Jeffrey Hendrik Jadi Bos Baru BEI, Core Indonesia: Investor Lebih Peduli Kondisi Ekonomi RI!

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Kamis, 18 Juni 2026 | 17:42 WIB
Jeffrey Hendrik Jadi Bos Baru BEI, Core Indonesia: Investor Lebih Peduli Kondisi Ekonomi RI!
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet. Foto Rina-Suara.com
baca 10 detik
  • Investor nilai ekonomi RI lebih penting daripada sosok Dirut BEI.
  • Ketidakpastian DHE SDA masih jadi perhatian utama pasar.
  • Jeffrey ditantang lanjutkan reformasi dan perkuat transparansi BEI.

Suara.com - Terpilihnya Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2026-2030 dinilai menjadi momentum penting bagi pengembangan pasar modal nasional. Namun, pelaku pasar disebut tidak akan serta-merta menjadikan pergantian pucuk pimpinan bursa sebagai faktor utama dalam menentukan keputusan investasi.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menegaskan bahwa investor global maupun domestik lebih memperhatikan kondisi fundamental ekonomi Indonesia, kepastian arah kebijakan pemerintah, serta prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang dibanding sekadar figur yang memimpin BEI.

"Figur memang akan dinilai oleh market, tetapi bukan faktor utama. Investor tetap akan melihat bagaimana kondisi fundamental perekonomian kita dan bagaimana tata kelola ekonomi dijalankan," ujar Yusuf di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Menurutnya, sejumlah ketidakpastian kebijakan masih menjadi perhatian utama investor. Salah satunya adalah keberlanjutan kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) yang hingga kini belum memberikan kejelasan terkait implementasi lanjutan maupun kemungkinan perluasan sektor yang diwajibkan menempatkan devisa ekspornya di dalam negeri.

Yusuf menilai ketidakjelasan arah regulasi tersebut justru memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap minat investasi dibanding pergantian kepemimpinan di lantai bursa.

"Ketidakpastian mengenai kebijakan DHE SDA, arah regulasi ekonomi, dan prospek investasi Indonesia menjadi faktor yang lebih menentukan minat investor dibandingkan pergantian kepemimpinan di BEI," katanya.

Selain itu, investor juga disebut akan mencermati berbagai kebijakan ekonomi pemerintah yang berpotensi memengaruhi stabilitas pasar keuangan. Salah satu isu yang menjadi sorotan adalah revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) yang dikaitkan dengan independensi Bank Indonesia.

Menurut Yusuf, persepsi investor terhadap independensi bank sentral akan menjadi salah satu indikator penting sebelum mereka meningkatkan eksposur investasi di Indonesia.

"Investor akan melihat apakah revisi P2SK akan memengaruhi independensi Bank Indonesia atau tidak. Itu juga menjadi pertimbangan mereka untuk masuk ke pasar Indonesia," ujarnya.

baca juga

Di sisi lain, Jeffrey Hendrik menghadapi tantangan besar untuk menjaga momentum reformasi pasar modal yang telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir. Yusuf menilai pekerjaan rumah terbesar bagi manajemen baru BEI adalah memastikan berbagai agenda strategis tetap berlanjut, termasuk menindaklanjuti sejumlah catatan dari MSCI terkait peningkatan kualitas dan daya saing pasar modal Indonesia.

Ia menekankan bahwa penguatan pasar modal tidak dapat dilakukan oleh BEI seorang diri. Sinergi yang kuat dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pemerintah, dan regulator ekonomi lainnya menjadi syarat mutlak untuk meningkatkan kepercayaan investor.

"Pak Jeffrey perlu melakukan konsolidasi dengan berbagai pihak. Tidak bisa dilakukan sendiri. Komunikasi dengan OJK maupun otoritas ekonomi lainnya menjadi sangat penting," katanya.

Lebih lanjut, fokus utama BEI ke depan dinilai tetap berada pada upaya memperkuat transparansi, memperdalam likuiditas pasar, serta melanjutkan reformasi yang telah dirintis oleh kepemimpinan sebelumnya.

Yusuf menegaskan bahwa sebagian besar agenda pengembangan pasar modal Indonesia sebenarnya sudah berada di jalur yang benar. Karena itu, tantangan terbesar Jeffrey bukanlah memulai perubahan dari nol, melainkan memastikan kesinambungan reformasi agar pasar modal Indonesia semakin kompetitif di tengah persaingan investasi global yang semakin ketat.

Dengan kata lain, sukses atau tidaknya kepemimpinan Jeffrey Hendrik nantinya tidak hanya diukur dari kinerja Bursa Efek Indonesia, tetapi juga dari kemampuannya membangun kolaborasi dengan regulator dan pemerintah untuk menciptakan iklim investasi yang lebih pasti, transparan, dan menarik bagi investor dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Luhut Warning Prabowo: Ancaman Ekonomi Mengintai RI Setelah Juli 2026

Luhut Warning Prabowo: Ancaman Ekonomi Mengintai RI Setelah Juli 2026

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 14:48 WIB

Sah! OJK Restui Jeffrey Hendrik Jadi Bos BEI 2026-2030, Ini Susunan Lengkap Direksinya

Sah! OJK Restui Jeffrey Hendrik Jadi Bos BEI 2026-2030, Ini Susunan Lengkap Direksinya

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 14:31 WIB

Free Float Seret, FPNI Belum Kantongi Strategi Pasti Penuhi Ketentuan BEI

Free Float Seret, FPNI Belum Kantongi Strategi Pasti Penuhi Ketentuan BEI

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:40 WIB

Terkini

Di Balik Drakor Pinocchio: Membeda Cermin Buram Industri Media Masa Kini

Di Balik Drakor Pinocchio: Membeda Cermin Buram Industri Media Masa Kini

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 06:20 WIB

Literasi Keuangan Penting di Era Digital, Bukan Sekadar Tahu Cara Mengelola Uang

Literasi Keuangan Penting di Era Digital, Bukan Sekadar Tahu Cara Mengelola Uang

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 06:08 WIB

Ratas Ekonomi di Istana, PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level 54,0

Ratas Ekonomi di Istana, PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level 54,0

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 06:00 WIB

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

×