Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.720.000
Beli Rp2.590.000
IHSG 6.254,966
LQ45 624,682
Srikehati 305,457
JII 377,425
USD/IDR 17.715

Heboh Struk SPBU Tulis Harga Pertalite Rp18.040 per Liter, Pertamina: Itu Harga Keekonomian

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:11 WIB
Heboh Struk SPBU Tulis Harga Pertalite Rp18.040 per Liter, Pertamina: Itu Harga Keekonomian
Pengendara melakukan pengisian bahan bakar jenis Pertalite di SPBU Pertamina, Jakarta, Selasa (10/9/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Struk SPBU tampilkan harga keekonomian Pertalite Rp18.040 per liter.
  • Masyarakat tetap membeli Pertalite sesuai harga subsidi pemerintah.
  • Subsidi BBM jadi penopang daya beli dan stabilitas ekonomi nasional.

Suara.com - Publik dibuat heboh setelah beredar struk pembelian BBM di SPBU Pertamina yang mencantumkan harga normal Pertalite mencapai Rp18.040 per liter. Angka tersebut memicu pertanyaan masyarakat karena jauh lebih tinggi dibanding harga jual Pertalite yang saat ini dibayar konsumen.

Menanggapi hal itu, PT Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa angka Rp18.040 per liter yang tertera dalam struk bukanlah harga yang harus dibayar masyarakat, melainkan harga keekonomian atau nilai ekonomi BBM berdasarkan harga pasar dan biaya penyediaan energi.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa Pertalite merupakan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan (JBKP) yang mendapat subsidi dari pemerintah. Karena itu, masyarakat tetap membeli Pertalite dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.

"Pertamina Patra Niaga bertindak sebagai operator yang menjalankan dan mematuhi kebijakan Pemerintah terkait penyaluran BBM bersubsidi. Harga jual Pertalite yang dibayarkan masyarakat saat ini merupakan harga yang telah ditetapkan pemerintah dengan mempertimbangkan berbagai aspek sosial dan ekonomi," kata Roberth dalam keterangan tertulis, Selasa (16/6/2026).

Menurutnya, kebijakan subsidi BBM selama ini menjadi instrumen penting pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat dan menopang aktivitas ekonomi nasional, terutama bagi kelompok masyarakat menengah ke bawah yang sangat bergantung pada BBM untuk kebutuhan sehari-hari.

Roberth menjelaskan, harga keekonomian yang muncul pada struk merupakan gambaran biaya riil penyediaan energi apabila tidak ada intervensi subsidi dari pemerintah. Dengan kata lain, tanpa subsidi, masyarakat berpotensi membayar harga yang jauh lebih tinggi dibanding tarif yang berlaku saat ini.

Sementara itu, untuk BBM non-subsidi seperti Pertamax, harga jual memang mengikuti perkembangan harga minyak dunia dan kondisi pasar internasional. Namun demikian, pemerintah dan Pertamina tetap mempertimbangkan berbagai faktor sebelum melakukan penyesuaian harga.

Ia mencontohkan, pada periode sebelumnya harga Pertamax sempat ditahan agar tidak mengalami kenaikan meski tekanan harga minyak global cukup tinggi. Bahkan penyesuaian harga yang dilakukan pada 10 Juni 2026 juga telah memperhitungkan kondisi ekonomi nasional, daya beli masyarakat, keberlanjutan fiskal pemerintah, serta keberlangsungan usaha.

Menariknya, penyesuaian harga tidak hanya dilakukan Pertamina. Sejumlah badan usaha swasta pengelola SPBU juga melakukan langkah serupa. Meski demikian, harga BBM yang berlaku saat ini disebut masih belum sepenuhnya mencerminkan harga keekonomian berdasarkan kondisi pasar internasional.

Fakta bahwa harga keekonomian Pertalite menyentuh Rp18.040 per liter menunjukkan besarnya beban subsidi energi yang selama ini ditanggung negara. Di sisi lain, kondisi tersebut juga menggambarkan bagaimana kebijakan subsidi masih menjadi bantalan penting untuk menjaga konsumsi rumah tangga dan stabilitas ekonomi nasional di tengah gejolak harga energi global.

Jika harga BBM sepenuhnya mengikuti mekanisme pasar, maka harga jual BBM berpotensi jauh lebih tinggi. Karena itu, pemerintah masih berupaya mencari titik keseimbangan antara menjaga daya beli masyarakat, keberlanjutan fiskal negara, dan kepastian pasokan energi nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BBM di Indonesia Lebih Murah dari Singapura, tapi Apakah Lebih Terjangkau?

BBM di Indonesia Lebih Murah dari Singapura, tapi Apakah Lebih Terjangkau?

Your Say | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:35 WIB

Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan Pembiayaan Rp340 Miliar untuk 867 Debitur

Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan Pembiayaan Rp340 Miliar untuk 867 Debitur

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 20:02 WIB

Minat Hunian Pertama Tinggi, Penyaluran FLPP Capai 77 Ribu Unit

Minat Hunian Pertama Tinggi, Penyaluran FLPP Capai 77 Ribu Unit

Foto | Senin, 15 Juni 2026 | 11:00 WIB

Terkini

Bank of Japan Pilih Lawan Inflasi, Suku Bunga Naik Tertinggi Sejak 1995 di Tengah Pelemahan Yen

Bank of Japan Pilih Lawan Inflasi, Suku Bunga Naik Tertinggi Sejak 1995 di Tengah Pelemahan Yen

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 08:04 WIB

IHSG Bangkit dari Titik Terendah, Sinyal Pemulihan Makin Kuat Jelang Putusan MSCI

IHSG Bangkit dari Titik Terendah, Sinyal Pemulihan Makin Kuat Jelang Putusan MSCI

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 07:58 WIB

MBMA Rombak Direksi, Eks GoTo hingga Veteran Tambang Masuk Jajaran Pimpinan

MBMA Rombak Direksi, Eks GoTo hingga Veteran Tambang Masuk Jajaran Pimpinan

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 07:52 WIB

Vape Jadi Alat Bantu Beralih Merokok Paling Populer di Inggris

Vape Jadi Alat Bantu Beralih Merokok Paling Populer di Inggris

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 07:45 WIB

IHSG Bangkit di Tengah Ketidakpastian Global, Sucor Sekuritas: Peluang ke 6.700 Masih Terbuka

IHSG Bangkit di Tengah Ketidakpastian Global, Sucor Sekuritas: Peluang ke 6.700 Masih Terbuka

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 07:39 WIB

OJK Pastikan Operasional KoinP2P Tetap Berjalan, Akseleran Fokus Selesaikan Pendanaan Bermasalah

OJK Pastikan Operasional KoinP2P Tetap Berjalan, Akseleran Fokus Selesaikan Pendanaan Bermasalah

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 07:22 WIB

Bank Mandiri Gelar Mandiri Jogja Marathon 2026 dan Program Mandiri Sahabat Desa di 28 Desa

Bank Mandiri Gelar Mandiri Jogja Marathon 2026 dan Program Mandiri Sahabat Desa di 28 Desa

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:06 WIB

Revisi UU Hak Cipta Bikin Biaya Operasional Usaha Makin Mahal? Ini Kata Pakar

Revisi UU Hak Cipta Bikin Biaya Operasional Usaha Makin Mahal? Ini Kata Pakar

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:00 WIB

BSI Catat DPK Rp382 Triliun, Percepat Ekspansi Global Lewat Dubai dan Siapkan Cabang di Arab Saudi

BSI Catat DPK Rp382 Triliun, Percepat Ekspansi Global Lewat Dubai dan Siapkan Cabang di Arab Saudi

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 13:59 WIB

BRI Perkuat Digitalisasi, BRILink Agen Berpeluang Dapat Emas Gratis

BRI Perkuat Digitalisasi, BRILink Agen Berpeluang Dapat Emas Gratis

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:38 WIB