Heboh Struk SPBU Tulis Harga Pertalite Rp18.040 per Liter, Pertamina: Itu Harga Keekonomian

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:11 WIB
Heboh Struk SPBU Tulis Harga Pertalite Rp18.040 per Liter, Pertamina: Itu Harga Keekonomian
Pengendara melakukan pengisian bahan bakar jenis Pertalite di SPBU Pertamina, Jakarta, Selasa (10/9/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Struk SPBU tampilkan harga keekonomian Pertalite Rp18.040 per liter.
  • Masyarakat tetap membeli Pertalite sesuai harga subsidi pemerintah.
  • Subsidi BBM jadi penopang daya beli dan stabilitas ekonomi nasional.

Suara.com - Publik dibuat heboh setelah beredar struk pembelian BBM di SPBU Pertamina yang mencantumkan harga normal Pertalite mencapai Rp18.040 per liter. Angka tersebut memicu pertanyaan masyarakat karena jauh lebih tinggi dibanding harga jual Pertalite yang saat ini dibayar konsumen.

Menanggapi hal itu, PT Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa angka Rp18.040 per liter yang tertera dalam struk bukanlah harga yang harus dibayar masyarakat, melainkan harga keekonomian atau nilai ekonomi BBM berdasarkan harga pasar dan biaya penyediaan energi.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa Pertalite merupakan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan (JBKP) yang mendapat subsidi dari pemerintah. Karena itu, masyarakat tetap membeli Pertalite dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.

"Pertamina Patra Niaga bertindak sebagai operator yang menjalankan dan mematuhi kebijakan Pemerintah terkait penyaluran BBM bersubsidi. Harga jual Pertalite yang dibayarkan masyarakat saat ini merupakan harga yang telah ditetapkan pemerintah dengan mempertimbangkan berbagai aspek sosial dan ekonomi," kata Roberth dalam keterangan tertulis, Selasa (16/6/2026).

Menurutnya, kebijakan subsidi BBM selama ini menjadi instrumen penting pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat dan menopang aktivitas ekonomi nasional, terutama bagi kelompok masyarakat menengah ke bawah yang sangat bergantung pada BBM untuk kebutuhan sehari-hari.

Roberth menjelaskan, harga keekonomian yang muncul pada struk merupakan gambaran biaya riil penyediaan energi apabila tidak ada intervensi subsidi dari pemerintah. Dengan kata lain, tanpa subsidi, masyarakat berpotensi membayar harga yang jauh lebih tinggi dibanding tarif yang berlaku saat ini.

Sementara itu, untuk BBM non-subsidi seperti Pertamax, harga jual memang mengikuti perkembangan harga minyak dunia dan kondisi pasar internasional. Namun demikian, pemerintah dan Pertamina tetap mempertimbangkan berbagai faktor sebelum melakukan penyesuaian harga.

Ia mencontohkan, pada periode sebelumnya harga Pertamax sempat ditahan agar tidak mengalami kenaikan meski tekanan harga minyak global cukup tinggi. Bahkan penyesuaian harga yang dilakukan pada 10 Juni 2026 juga telah memperhitungkan kondisi ekonomi nasional, daya beli masyarakat, keberlanjutan fiskal pemerintah, serta keberlangsungan usaha.

Menariknya, penyesuaian harga tidak hanya dilakukan Pertamina. Sejumlah badan usaha swasta pengelola SPBU juga melakukan langkah serupa. Meski demikian, harga BBM yang berlaku saat ini disebut masih belum sepenuhnya mencerminkan harga keekonomian berdasarkan kondisi pasar internasional.

baca juga

Fakta bahwa harga keekonomian Pertalite menyentuh Rp18.040 per liter menunjukkan besarnya beban subsidi energi yang selama ini ditanggung negara. Di sisi lain, kondisi tersebut juga menggambarkan bagaimana kebijakan subsidi masih menjadi bantalan penting untuk menjaga konsumsi rumah tangga dan stabilitas ekonomi nasional di tengah gejolak harga energi global.

Jika harga BBM sepenuhnya mengikuti mekanisme pasar, maka harga jual BBM berpotensi jauh lebih tinggi. Karena itu, pemerintah masih berupaya mencari titik keseimbangan antara menjaga daya beli masyarakat, keberlanjutan fiskal negara, dan kepastian pasokan energi nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BBM di Indonesia Lebih Murah dari Singapura, tapi Apakah Lebih Terjangkau?

BBM di Indonesia Lebih Murah dari Singapura, tapi Apakah Lebih Terjangkau?

Your Say | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:35 WIB

Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan Pembiayaan Rp340 Miliar untuk 867 Debitur

Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan Pembiayaan Rp340 Miliar untuk 867 Debitur

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 20:02 WIB

Minat Hunian Pertama Tinggi, Penyaluran FLPP Capai 77 Ribu Unit

Minat Hunian Pertama Tinggi, Penyaluran FLPP Capai 77 Ribu Unit

Foto | Senin, 15 Juni 2026 | 11:00 WIB

Terkini

Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi

Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi

News | Kamis, 17 September 2026 | 18:18 WIB

4 Moisturizer Lokal yang Aman untuk Kulit Remaja Puber Bruntusan

4 Moisturizer Lokal yang Aman untuk Kulit Remaja Puber Bruntusan

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 18:15 WIB

Saksi Ungkap Fee Percepatan Haji Mengalir ke 3 Orang, Tak Ada Nama Yaqut

Saksi Ungkap Fee Percepatan Haji Mengalir ke 3 Orang, Tak Ada Nama Yaqut

News | Kamis, 17 September 2026 | 18:10 WIB

Optimis! Fabio Quartararo Yakin Honda Bisa Bangkit di Era MotoGP 2027

Optimis! Fabio Quartararo Yakin Honda Bisa Bangkit di Era MotoGP 2027

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 18:10 WIB

BGN Rancang Marketplace Khusus MBG, Diklaim Anti Kickback dan Hanky Panky

BGN Rancang Marketplace Khusus MBG, Diklaim Anti Kickback dan Hanky Panky

News | Kamis, 17 September 2026 | 18:08 WIB

KWJK Temui Mensos Gus Ipul, Kritik Skema Desil bagi Warga Kolong Jembatan dan Rusun

KWJK Temui Mensos Gus Ipul, Kritik Skema Desil bagi Warga Kolong Jembatan dan Rusun

News | Kamis, 17 September 2026 | 18:04 WIB

Aksi Nyentrik Roy Suryo di Sidang Perdana: Bawa Wayang Petruk hingga Pamer Kaos Gambar Jokowi

Aksi Nyentrik Roy Suryo di Sidang Perdana: Bawa Wayang Petruk hingga Pamer Kaos Gambar Jokowi

News | Kamis, 17 September 2026 | 18:00 WIB

Berkas Lengkap, Tim 9 Kejagung Limpahkan Febrie Adriansyah ke Kejari Jaksel Besok

Berkas Lengkap, Tim 9 Kejagung Limpahkan Febrie Adriansyah ke Kejari Jaksel Besok

News | Kamis, 17 September 2026 | 18:00 WIB

Oppo Find X10 Siap Debut 22 September: Flagship dengan Kamera 200 MP dan Baterai Jumbo 8.000 mAh

Oppo Find X10 Siap Debut 22 September: Flagship dengan Kamera 200 MP dan Baterai Jumbo 8.000 mAh

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 18:00 WIB

DPR Usul Defisit APBN 3 Persen Diubah di Revisi UU Keuangan Negara, Anggap Terlalu Sakral

DPR Usul Defisit APBN 3 Persen Diubah di Revisi UU Keuangan Negara, Anggap Terlalu Sakral

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 17:57 WIB

×