KRL Green Line Bakal Dirombak Besar-besaran, Penumpang Rangkasbitung Siap-siap

M Nurhadi

Minggu, 07 Juni 2026 | 19:04 WIB
KRL Green Line Bakal Dirombak Besar-besaran, Penumpang Rangkasbitung Siap-siap
Ilustrasi KRL Buatan INKA yang akan dioperasikan di lintas KRL Jabodetabek/(Dokumentasi KAI Commuter).
baca 10 detik
  • PT KAI dan DJKA akan merombak infrastruktur Commuter Line rute Tanah Abang-Rangkasbitung untuk mengatasi kepadatan penumpang yang tinggi.
  • Proyek modernisasi meliputi penguatan sistem listrik aliran atas serta pembaruan teknologi persinyalan pada jalur Green Line tersebut.
  • Peningkatan kapasitas listrik dan persinyalan bertujuan agar rangkaian kereta yang lebih panjang dapat beroperasi dengan jarak waktu efisien.

Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan bersiap untuk merombak infrastruktur Commuter Line.

Proyek ini meningkatkan fitur operasional pada KRL Green Line yang melayani rute lintas Tanah Abang hingga Rangkasbitung. Fokus utama dari proyek modernisasi ini adalah penguatan sistem pasokan kelistrikan serta pembaruan teknologi persinyalan pada jalur yang dikenal memiliki tingkat pergerakan penumpang sangat padat tersebut.

Jalur KRL Green Line memegang peran yang sangat vital dalam anatomi transportasi Jabodetabek. Koridor ini menjadi urat nadi utama yang menghubungkan kawasan pemukiman padat di wilayah barat benteng penyangga (Banten) dengan pusat-pusat kegiatan ekonomi, lembaga pendidikan, perkantoran pemerintahan, serta fasilitas layanan publik di jantung ibu kota Jakarta.

Direktur Utama PT KAI (Persero), Bobby Rasyidin, memaparkan bahwa kondisi berdesakan yang kerap dirasakan oleh para pelaju di rute ini disebabkan oleh ketidakseimbangan antara volume penumpang dan kapasitas sarana penunjang yang tertanam di lintas Tanah Abang-Rangkasbitung saat ini.

"Permintaan masyarakat terhadap layanan Commuter Line Rangkasbitung terus meningkat. Karena itu, KAI bersama DJKA Kementerian Perhubungan menyiapkan berbagai langkah peningkatan kapasitas agar perjalanan pelanggan menjadi lebih nyaman dan tersedia lebih banyak pilihan perjalanan," kata Bobby dalam keterangan resminya, Minggu (7/6/2026).

Berdasarkan tabulasi data internal KAI, kurva pertumbuhan jumlah pengguna jasa KRL rute Rangkasbitung memperlihatkan tren kenaikan yang sangat tajam dari tahun ke tahun:

  • Tahun 2022: Tercatat melayani 43.317.716 pengguna.
  • Tahun 2023: Volume meningkat signifikan menjadi 62.085.471 pengguna.
  • Tahun 2024: Angka kembali merangkak naik hingga menyentuh 69.999.362 pengguna.
  • Tahun 2025: Akumulasi tahunan menembus angka 77.552.716 pengguna.

Periode Januari - Mei 2026: Hanya dalam lima bulan pertama di tahun berjalan, volume penumpang sudah mencapai 33.397.420 orang.

Tingginya minat mobilitas masyarakat urban ini berdampak langsung pada tingkat kepadatan (occupancy rate) di dalam gerbong saat jam sibuk kerja pagi dan sore hari. Saat ini, tingkat okupansi puncak pada Rangkasbitung Line telah menembus angka 161%.

Persentase tersebut merupakan yang tertinggi di seluruh ekosistem KRL Jabodetabek. Sebagai komparasi, tingkat kepadatan puncak untuk lintas Bogor berada di kisaran 130%, sedangkan untuk koridor Bekasi/Cikarang tertahan di angka sekitar 140%.

baca juga

Untuk mengurai masalah penumpukan penumpang tersebut, proyek perbaikan akan diawali dengan melakukan peningkatan performa pada sistem Listrik Aliran Atas (LAA).

Saat ini, kekuatan pasokan daya listrik di sepanjang jalur Tanah Abang-Rangkasbitung masih tertahan di level 3.000 volt. Kondisi ini tertinggal dari jalur KRL lintas Bogor dan Bekasi yang sudah ditopang oleh daya listrik sebesar 4.000 volt.

Keterbatasan daya tersebut menjadi alasan teknis mengapa rangkaian KRL dengan format panjang atau Stamformasi 12 kereta (SF12) belum bisa dioperasikan di jalur Green Line. Akibatnya, daya angkut harian terpaksa bertumpu pada rangkaian pendek berskala 8 dan 10 kereta saja.

Guna mengatasi kendala kelistrikan ini, KAI berencana melakukan pengadaan serta pembangunan 11 unit gardu traksi baru di sepanjang rute. Penambahan pasokan daya kelistrikan ini menjadi fondasi krusial agar jalur tersebut siap mengakomodasi operasional KRL SF12.

Dengan armada yang lebih panjang, daya tampung dalam sekali perjalanan akan meningkat pesat, sehingga memberikan ruang gerak yang lebih manusiawi bagi para penumpang di jam-jam padat.

Sinergi antara KAI dan DJKA Kemenhub sebagai regulator mencakup perencanaan teknis penguatan jaringan listrik, ekspansi kapasitas lintas harian, hingga modernisasi sistem kendali operasi.

Selain membenahi pasokan listrik, agenda mendesak lainnya adalah memperbarui sistem persinyalan kereta. Saat ini, sebagian jalur di lintas Rangkasbitung masih mengandalkan pola sistem blok tertutup.

Sistem konvensional ini membatasi fleksibilitas perjalanan karena aturan baku yang menetapkan bahwa satu petak blok—yang mencakup jarak beberapa stasiun—hanya boleh diisi oleh satu rangkaian kereta dalam satu waktu bersamaan.

Konsekuensi dari keterbatasan sistem pengamanan ini membuat jarak tunggu antar-kereta (headway) di jalur Rangkasbitung menjadi cukup lama, yakni berada di kisaran 10 menit. Angka ini terpaut jauh jika dibandingkan dengan lintas Bekasi dan Bogor yang sudah mampu mengoperasikan kereta dengan headway rapat antara 3 hingga 4 menit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mau ke Garut? Ini 4 Tips Naik Kereta Lokal yang Jarang Diketahui Penumpang

Mau ke Garut? Ini 4 Tips Naik Kereta Lokal yang Jarang Diketahui Penumpang

Your Say | Rabu, 03 Juni 2026 | 15:15 WIB

Jumlah Penumpang Tembus 155 Juta, KAI Percepat Modernisasi Stasiun Bogor

Jumlah Penumpang Tembus 155 Juta, KAI Percepat Modernisasi Stasiun Bogor

Foto | Senin, 01 Juni 2026 | 15:00 WIB

Jalur KRL Tangerang Kembali Normal Setelah Tiga Jam Gangguan

Jalur KRL Tangerang Kembali Normal Setelah Tiga Jam Gangguan

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 20:47 WIB

KRL Tangerang Lumpuh Sore Ini: Kereta Mogok di Tengah Jalur, Penumpang Terjebak

KRL Tangerang Lumpuh Sore Ini: Kereta Mogok di Tengah Jalur, Penumpang Terjebak

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:28 WIB

Cuma Jeda 24 Menit! Dua KRL Rangkasbitung Diteror Pelemparan Batu, Pelaku Masih Misterius

Cuma Jeda 24 Menit! Dua KRL Rangkasbitung Diteror Pelemparan Batu, Pelaku Masih Misterius

News | Senin, 25 Mei 2026 | 14:06 WIB

Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur

Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 20:42 WIB

Terkini

Bandara Soetta dan Halim Mulai Dibuka untuk Penerbangan

Bandara Soetta dan Halim Mulai Dibuka untuk Penerbangan

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 05:58 WIB

TPA Galuga Ditutup Sementara Akibat Kebakaran, Pengiriman Sampah Bogor Lumpuh Seharian

TPA Galuga Ditutup Sementara Akibat Kebakaran, Pengiriman Sampah Bogor Lumpuh Seharian

Jabar | Selasa, 08 September 2026 | 05:13 WIB

Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih

Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih

Bogor | Selasa, 08 September 2026 | 00:23 WIB

Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?

Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:42 WIB

Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen

Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:27 WIB

Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara

Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara

Jakarta | Senin, 07 September 2026 | 23:20 WIB

PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:07 WIB

Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears

Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears

Video | Senin, 07 September 2026 | 22:45 WIB

Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen

Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 22:36 WIB

Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli

Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 22:19 WIB

×