Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.831

Rupiah Jeblok Rp18.000 per Dolar AS, Ekonomi 200 Juta WNI Dipertaruhkan

M Nurhadi, Rina Anggraeni

Kamis, 04 Juni 2026 | 08:58 WIB
Rupiah Jeblok Rp18.000 per Dolar AS, Ekonomi 200 Juta WNI Dipertaruhkan
Ilustrasi. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah resmi menembus angka Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan Kamis, 4 Juni 2026 pagi hari.
  • Pelemahan rupiah dipicu sentimen negatif investor terhadap ketahanan fiskal serta fundamental ekonomi domestik yang dianggap kurang stabil.
  • Dampak depresiasi ini berpotensi memicu inflasi impor, menaikkan harga komoditas, dan menurunkan daya beli masyarakat kelas menengah secara nasional.

Suara.com - Nilai tukar rupiah dilaporkan resmi melewati batas psikologis baru dengan menembus angka Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan Kamis (4/6/2026) pagi. Kejatuhan ini ditekankan setelah pada penutupan hari sebelumnya, rupiah sempat tertahan di posisi Rp17.966 per dolar AS.

Berdasarkan data real-time dari platform Investing pada pukul 06.20 WIB, pergerakan mata uang domestik merosot sebesar 0,43 persen atau turun sekitar 76,3 poin, sehingga menempatkan rupiah di level Rp18.001 per dolar AS.

Bahkan, dalam kurun waktu 24 jam terakhir, fluktuasi perdagangan sempat mencatat titik terlemah rupiah yang menyentuh angka Rp18.013 per dolar AS.

Meski Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat memberikan sanggahan terkait sentimen negatif yang beredar di pasar modal, tren negatif berturut-turut hanya dalam waktu kurang dari 2 tahun jadi sentimen negatif ekonomi Indonesia.

Sebagai informasi, Menkeu membantah tudingan publik yang menilai bahwa kemerosotan nilai tukar ini bersumber dari tata kelola kebijakan fiskal pemerintah yang dianggap kurang hati-hati atau ugal-ugalan.

Merespon ditekankannya angka pelemahan tersebut, Kepala Pusat Makroekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef), M Rizal Taufikurahman, mengingatkan semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan.

Menurutnya, pergeseran angka kurs ke zona Rp18.000 berpotensi memberikan guncangan hebat terhadap stabilitas ekonomi dalam negeri.

Rizal memaparkan bahwa fenomena ini tidak bisa hanya ditekankan pada faktor eksternal semata, seperti keperkasaan indeks dolar AS, kebijakan suku bunga tinggi di negara barat, maupun konflik geopolitik dunia.

Kejatuhan ini juga merefleksikan adanya ditekankannya kekhawatiran dari para pelaku pasar global terhadap ketahanan fiskal, sirkulasi arus modal keluar, serta fundamental ekonomi domestik.

baca juga

Jika tren depresiasi ini dibiarkan bergulir terlalu lama tanpa adanya intervensi yang kuat, komoditas barang di pasar lokal diproyeksikan akan mengalami kenaikan harga yang ditekankan berujung pada penurunan daya beli masyarakat, khususnya bagi kelompok masyarakat kelas menengah.

"Pelemahan rupiah juga meningkatkan biaya bahan baku industri sehingga berpotensi memicu imported inflation (inflasi impor). Dalam jangka menengah, kondisi ini dapat menekan daya beli masyarakat, khususnya kelas menengah, karena kenaikan harga sering kali lebih cepat dibanding kenaikan pendapatan," urai Rizal.

Beberapa sektor ditekankan akan merasakan dampak langsung dari inflasi impor ini, terutama pada komoditas dan produk yang memiliki ketergantungan tinggi pada bahan baku luar negeri.

Di antaranya adalah sektor pangan tertentu, industri obat-obatan, perangkat elektronik, bahan bakar minyak (BBM), hingga membengkaknya ongkos transportasi dan manajemen logistik nasional.

Guna menahan agar nilai tukar rupiah tidak merosot lebih dalam di atas level Rp18.000, Indef ditekankan perlunya sinergi yang kuat antara otoritas fiskal dan moneter dalam memulihkan kepercayaan para investor.

Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Bank Indonesia (BI)

  • Memperketat ditekankannya stabilisasi nilai tukar di pasar spot dan forward.
  • Menjaga ditekankannya daya tarik draf instrumen aset domestik bagi draf investor asing.

Pemerintah (Kemenkeu)

  • Memperkuat kredibilitas draf pengelolaan fiskal.
  • Memastikan defisit anggaran tetap berada di bawah batas aman.
  • Mempercepat ditekankannya repatrasi Devisa Hasil Ekspor (DHE) ke sistem perbankan draf dalam negeri.

Sebagai langkah jangka panjang, Rizal menekankan pentingnya ditekankannya draf langkah restrukturisasi industri nasional guna mengurangi ditekankannya ketergantungan pada bahan baku impor.

Penguatan struktur industri dalam negeri dinilai menjadi kunci utama agar perekonomian Indonesia tidak selalu ditekankan pada risiko kerentanan akibat gejolak mata uang asing dan dinamika geopolitik global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Akhirnya Jebol ke Rp18.000, Purbaya Tak Mau Disalahkan

Rupiah Akhirnya Jebol ke Rp18.000, Purbaya Tak Mau Disalahkan

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 08:43 WIB

Bukan Cuma soal Gizi, Prabowo Ungkap Dampak Ekonomi Dahsyat Kalau MBG Berjalan Benar

Bukan Cuma soal Gizi, Prabowo Ungkap Dampak Ekonomi Dahsyat Kalau MBG Berjalan Benar

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 08:41 WIB

Rupiah Dekati Rp 18.000 per USD, Begini Cara Melindungi Keuangan Keluarga

Rupiah Dekati Rp 18.000 per USD, Begini Cara Melindungi Keuangan Keluarga

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 08:04 WIB

Risiko Besar jika Rupiah Tembus Rp18.000, Siapa yang Dirugikan?

Risiko Besar jika Rupiah Tembus Rp18.000, Siapa yang Dirugikan?

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 07:45 WIB

Layar Merah Bursa, IHSG Ambles Lebih dari 4 Persen

Layar Merah Bursa, IHSG Ambles Lebih dari 4 Persen

Foto | Rabu, 03 Juni 2026 | 19:50 WIB

IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah

IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:48 WIB

Terkini

Gara-gara Tuduhan Curi Sawit, Nyawa Satpam Way Kanan Melayang di Tangan Tetangga

Gara-gara Tuduhan Curi Sawit, Nyawa Satpam Way Kanan Melayang di Tangan Tetangga

Lampung | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:43 WIB

Apa Arti Weton Tibo Loro dalam Rezeki dan Jodoh?

Apa Arti Weton Tibo Loro dalam Rezeki dan Jodoh?

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:35 WIB

Memburu Harta Karun di Perut Bumi Lampung: Misi Survei Gerbera Siap Ungkap Potensi Migas Raksasa

Memburu Harta Karun di Perut Bumi Lampung: Misi Survei Gerbera Siap Ungkap Potensi Migas Raksasa

Lampung | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:33 WIB

Membangun Desa dari Manusianya: Kisah Bli Nyoman dan Desa Sejahtera Astra Les

Membangun Desa dari Manusianya: Kisah Bli Nyoman dan Desa Sejahtera Astra Les

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:25 WIB

Horor Digital di Kampus Surabaya: Saat AI Disalahgunakan untuk 'Menelanjangi' Harga Diri Mahasiswi

Horor Digital di Kampus Surabaya: Saat AI Disalahgunakan untuk 'Menelanjangi' Harga Diri Mahasiswi

Jatim | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:24 WIB

Standar Baru Industri Mobil Bekas Focus Motor Hadir di Kawasan Bintaro

Standar Baru Industri Mobil Bekas Focus Motor Hadir di Kawasan Bintaro

Otomotif | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:15 WIB

Bukan Honor Nyanyi! Bebizie Terima Aliran Uang Tambang Terkait Kasus Rita Widyasari

Bukan Honor Nyanyi! Bebizie Terima Aliran Uang Tambang Terkait Kasus Rita Widyasari

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:04 WIB

Hornet Diminta Dihapus dari App Store dan Play Store, Komdigi Ungkap Masalahnya

Hornet Diminta Dihapus dari App Store dan Play Store, Komdigi Ungkap Masalahnya

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:59 WIB

Jangan Asal Timpa, Dokter Ungkap Cara Re-apply Saat Pakai Tinted Sunscreen

Jangan Asal Timpa, Dokter Ungkap Cara Re-apply Saat Pakai Tinted Sunscreen

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:54 WIB

Menelisik Garam Palungan Desa Les: Saat Warisan Leluhur Bertahan di Tengah Modernisasi

Menelisik Garam Palungan Desa Les: Saat Warisan Leluhur Bertahan di Tengah Modernisasi

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:50 WIB

×