- PT Prodia Diagnostic Line Tbk resmi memulai penawaran umum perdana saham dengan kode emiten PRDL di pasar modal.
- Perusahaan manufaktur alat kesehatan di Cikarang ini melepas 30% sahamnya guna meraih target pendanaan Rp62,74 miliar.
- Aksi korporasi ini menarik perhatian karena keterkaitan investasi tidak langsung dari konglomerat Prajogo Pangestu melalui PT Prodia Widyahusada.
Detail IPO, Valuasi Saham, dan Target Pendanaan
Dalam gelaran aksi korporasi ini, PRDL berkomitmen melepas sebanyak 30% sahamnya atau setara dengan 522,9 juta lembar saham baru kepada publik.
Manajemen menetapkan rentang harga penawaran awal berada pada kisaran Rp100 hingga Rp120 per lembar saham. Dari hasil penjualan saham perdana tersebut, PRDL membidik perolehan dana segar dari pasar modal hingga mencapai Rp62,74 miliar.
Dari sisi finansial, saham PRDL dinilai menawarkan valuasi yang cukup kompetitif untuk ukuran emiten industri kesehatan yang telah mencetak laba bersih konisten.
Valuasi Price to Earning Ratio (PER) saat IPO diproyeksikan berkisar antara 10 kali hingga 12 kali. Sementara itu, rasio Price to Book Value (PBV) kotor perseroan berada pada rentang yang cukup menarik di angka 1,3 kali hingga 1,4 kali.
Kondisi keuangan PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) juga menunjukkan tren pertumbuhan yang kuat dan impresif. Beroperasi di bawah naungan Prodia Group pada industri Diagnostik In Vitro, perusahaan ini mencatatkan kenaikan pendapatan dari Rp173 miliar (2023) menjadi Rp455 miliar (2025), dengan lonjakan laba bersih signifikan dari di bawah Rp1 miliar menjadi Rp32,44 miliar pada periode yang sama.