- Yudo Sadewa memberikan klarifikasi atas viralnya spekulasi mengenai rencana ayahnya, Purbaya Yudhi Sadewa, menduduki posisi Gubernur Bank Indonesia.
- Yudo menduga penyebaran rumor perombakan jabatan tersebut bertujuan memicu kepanikan investor di pasar modal untuk kepentingan oknum tertentu.
- Pihak Istana secara tegas membantah adanya rencana pergantian Menteri Keuangan maupun Gubernur Bank Indonesia melalui pernyataan Mensesneg Prasetyo Hadi.
Suara.com - Anak dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yakni Yudo Sadewa mendadak jadi sorotan. Isu liar yang sempat viral tersebut menarasikan adanya rencana pergeseran jabatan struktural ekonomi strategis, di mana sang ayah dikabarkan akan menduduki posisi sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk menggantikan Perry Warjiyo.
Dalam potongan gambar yang diduga kuat bersumber dari unggahan pribadinya yang kini telah dihapus, terdapat pernyataan yang memicu spekulasi di kalangan pelaku pasar modal.
Redaksi Suara.com berhasil menghimpun bukti visual tersebut yang sudah telanjur menyebar luas di berbagai platform digital.
"Bokap guw rencana ambil alih BI aja deh, dari Menkeu. Kacau soalnya Rupiah," tulis Yudo dalam jepretan layar yang kini sudah dihapus. Meski demikian, belum dapat dipastikan apakah tulisan tersebut berasal dari Yudo.
Merespon kegaduhan yang terjadi, Yudo Sadewa segera memberikan klarifikasi terbuka melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu (7/6/2026).
Ia menilai ada motif ekonomi tertentu di balik masifnya penyebaran rumor perombakan (reshuffle) pejabat keuangan tersebut, khususnya untuk memengaruhi psikologis para investor ritel berusia 18-45 tahun di kota-kota besar.
Menurut analisis pribadinya, narasi pemecatan atau penggeseran jabatan sengaja ditiupkan oleh oknum tertentu agar memicu kepanikan massal di lantai bursa, sehingga harga instrumen investasi terkoreksi.
"Biasa biar tebar fear dan mereka bisa beli murah," tulis Yudo melalui akun Instagram miliknya.
Pasca-melayangkan pernyataan tersebut, Yudo mengaku bahwa akun media sosialnya langsung menjadi sasaran perundungan digital oleh sejumlah akun tidak dikenal.
Menghadapi situasi tersebut, ia lantas menuliskan tanggapan lanjutan yang menggunakan nada satire dan sarkasme yang cukup menohok mengenai integritas para oknum di lingkungan birokrasi.
"Akun gue diserang akun fake tolong, kalau ada bapak kenapa? Gak bisa kebagian jatah korupsi ya, takut dicepu ya? Kalau kebagian jatah duit juga diem buzzer ini," tulis Yudo.

Istana Bantah Reshuffle Menkeu
Meredam spekulasi yang kian liar di sektor makroekonomi, pihak Istana Kepresidenan bergerak cepat memberikan bantalan informasi yang klir.
Pemerintah secara tegas menepis adanya rumor bahwa Presiden Prabowo Subianto bakal memberhentikan atau menggeser Gubernur BI Perry Warjiyo maupun Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Kepastian hukum dan operasional ini disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi setelah menggelar konferensi pers bersama Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, serta kedua pucuk pimpinan lembaga keuangan terkait di Gedung DPR, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Istana menggarisbawahi bahwa informasi yang beredar murni spekulasi tanpa dasar.
![Chat diduga dari Yudo Sadewa [Ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/07/52834-yudo-sadewa.jpg)
Sebelumnya pada Kamis (4/6/2026), Mensesneg Prasetyo Hadi juga sudah mengonfirmasi kejelasan nasib jabatan di Kementerian Keuangan demi menjaga sentimen positif pasar obligasi dan saham.
"Saya kira tadi sore juga sudah disampaikan oleh beliau (Purbaya) juga. Tidak ada. Tidak ada rencana pergantian," jelas Prasetyo di Istana Kepresidenan.
Langkah preventif ini sejalan dengan pernyataan langsung dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang telah lebih dulu memberikan bantalan sanggahan terhadap rumor pengunduran dirinya.
Purbaya, yang resmi dilantik sebagai Bendahara Negara pada 8 September 2025 setelah sebelumnya sukses memimpin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sejak 2020, memastikan dirinya tetap fokus menjalankan mandat konstitusi di tengah volatilitas nilai tukar yang sedang terjadi.