Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.234,497
LQ45 623,931
Srikehati 302,648
JII 372,208
USD/IDR 17.986

Sistem PT DSI Belum Teruji, Pelaku Usaha Batu Bara Cemas Jelang Evaluasi Perdana

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 18 Juni 2026 | 17:10 WIB
Sistem PT DSI Belum Teruji, Pelaku Usaha Batu Bara Cemas Jelang Evaluasi Perdana
Aktivitas bongkar-muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (20/8/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Akhir Agustus jadi ujian pertama efektivitas sistem ekspor DSI.
  • APBI khawatir integrasi sistem belum siap hadapi lonjakan laporan.
  • Risiko hambatan ekspor mengintai jika sistem digital bermasalah.

Suara.com - Kebijakan baru ekspor batu bara melalui PT Diversifikasi Sumber Indonesia (DSI) mulai memunculkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha. Asosiasi Pemasok Batubara Indonesia (APBI) menilai akhir Agustus 2026 akan menjadi momen penentuan yang menguji apakah sistem baru tersebut benar-benar siap menopang aktivitas ekspor nasional atau justru memicu hambatan baru.

Direktur Eksekutif APBI Gita Mahyarani mengungkapkan, dua bulan pertama implementasi kebijakan ini masih didominasi proses penyesuaian. Namun, ujian sesungguhnya baru akan terlihat ketika volume pelaporan ekspor meningkat menjelang akhir Agustus.

Menurutnya, perhatian pelaku usaha kini bukan lagi pada perdebatan soal arah kebijakan, melainkan risiko gangguan operasional apabila sistem digital yang menjadi tulang punggung pelaporan tidak mampu bekerja secara optimal.

"Kami melihat akhir Agustus sebagai periode krusial pertama. Di situlah akan terlihat apakah implementasi berjalan sesuai harapan atau justru masih banyak yang harus dibenahi," kata Gita, Kamis (18/6/2026).

Kekhawatiran tersebut muncul karena seluruh pelaku usaha kini diwajibkan melaporkan aktivitas ekspor melalui sistem yang dikelola PT DSI. Jika integrasi sistem tidak berjalan mulus, potensi keterlambatan administrasi hingga terganggunya proses ekspor dinilai bisa terjadi.

APBI menyoroti bahwa keberhasilan kebijakan ini tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga kesiapan infrastruktur digital yang menopang seluruh proses pelaporan. Sayangnya, hingga kini fokus utama PT DSI masih berada pada tahap pengembangan dan optimalisasi sistem.

Situasi ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah industri. Sebab, ketika volume laporan meningkat drastis dalam beberapa bulan ke depan, kapasitas sistem akan diuji secara nyata. Kegagalan integrasi berpotensi menciptakan bottleneck baru dalam rantai ekspor batu bara nasional.

APBI menilai evaluasi awal pada 1 September mendatang akan menjadi indikator penting apakah kebijakan tersebut mampu meningkatkan efisiensi atau justru menambah beban administrasi bagi eksportir.

Sementara itu Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menilai belum ada kepastian PT Danantara Sumberdaya Investama (DSI) akan mengambil alih penuh aktivitas ekspor komoditas strategis, termasuk minyak sawit mentah (CPO), setelah masa transisi berakhir.

baca juga

Ketua Umum GAPKI Eddy Martono mengatakan kelanjutan peran PT DSI akan sangat bergantung pada kesiapan sistem yang tengah dibangun perusahaan tersebut. Karena itu, pelaku usaha masih menunggu hasil masa transisi sebelum implementasi penuh kebijakan dilakukan.

"Belum, belum tentu. Nanti dilihat di masa transisi ini kan mereka akan bangun platform. Kan harus ada platform. Gitu. Ya mereka apakah nanti sudah siap atau belum, nanti tergantung persiapan dari eh membangun platform itu, apakah mereka sudah siap atau belum, kan begitu," kata Eddy kepada Suara.com, Kamis (18/6/2026).

Menurut dia, selama masa transisi DSI masih fokus membangun platform yang akan menjadi tulang punggung pelaksanaan ekspor ke depan. Jika sistem tersebut belum siap, DSI berpotensi tetap menjalankan fungsi sebagai perantara atau intermediary hingga seluruh kebutuhan operasional terpenuhi.

"Jadi itu bisa jadi nanti mereka tetap sementara sebagai intermediary dulu, atau perantara. Nah, nanti sampai benar-benar DSI itu siap, kan gitu. Jadi tidak, mereka juga sangat mengerti, tidak akan  menyebabkan nanti terjadi masalah gitu loh. Sehingga mereka juga tidak terburu-buru gitu," ujarnya.

Eddy menuturkan kesiapan sistem menjadi faktor penting mengingat karakteristik perdagangan sawit berbeda dengan komoditas lain. Transaksi ekspor umumnya dilakukan jauh sebelum pengiriman barang sehingga membutuhkan sistem yang mampu mendukung proses bisnis secara cepat dan akurat.

Selain sistem, kesiapan sumber daya manusia juga menjadi aspek yang perlu diperhatikan sebelum DSI mengambil peran lebih besar dalam aktivitas ekspor nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahlil Jamin Tak Ada Lagi Pemadaman Listrik: Insya Allah!

Bahlil Jamin Tak Ada Lagi Pemadaman Listrik: Insya Allah!

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:10 WIB

B50 Resmi Meluncur Juli 2026, ESDM Pastikan Stok Minyak Goreng Tetap Aman

B50 Resmi Meluncur Juli 2026, ESDM Pastikan Stok Minyak Goreng Tetap Aman

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:21 WIB

Bos Baru Danantara dari WNA Tuai Polemik, Pakar: Yang Penting Kompeten, Bukan Paspor

Bos Baru Danantara dari WNA Tuai Polemik, Pakar: Yang Penting Kompeten, Bukan Paspor

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:15 WIB

Terkini

Skema Potong Komisi Langsung Dinilai Bikin Pendapatan Ojol Lebih Transparan

Skema Potong Komisi Langsung Dinilai Bikin Pendapatan Ojol Lebih Transparan

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:36 WIB

8 Ciri-ciri Rumah yang Membawa Hoki dan Rezeki Menurut Feng Shui

8 Ciri-ciri Rumah yang Membawa Hoki dan Rezeki Menurut Feng Shui

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:35 WIB

3 Gol, 3 Poin, dan 1 Baju Dibuang: Cerita Unik Kemenangan Vietnam atas Indonesia

3 Gol, 3 Poin, dan 1 Baju Dibuang: Cerita Unik Kemenangan Vietnam atas Indonesia

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:28 WIB

Rupiah Tembus Rp18.013 per Dolar AS, Penguatan Greenback Kembali Tekan Mata Uang RI

Rupiah Tembus Rp18.013 per Dolar AS, Penguatan Greenback Kembali Tekan Mata Uang RI

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:27 WIB

Riset: Inflasi Medis RI Diproyeksi Tembus 17,8 Persen, Tertinggi di Asia

Riset: Inflasi Medis RI Diproyeksi Tembus 17,8 Persen, Tertinggi di Asia

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:22 WIB

Sergio Ramos Indonesia! Justin Hubner Sindir Vietnam Usai Garuda Dibantai 0-3

Sergio Ramos Indonesia! Justin Hubner Sindir Vietnam Usai Garuda Dibantai 0-3

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:20 WIB

8 Sunscreen Niacinamide untuk Mencerahkan Bekas Jerawat Kehitaman di Wajah

8 Sunscreen Niacinamide untuk Mencerahkan Bekas Jerawat Kehitaman di Wajah

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:19 WIB

IHSG Berbalik Menguat Pagi Ini, Saham TMPO Dijual investor

IHSG Berbalik Menguat Pagi Ini, Saham TMPO Dijual investor

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:15 WIB

Tips Cerdas Berburu Mobil Bekas Melalui Lelang Agar Keuangan Tetap Terjaga

Tips Cerdas Berburu Mobil Bekas Melalui Lelang Agar Keuangan Tetap Terjaga

Otomotif | Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:13 WIB

Panen Hujatan Usai Indonesia Digebuk Vietnam, Rizky Ridho Beri Jawaban Berkelas

Panen Hujatan Usai Indonesia Digebuk Vietnam, Rizky Ridho Beri Jawaban Berkelas

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:10 WIB

×