Luhut Warning Prabowo: Ancaman Ekonomi Mengintai RI Setelah Juli 2026

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 18 Juni 2026 | 14:48 WIB
Luhut Warning Prabowo: Ancaman Ekonomi Mengintai RI Setelah Juli 2026
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar tidak terlena dengan kondisi ekonomi yang saat ini masih terlihat stabil. Menurutnya ancaman nyata ekonomi RI akan terjadi setelah Juli 2026. Foto ist.
baca 10 detik
  • Luhut peringatkan ancaman ekonomi RI setelah Juli 2026.
  • Konflik AS-Iran berisiko mengguncang stabilitas ekonomi nasional.
  • Harga minyak turun, tetapi ketidakpastian global masih tinggi.

Suara.com - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar tidak terlena dengan kondisi ekonomi yang saat ini masih terlihat stabil. Menurutnya ancaman nyata ekonomi RI akan terjadi setelah Juli 2026.

Menurut Luhut, situasi global yang semakin tidak menentu berpotensi menjadi ancaman serius bagi ekonomi nasional setelah Juli 2026. Risiko terbesar datang dari memanasnya konflik geopolitik dunia, khususnya jika ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terus berlanjut.

Peringatan tersebut disampaikan Luhut usai melaporkan perkembangan ekonomi kepada Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta. Ia menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia memang masih relatif aman dalam beberapa pekan ke depan, namun awan gelap mulai terlihat di horizon.

"Jadi kami laporkan bahwa sampai Juli ini keadaan kita masih baik. Setelah Juli kita waspadai kalau perang ini masih berlanjut," kata Luhut dalam Indonesia Summit 2026 di Jakarta Selatan, Kamis (18/6).

Pernyataan itu menunjukkan bahwa ketahanan ekonomi Indonesia masih sangat bergantung pada perkembangan situasi global yang berada di luar kendali pemerintah. Jika konflik meluas dan mengganggu rantai pasok energi dunia, tekanan terhadap inflasi, nilai tukar rupiah, hingga daya beli masyarakat bisa kembali meningkat.

Meski sempat muncul kabar positif terkait sinyal perdamaian antara AS dan Iran yang mendorong harga minyak dunia turun, ketidakpastian belum sepenuhnya hilang. Harga minyak Brent tercatat turun 1,12 persen menjadi US$78,66 per barel, sementara minyak mentah WTI AS melemah 1,28 persen ke level US$75,81 per barel.

Namun, penurunan harga minyak tersebut dinilai belum cukup untuk menghapus kekhawatiran terhadap potensi guncangan ekonomi global. Pasalnya, konflik geopolitik yang berkepanjangan dapat sewaktu-waktu memicu lonjakan harga energi dan mengguncang pasar keuangan internasional.

Di tengah ancaman tersebut, Luhut menilai Indonesia masih memiliki peluang untuk bergerak lebih cepat dibanding banyak negara lain. Namun syaratnya, seluruh elemen bangsa harus mampu menjaga kekompakan dan mendukung agenda pemerintah.

Ia pun meminta masyarakat memberi ruang kepada Presiden Prabowo untuk mengeksekusi berbagai program prioritas yang telah dirancang. Kendati demikian, peringatan Luhut menjadi sinyal bahwa semester kedua 2026 berpotensi menjadi periode yang jauh lebih menantang bagi ekonomi Indonesia dibanding paruh pertama tahun ini.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DPRD DKI Dukung Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat Kebijakan Pembangunan

DPRD DKI Dukung Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat Kebijakan Pembangunan

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:41 WIB

Ancaman El Nino Berpotensi Picu Krisis Ekonomi, Pemerintah Diminta Waspada

Ancaman El Nino Berpotensi Picu Krisis Ekonomi, Pemerintah Diminta Waspada

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:09 WIB

Minyak Dunia Anjlok di Bawah 80 Dolar AS, Pertamina Buka Suara soal Harga Pertamax Series!

Minyak Dunia Anjlok di Bawah 80 Dolar AS, Pertamina Buka Suara soal Harga Pertamax Series!

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 12:30 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×