Warga Bantah Isu Eksodus di PSN Wanam, Justru Harap Ekonomi dan Lapangan Kerja Makin Tumbuh

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 04 Juni 2026 | 19:51 WIB
Warga Bantah Isu Eksodus di PSN Wanam, Justru Harap Ekonomi dan Lapangan Kerja Makin Tumbuh
Lahan masyarakat adat di Merauke yang diubah menjadi proyek strategis nasional (PSN). [Dok. Greenpeace]
baca 10 detik
  • Warga Wanam bantah isu eksodus 170 ribu orang akibat PSN.
  • PSN dinilai membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi lokal.
  • Pembukaan lahan baru 15 ribu hektare, fokus bangun infrastruktur.

Suara.com - Narasi mengenai eksodus besar-besaran warga akibat pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) food estate di Wanam, Papua Selatan, mendapat bantahan langsung dari masyarakat setempat. Warga menegaskan tidak pernah terjadi pengungsian massal seperti yang ditudingkan sejumlah pihak, dan justru berharap proyek tersebut terus berlanjut untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Sejumlah klaim yang menyebut pembangunan PSN Wanam telah memicu perpindahan hingga 170 ribu warga dinilai tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Berdasarkan fakta terbaru, pembukaan lahan yang berjalan saat ini baru sekitar 15 ribu hektare dan difokuskan untuk pembangunan infrastruktur penunjang seperti jalan, jembatan, pelabuhan, panel surya, kilang minyak, hingga fasilitas penyimpanan dingin (cold storage).

Selain itu, luas kawasan PSN Wanam juga disebut jauh lebih kecil dibandingkan narasi yang beredar. Jika sebelumnya muncul klaim mencapai 2,5 juta hektare, luas kawasan yang direncanakan diperkirakan sekitar 1 juta hektare.

Di tengah polemik tersebut, warga lokal justru menaruh harapan besar terhadap kehadiran proyek nasional tersebut. Mereka menilai pembangunan dapat membuka akses ekonomi yang selama ini menjadi kendala utama masyarakat.

Inosensio Sigipse atau yang akrab disapa Papa Ino, petani yang telah menetap selama satu dekade di Wanam, mengatakan pembangunan infrastruktur akan membantu masyarakat memasarkan hasil pertanian mereka.

"Kalau ada pembangunan, mungkin bisa bangun perumahan dan jalan. Supaya kita jual hasil tani lebih gampang," ujarnya, Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama akses pasar yang membuat hasil pertanian tidak selalu terserap secara optimal. Karena itu, keberadaan PSN dinilai berpotensi menciptakan peluang ekonomi baru sekaligus menyerap tenaga kerja lokal.

"Kalau ada pekerjaan di sana, kita yang nganggur bisa kerja juga," katanya.

Harapan serupa disampaikan Ketua Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam) Wanam, Kleopas Mause. Ia menilai pembangunan mulai memberikan dampak positif bagi masyarakat meski manfaatnya belum dirasakan secara merata.

baca juga

"Sekarang masyarakat sudah mulai terlibat kerja. Memang belum 100 persen, tapi sudah ada perubahan," ujarnya.

Kleopas menambahkan, kebutuhan terbesar masyarakat saat ini adalah pembangunan infrastruktur dasar yang dapat memperlancar distribusi hasil ekonomi warga.

"Masyarakat masih jalan kaki bawa hasil ke perusahaan. Harapannya ada jalan yang layak sampai kampung, supaya hidup bisa lebih baik," tuturnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, Laurentius Gali Blagaise, mengungkapkan pembangunan telah mulai menciptakan peluang kerja bagi warga lokal dan membuka harapan baru bagi generasi muda.

"Kalau saya lihat perubahan ini sudah bagus sekali. Masyarakat lokal juga sudah ada yang ikut kerja," katanya.

Menurut Laurentius, masih banyak pemuda yang menunggu kesempatan kerja sehingga proyek tersebut diharapkan mampu menekan angka pengangguran sekaligus mempercepat pembangunan kawasan yang selama ini tertinggal.

Pernyataan warga tersebut sekaligus membantah berbagai tudingan yang berkembang terkait PSN Wanam. Di lapangan, tidak ditemukan eksodus warga dalam jumlah besar, sementara penggunaan alat berat yang disebut mencapai 2.000 unit juga belum terealisasi. Saat ini jumlah ekskavator yang beroperasi masih berkisar ratusan unit.

Bagi masyarakat Wanam, fokus utama bukanlah polemik angka dan narasi yang beredar, melainkan bagaimana pembangunan dapat menghadirkan jalan, lapangan kerja, dan aktivitas ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Anjlok Tembus Rp18 Ribu per Dolar, Dokter Tirta Bereaksi Sarkas: Jaya Jaya Jaya!

Rupiah Anjlok Tembus Rp18 Ribu per Dolar, Dokter Tirta Bereaksi Sarkas: Jaya Jaya Jaya!

Entertainment | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:49 WIB

Kabar Baik untuk Emak-Emak! Harga Cabai dan Bawang Merah Turun, Ini Daftar Lengkapnya

Kabar Baik untuk Emak-Emak! Harga Cabai dan Bawang Merah Turun, Ini Daftar Lengkapnya

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 09:53 WIB

Rupiah Jeblok Rp18.000 per Dolar AS, Ekonomi 200 Juta WNI Dipertaruhkan

Rupiah Jeblok Rp18.000 per Dolar AS, Ekonomi 200 Juta WNI Dipertaruhkan

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 08:58 WIB

Terkini

Pemkot Pekanbaru Siapkan 3 Stel Seragam Gratis untuk 20 Ribu Siswa Baru

Pemkot Pekanbaru Siapkan 3 Stel Seragam Gratis untuk 20 Ribu Siswa Baru

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:08 WIB

Apakah Bedak Saripohatji Masih Ada? Produk Legendaris untuk Cerahkan Wajah

Apakah Bedak Saripohatji Masih Ada? Produk Legendaris untuk Cerahkan Wajah

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Antara Which Is dan Secara: Cara Gen Z Tetap Gaul Tanpa Merusak Bahasa Ibu

Antara Which Is dan Secara: Cara Gen Z Tetap Gaul Tanpa Merusak Bahasa Ibu

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:00 WIB

6 Rekomendasi Sandal Jepit yang Tidak Gampang Putus saat Musim Hujan

6 Rekomendasi Sandal Jepit yang Tidak Gampang Putus saat Musim Hujan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:56 WIB

Pandu Sjahrir Disebut Punya Saham Supra Sekuritas yang Melakukan Transaksi Terkoordinasi

Pandu Sjahrir Disebut Punya Saham Supra Sekuritas yang Melakukan Transaksi Terkoordinasi

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:53 WIB

Suahasil Tetapkan Batas Defisit APBD 2027 Maksimal 2,5 Persen, Utang Pemda Makin Diperketat

Suahasil Tetapkan Batas Defisit APBD 2027 Maksimal 2,5 Persen, Utang Pemda Makin Diperketat

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:53 WIB

Bak Tukang Sayur, Viral Kopdes Merah Putih Jualan Keliling Bawa Sembako di Mojokerto

Bak Tukang Sayur, Viral Kopdes Merah Putih Jualan Keliling Bawa Sembako di Mojokerto

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:51 WIB

Penuh Nostalgia! Trio Bajaj Resmi Comeback di Para Pencari Tuhan Jilid 20

Penuh Nostalgia! Trio Bajaj Resmi Comeback di Para Pencari Tuhan Jilid 20

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar Berlangsung Lima Hari, Hadirkan Beragam Aktivitas

Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar Berlangsung Lima Hari, Hadirkan Beragam Aktivitas

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade

Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:33 WIB

×