- PT Angkasa Pura Indonesia merevitalisasi Bandara Internasional Minangkabau dengan biaya Rp553 miliar untuk meningkatkan fasilitas dan nuansa budaya lokal.
- Pihak bandara berupaya membuka rute internasional langsung ke Malaysia serta Timur Tengah guna mengoptimalkan potensi pasar perjalanan umrah.
- Pengembangan jangka panjang ini bertujuan menjadikan Bandara Internasional Minangkabau sebagai hub penerbangan strategis yang mampu bersaing di kawasan Asia.
![Terminal Penumpang Bandara International Minangkabau tengah direvitalisasi dengan suasana minang. [Suara.com/Achmad Fauzi].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/19/49687-revitaslisasi-bandara-international-minangkabau.jpg)
InJourney Airport kini tengah mempercantik Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Sumatra Barat. Nantinya, terminal penumpanng BIM akan disulap, sehingga bernuansa budaya Minang.
Dalam program tersebut, Angkasa Pura Indonesia menetapkan empat fokus utama pengembangan.
Pertama, menghadirkan sentuhan budaya Minangkabau modern melalui transformasi visual interior yang memadukan arsitektur modern dengan motif tradisional seperti ukiran Kaluak Paku dan Pucuak Rebung.
Kedua, meningkatkan fasilitas dan kenyamanan penumpang melalui peremajaan area tunggu atau boarding lounge, optimalisasi suasana terminal, hingga peningkatan fasilitas toilet yang ramah disabilitas dan memenuhi standar global.
Ketiga, melakukan penataan ulang alur pergerakan penumpang dengan mengoptimalkan area check-in dan area komersial agar lebih luas, nyaman, dan bebas hambatan.
Keempat, menghadirkan area hijau di dalam terminal melalui penambahan elemen lanskap pada sejumlah titik strategis guna menciptakan suasana yang lebih asri dan menenangkan bagi para pengguna jasa bandara.
Adapun, biaya revitalisasi terminal penumpang BIM memakan biaya Rp 553 miliar, di mana dananya berasa dari internal perusahaan.
"Insyaallah di triwulan pertama tahun 2027 sudah selesai," pungkas Doni.