Dihantam Rupiah dan Aksi Jual! IHSG Diprediksi Sulit Bangkit, Tapi Saham-saham Ini Bisa jadi Pilihan

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Senin, 08 Juni 2026 | 08:18 WIB
Dihantam Rupiah dan Aksi Jual! IHSG Diprediksi Sulit Bangkit, Tapi Saham-saham Ini Bisa jadi Pilihan
Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar]
baca 10 detik
  • Rupiah tembus Rp18.035 per dolar AS, tekan pergerakan IHSG.

  • Investor asing jual saham Rp7,39 triliun dalam sepekan.

  • Harga batu bara dan nikel naik, topang saham tambang.

Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini diperkirakan masih berada dalam tekanan. Pelemahan nilai tukar rupiah hingga aksi jual investor asing menjadi sentimen utama yang membebani pasar saham domestik.

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memproyeksikan IHSG pada perdagangan Senin (8/6/2026) bergerak melemah secara terbatas dengan level support di 5.360 dan resistance di 5.865.

Menurutnya, indikator teknikal masih menunjukkan tekanan yang cukup kuat meski peluang rebound jangka pendek mulai terlihat.

"Indikator MACD masih menunjukkan tren pelemahan, sementara RSI berada di area oversold yang mengindikasikan peluang terjadinya rebound teknikal meskipun tekanan pasar saham masih cukup kuat," kata Oktavianus dalam riset hariannya.

Ia menjelaskan, volume transaksi mulai mengalami penurunan di tengah derasnya arus keluar dana asing. Sepanjang pekan lalu, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) mencapai Rp7,39 triliun.

Tekanan pasar juga datang dari pelemahan rupiah yang telah menembus level Rp18.035 per dolar Amerika Serikat (AS). Kondisi tersebut terjadi seiring penguatan indeks dolar AS (DXY) yang masih bertahan di level 100.

Menurut Oktavianus, pelemahan rupiah menjadi perhatian serius pelaku pasar karena berpotensi menimbulkan dampak lebih luas terhadap stabilitas ekonomi dan pasar keuangan apabila berlangsung dalam periode yang panjang.

Selain itu, investor juga menanti rilis data cadangan devisa Indonesia untuk periode Mei 2026. Jika tren penurunan cadangan devisa yang terjadi sejak awal tahun kembali berlanjut, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memberikan sentimen negatif tambahan bagi pasar saham.

Meski demikian, sejumlah faktor positif masih berpotensi menopang pergerakan indeks. Kenaikan harga komoditas global dinilai dapat mendukung kinerja emiten sektor pertambangan.

baca juga

Harga batu bara saat ini berada di level US$148,7 per ton, sementara harga nikel mencapai US$18.575 per ton. Kenaikan tersebut diperkirakan dapat menjadi katalis bagi saham-saham berbasis komoditas.

Dari sisi rekomendasi, Kiwoom Sekuritas mencermati saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) dengan strategi speculative buy pada area support 458 dan target resistance 585. Selain itu, saham PT Hartadinata Abadi Tbk (EMAS) juga direkomendasikan speculative buy dengan support 6.950 dan resistance 8.250.

Sementara itu, Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksinya pada perdagangan hari ini. Ia memproyeksikan support IHSG berada di level 5.517 dan resistance di 5.734.

Herditya mengatakan berbagai sentimen yang membayangi pasar dalam beberapa waktu terakhir diperkirakan masih akan berlanjut sehingga investor perlu lebih selektif dalam memilih saham.

MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang layak dicermati, di antaranya PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pada rentang harga 3.020-3.200, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) di kisaran 610-660, serta PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) pada rentang 472-520.

Dengan kombinasi sentimen negatif dari pelemahan rupiah, arus keluar dana asing, dan potensi penurunan cadangan devisa, pelaku pasar diperkirakan masih akan bergerak hati-hati. Namun, penguatan harga komoditas dapat menjadi penopang bagi sejumlah saham sektor tambang di tengah tekanan pasar yang masih berlangsung.

DISCLAIMER: Investasi saham memiliki risiko tinggi. Segala keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi sepenuhnya. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian material maupun immaterial yang mungkin timbul.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Jadi Bursa Terburuk di Tengah Isu "Sell Indonesia",  Analis: Pulihkan Kepercayaan!

IHSG Jadi Bursa Terburuk di Tengah Isu "Sell Indonesia", Analis: Pulihkan Kepercayaan!

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 07:06 WIB

Rupiah Tembus Rp18 Ribu dan IHSG Anjlok, Denny Sumargo Curhat Lewat AI

Rupiah Tembus Rp18 Ribu dan IHSG Anjlok, Denny Sumargo Curhat Lewat AI

Entertainment | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:10 WIB

Investor Asing Terus Kabur Buat Kapitalisasi Pasar Susut Jadi Rp 9.807 Triliun

Investor Asing Terus Kabur Buat Kapitalisasi Pasar Susut Jadi Rp 9.807 Triliun

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 09:38 WIB

Terkini

Prabowo Siapkan Kredit Rakyat Rp 400 Triliun via DNKK, Apa Syaratnya?

Prabowo Siapkan Kredit Rakyat Rp 400 Triliun via DNKK, Apa Syaratnya?

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 06:52 WIB

Ahmad Luthfi Pimpin Doa untuk Syabila Rizkia, Jateng Kehilangan Salah Satu Atlet Berprestasi

Ahmad Luthfi Pimpin Doa untuk Syabila Rizkia, Jateng Kehilangan Salah Satu Atlet Berprestasi

Jawa Tengah | Senin, 26 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Setahun Usai Rusak Diterjang Bencana, Jembatan Teupin Mane Segera Berfungsi

Setahun Usai Rusak Diterjang Bencana, Jembatan Teupin Mane Segera Berfungsi

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Lampung | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:55 WIB

×