- IHSG sempat melemah namun melonjak ke level 6.119 pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Selasa 23 Juni 2026.
- Sebanyak 227 saham menguat dengan nilai transaksi Rp 958,5 miliar di tengah dinamika pasar yang bergerak secara sangat terbatas.
- Investor cenderung bersikap menunggu hasil evaluasi MSCI serta mencermati sentimen kebijakan keuangan lainnya dalam fase konsolidasi IHSG hari ini.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dua arah pada awal perdagangan, Selasa, 23 Juni 2026. Awalnya IHSG dibuka melemah ke level 6.096.
Namun, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pukul 09.05 WIB, IHSG melonjak tipis 0,05 persen ke level 6.119.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 1,24 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 958,5 miliar, serta frekuensi sebanyak 117.000 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 227 saham bergerak naik, sedangkan 262 saham mengalami penurunan, dan 470 saham tidak mengalami pergerakan.
![Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/03/18/62090-ihsg-ihsg-anjlok-bursa-efek-indeks-harga-saham-ilustrasi-bursa-ilustrasi-ihsg.jpg)
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, ZONE, JAWA, LEAD, GWSA, dan FIRE.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, CEKA, KIOS, LUCY, BYAN, dan BCIC
Proyeksi IHSG
IHSG diperkirakan masih bergerak terbatas pada perdagangan Selasa (23/6/2026). Pelaku pasar cenderung bersikap wait and see menjelang pengumuman MSCI Annual Market Classification Review yang akan dirilis pada 24 Juni 2026.
BRI Danareksa Sekuritas mencatat, pada perdagangan sebelumnya IHSG ditutup melemah 0,98 persen ke level 6.116,69. Pelemahan tersebut dipengaruhi oleh kehati-hatian investor dalam menanti hasil evaluasi MSCI yang dinilai dapat memengaruhi sentimen pasar saham domestik.
Selain faktor MSCI, pasar juga merespons sejumlah ketidakpastian terkait implementasi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).
Salah satunya adalah wacana demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berpotensi mengubah struktur kepemilikan dan tata kelola bursa di masa mendatang.
BRI Danareksa Sekuritas menilai perhatian investor pada hari ini tidak hanya tertuju pada hasil MSCI Annual Market Classification Review. Pasar juga akan mencermati rilis data M2 Money Supply Indonesia serta perkembangan review peringkat kredit Indonesia oleh S&P Global.
Secara teknikal, pergerakan IHSG masih berada dalam fase konsolidasi. Meski demikian, peluang rebound dinilai masih terbuka selama indeks mampu bertahan di atas area support.
"Secara teknikal, IHSG masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan terbatas. Selama bertahan di atas area support 6.070–5.930, peluang rebound masih terbuka dengan target resistance 6.300–6.350," tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam riset hariannya.
Untuk strategi perdagangan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang layak dicermati investor, yakni saham PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Indika Energy Tbk (INDY).
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.