, 16 September 2026 | 19:08 WIB

×