- PT Angkasa Pura Indonesia merevitalisasi terminal Bandara Internasional Minangkabau untuk mengintegrasikan sentuhan budaya lokal dengan desain arsitektur modern.
- Pembangunan mencakup peningkatan fasilitas penumpang, penataan ulang alur pergerakan, dan penambahan area hijau agar terminal lebih nyaman.
- Proyek senilai Rp553 miliar ini dijadwalkan rampung pada triwulan pertama tahun 2027 untuk meningkatkan pengalaman wisata.
Suara.com - PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) tengah mempercantik Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Sumatra Barat. Nantinya, terminal penumpanng BIM akan disulap, sehingga bernuansa budaya Minang.
General Manager Bandara Internasional Minangkabau Dony Subardono mengatakan, revitalisasi BIM, tak hanya membuat nyaman penumpang, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada para wisatawan.
"Kami ingin Bandara Internasional Minangkabau tidak hanya tempat naik dan turun dari pesawat saja, tetapi juga menjadi etalase budaya yang ramah, modern, dan membanggakan bagi masyarakat Sumatra Barat," ujar Dony dalam paparannya di BIM, Padang, Jumat (19/6/2026).
![Terminal Penumpang Bandara International Minangkabau tengah direvitalisasi dengan suasana minang. [Suara.com/Achmad Fauzi].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/19/53220-revitaslisasi-bandara-international-minangkabau.jpg)
Dalam program tersebut, Angkasa Pura Indonesia menetapkan empat fokus utama pengembangan.
Pertama, menghadirkan sentuhan budaya Minangkabau modern melalui transformasi visual interior yang memadukan arsitektur modern dengan motif tradisional seperti ukiran Kaluak Paku dan Pucuak Rebung.
Kedua, meningkatkan fasilitas dan kenyamanan penumpang melalui peremajaan area tunggu atau boarding lounge, optimalisasi suasana terminal, hingga peningkatan fasilitas toilet yang ramah disabilitas dan memenuhi standar global.
Ketiga, melakukan penataan ulang alur pergerakan penumpang dengan mengoptimalkan area check-in dan area komersial agar lebih luas, nyaman, dan bebas hambatan.
![Terminal Penumpang Bandara International Minangkabau tengah direvitalisasi dengan suasana minang. [Suara.com/Achmad Fauzi].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/19/49687-revitaslisasi-bandara-international-minangkabau.jpg)
Keempat, menghadirkan area hijau di dalam terminal melalui penambahan elemen lanskap pada sejumlah titik strategis guna menciptakan suasana yang lebih asri dan menenangkan bagi para pengguna jasa bandara.
Tak hanya dari sisi visual, Bandara Internasional Minangkabau juga berupaya menghadirkan pengalaman budaya yang dapat dirasakan melalui lima panca indera.
Untuk unsur penglihatan (sight), penumpang akan disuguhi berbagai elemen budaya Minangkabau yang ditampilkan di area terminal. Dari sisi sentuhan (touch), penggunaan pakaian adat akan dihadirkan dalam berbagai kegiatan dan acara di bandara.
Sementara itu, unsur suara (sound) akan diperkuat melalui penampilan musik daerah secara langsung di terminal.
![General Manager Bandara Internasional Minangkabau Dony Subardono. [Suara.com/Achmad Fauzi].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/19/47235-revitaslisasi-bandara-international-minangkabau.jpg)
Dari sisi cita rasa (taste), penumpang dapat menikmati kuliner khas Sumatra Barat melalui tenant yang mengusung konsep Rumah Gadang. Sedangkan unsur aroma (smell) diwujudkan melalui penggunaan wewangian khusus di area terminal.
Adapun, biaya revitalisasi terminal penumpang BIM memakan biaya Rp 553 miliar, di mana dananya berasa dari internal perusahaan.
"Insyaallah di triwulan pertama tahun 2027 sudah selesai," pungkas Doni.