Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.655.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Senin, 22 Juni 2026 | 19:20 WIB
Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?
Menteri Koperasi Ferry Juliantono. [Suara.com/Achmad Fauzi].
baca 10 detik
  • Indonesia berpotensi menjadi pusat ekonomi syariah global karena memiliki jumlah penduduk muslim terbesar di dunia saat ini.
  • Ferry Juliantono menekankan pentingnya peran koperasi dan keuangan syariah untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat akar rumput.
  • Sinergi antara Indonesia dan Malaysia diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi syariah global melalui kolaborasi strategis antar kedua negara.

Suara.com - Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu motor penggerak ekonomi syariah global seiring statusnya sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. 

Lantaran, potensi ekonomi syariah Indonesia dinilai semakin strategis di tengah pertumbuhan industri halal dan keuangan syariah global yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Menteri Koperasi Indonesia sekaligus Ketua Harian PP Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ferry Juliantono, mengatakan jumlah penduduk muslim global saat ini telah mencapai hampir dua miliar jiwa atau sekitar seperempat dari total populasi dunia.

Kondisi tersebut mendorong peningkatan permintaan terhadap berbagai produk dan layanan berbasis syariah di berbagai negara.

"Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi salah satu penggerak utama ekonomi syariah global," ujar Ferry Juliantono dalam keynote speech-nya di Menara Syariah, Pantai Indah Kapuk 2, Tangerang, Senin (22/6/2026).

Ilustrasi ekonomi syariah. [Freepik]
Ilustrasi ekonomi syariah. [Freepik]

Berdasarkan berbagai laporan ekonomi Islam global, nilai konsumsi masyarakat muslim dunia pada sektor ekonomi syariah telah melampaui 2 triliun dolar AS per tahun dan diproyeksikan terus bertumbuh dalam beberapa tahun mendatang.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa ekonomi syariah telah berkembang menjadi salah satu kekuatan penting dalam perekonomian dunia, bukan sekadar segmen pasar tertentu.

Indonesia sendiri memiliki lebih dari 240 juta penduduk muslim, menjadikannya salah satu pasar ekonomi syariah terbesar di dunia.

Dengan potensi tersebut, Indonesia dinilai memiliki peluang untuk bertransformasi dari sekadar konsumen menjadi produsen, inovator, sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi syariah global.

baca juga

Namun demikian, Ferry menegaskan bahwa ukuran keberhasilan ekonomi syariah tidak hanya ditentukan oleh besarnya aset maupun nilai transaksi yang tercipta. Menurutnya, keberhasilan sesungguhnya terletak pada kemampuan ekonomi syariah dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas, khususnya kelompok masyarakat akar rumput.

“Yang lebih penting adalah bagaimana ekonomi syariah mampu menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat luas, terutama masyarakat di tingkat akar rumput,” kata Ferry.

Karena itu, pengembangan ekonomi syariah harus berjalan beriringan dengan peningkatan inklusi ekonomi, perluasan akses layanan keuangan, serta upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Dalam konteks tersebut, kerja sama antarnegara menjadi faktor penting, terutama bagi negara-negara dengan populasi muslim besar seperti Indonesia dan Malaysia.

Ferry menjelaskan bahwa Indonesia dan Malaysia memiliki modal yang kuat untuk mempercepat pengembangan ekonomi syariah. Malaysia selama ini dikenal sebagai salah satu rujukan dunia dalam pengembangan industri keuangan syariah dan takaful. Sementara itu, Indonesia memiliki kekuatan pada basis ekonomi rakyat, jaringan komunitas yang luas, serta gerakan koperasi yang berkembang hingga tingkat desa.

Menurut Ferry, sinergi kedua negara berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan ekosistem ekonomi syariah di kawasan maupun tingkat global. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas dampak ekonomi syariah sehingga tidak hanya tercermin dalam pertumbuhan aset dan transaksi, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Saya meyakini bahwa kolaborasi yang semakin erat antara Indonesia dan Malaysia akan memberikan kontribusi yang signifikan bagi penguatan ekosistem ekonomi syariah di kawasan maupun di tingkat global,” ujarnya.

Pada saat yang sama, Ferry menekankan pentingnya peran koperasi dan industri keuangan syariah, termasuk takaful, sebagai instrumen strategis untuk memperluas jangkauan ekonomi syariah hingga ke tingkat komunitas dan desa. 

"Pengembangan ekonomi syariah Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan diyakini akan menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di panggung ekonomi syariah global," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonomi Syariah RI Melesat, Aset Permata Bank Meningkat

Ekonomi Syariah RI Melesat, Aset Permata Bank Meningkat

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:33 WIB

Kuasai 60 Persen Populasi, Gen Z dan Milenial Jadi 'Kunci' Masa Depan Asuransi Syariah

Kuasai 60 Persen Populasi, Gen Z dan Milenial Jadi 'Kunci' Masa Depan Asuransi Syariah

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 13:26 WIB

Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif

Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif

Bisnis | Sabtu, 28 Februari 2026 | 07:40 WIB

Terkini

Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun

Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:10 WIB

Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025

Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:04 WIB

Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?

Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:56 WIB

Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya

Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:54 WIB

Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada

Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:35 WIB

Pemerintah Guyur Stimulus Pangan hingga Transportasi Semester II 2026

Pemerintah Guyur Stimulus Pangan hingga Transportasi Semester II 2026

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:18 WIB

Harga MinyaKita Tak Jadi Naik, Terus Apa Solusi Pemerintah?

Harga MinyaKita Tak Jadi Naik, Terus Apa Solusi Pemerintah?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:10 WIB

Hilirisasi Nikel Butuh Talenta, IWIP dan WBN Fokus Kembangkan SDM

Hilirisasi Nikel Butuh Talenta, IWIP dan WBN Fokus Kembangkan SDM

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:06 WIB

Aset Negara Bernilai Tinggi di Senayan Diminta Kembali Dikelola Pemerintah

Aset Negara Bernilai Tinggi di Senayan Diminta Kembali Dikelola Pemerintah

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:03 WIB

Pedagang Online Wajib Punya NIB, Buat Ditarik Pajak?

Pedagang Online Wajib Punya NIB, Buat Ditarik Pajak?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 17:31 WIB