- Kementerian Perhubungan resmi membuka kembali operasional sejumlah bandara pada 8 September 2028 setelah sebelumnya ditutup akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
- Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan Bandara Soekarno Hatta dan beberapa bandara lainnya sudah mulai beroperasi kembali secara bertahap.
- Pemerintah mewajibkan otoritas bandara bersama maskapai melakukan inspeksi pesawat dan kru memahami wilayah pembatasan abu vulkanik.
Suara.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akhirnya membuka operasional sejumlah bandara, setelah sebelumnya ditutup kareana abu erupsi gunung Anak Krakatau. Salah satunya, Bandara Soekarno-Hatta yang mulai menerima penerbangan maskapai.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, dan Bandara Husein Sastranegara kembali aktif mulai pukul 00.01 WIB.
"Per tanggal 8 September pukul 00.01 WIB, Bandara Soekarno-Hatta Banten, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta dan Bandara Husein Sastranegara Bandung dinyatakan aktif kembali. Menyusul Bandara Budiarto Curug Banten dan Bandara Pondok Cabe Banten juga kembali dibuka pada pukul 02.25 WIB," ujar Menhub dalam keterangannya, Selasa (8/9/2028).
![Kondisi Penumpang Bandara Soekarno-Hatta setelah adanya penutupan bandara imbas erupsi anak gunung krakatau. [Dokumentasi Kemenhub].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/07/32803-bandara-erupsi-gunung-krakatau.jpg)
Sementara itu, dua bandara di Lampung, yakni Bandara Radin Inten II dan Bandara Muhammad Taufiq Kiemas, masih menunggu perkembangan kondisi abu vulkanik.
Adapun Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan, yang sebelumnya ikut terdampak dan ditutup, telah kembali beroperasi secara normal sejak Senin (7/9/2026) pukul 09.00 WIB.
Pesawat Wajib Diinspeksi
Meski bandara kembali dibuka, pemerintah tetap memberikan sejumlah catatan untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan.
Salah satunya, Otoritas Bandara bersama maskapai wajib melakukan inspeksi terhadap seluruh armada pesawat sebelum kembali menjalankan penerbangan.
Selain itu, pilot dan kru operasional pesawat juga wajib memahami restricted polygon. Wilayah tersebut merupakan area udara berbentuk poligon yang dibatasi atau dilarang dilintasi oleh otoritas terkait karena terdeteksi memiliki sebaran abu vulkanik.
Dengan demikian, pembukaan kembali bandara tidak serta-merta berarti seluruh penerbangan dapat langsung berjalan tanpa pemeriksaan.
Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sebelumnya berdampak terhadap ruang udara dan operasional sejumlah bandar udara sejak Sabtu (5/9/2026).
Total terdapat delapan bandara yang sempat mengalami penutupan operasional, yaitu:
- Bandara Soekarno-Hatta, Banten
- Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta
- Bandara Radin Inten II, Lampung
- Bandara Husein Sastranegara, Bandung
- Bandara Budiarto Curug, Banten
- Bandara Pondok Cabe, Banten
- Bandara Muhammad Taufiq Kiemas, Pesisir Barat, Lampung
- Bandara Atung Bungsu, Pagar Alam, Sumatera Selatan