- PT PLN mengalami gangguan teknis pada dua pembangkit listrik besar yang menyebabkan penurunan kapasitas pasokan daya di Pulau Jawa.
- PLN memberlakukan pemadaman listrik bergilir secara terbatas dan terukur untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan bagi seluruh pelanggan.
- Perusahaan sedang mempercepat pemulihan teknis serta mengoptimalkan pasokan cadangan untuk menormalkan kembali sistem listrik secara bertahap.
Suara.com - PT PLN (Persero) mengungkapkan biang kerok padamnya listrik di wilayah Pulau Jawa, karena gangguan teknis pada dua infrastruktur pembangkit listrik besar miliknya.
Akibat kendala tersebut, perusahaan pelat merah ini terpaksa melakukan manajemen beban atau pemadaman listrik bergilir secara terbatas di sejumlah wilayah Pulau Jawa.
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, menjelaskan bahwa kendala operasional ini membuat dua pembangkit utama dinonaktifkan untuk sementara waktu, sehingga kapasitas total pasokan listrik pada sistem mengalami penurunan.
"Sistem kelistrikan Jawa saat ini beroperasi dan terkendali secara baik. Namun demikian, untuk menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah," ujar Gregorius dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/6/2026).
![Sejumlah warga menunggu pasokan listrik kembali menyala dengan penerangan lilin saat terjadi pemadaman listrik di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (23/5/2026). [Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/23/46252-pemadaman-listrik-di-aceh.jpg)
Guna mengatasi penurunan daya tersebut, PLN tengah melakukan percepatan pemulihan teknis serta mengoptimalkan pasokan cadangan dari jaringan pembangkit lainnya.
"Kami juga melakukan pengaturan operasi sistem guna menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik, serta meminimalkan dampak kepada pelanggan," tambah Gregorius.
Atas ketidaknyamanan operasional ini, manajemen PLN menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Pihaknya memastikan pemadaman bergilir ini hanya bersifat sementara.
"Manajemen beban ini bersifat sementara dan akan segera dihentikan secara bertahap seiring dengan membaiknya kondisi pasokan sistem," pungkasnya.