Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengaku bakal mengurus proses hibah lahan Meikarta menjadi aset negara. [Suara.com/Novian]
baca 10 detik
  • Hibah lahan Meikarta belum tuntas, pemerintah masih bahas legalitas.
  • BPKP turun tangan cari skema aman penerimaan aset dari Lippo.
  • Due diligence tanah dan penunjukan BUMN pelaksana masih berjalan.

Suara.com - Rencana pemerintah menerima hibah lahan dari Lippo Group di kawasan Meikarta, Cikarang, untuk pembangunan apartemen subsidi masih dibayangi sejumlah persoalan tata kelola dan kepastian hukum.

Bahkan, pemerintah harus melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mencari skema yang dinilai paling aman sebelum proses hibah resmi dilakukan.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani dan Kepala BP BUMN Dony Oskaria menggelar konsultasi dengan Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh di Jakarta Timur. Pertemuan itu fokus membahas aspek legalitas, tata kelola, serta mekanisme hibah lahan yang akan digunakan untuk mendukung pembangunan apartemen subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Langkah konsultasi tersebut menunjukkan proses hibah lahan Meikarta belum sepenuhnya tuntas. Sejumlah isu krusial masih menjadi pembahasan, mulai dari percepatan due diligence legalitas tanah yang dilakukan Danantara, penyelesaian serah terima aset, penentuan BUMN pelaksana proyek, hingga penetapan harga jual unit apartemen subsidi.

Selain itu, pemerintah juga masih membahas Instruksi Presiden (Inpres) yang diinisiasi Danantara untuk mempercepat pelaksanaan program. Fakta bahwa berbagai aspek fundamental masih dalam tahap pembahasan memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan proyek untuk segera direalisasikan.

Ilustrasi Hunian Meikarta/ist.
Ilustrasi Hunian Meikarta/ist.

Maruarar mengakui konsultasi dengan BPKP dilakukan untuk memastikan hibah lahan dari Lippo Group kepada negara tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

"Kami datang ke sini untuk berdiskusi bagaimana tata kelola untuk hibah dari Lippo yaitu lahan di Meikarta untuk negara sesuai dengan tata kelola yang benar," kata Maruarar.

Dalam pembahasan tersebut, BPKP bahkan menawarkan dua alternatif mekanisme penerimaan hibah. Pilihan pertama melalui kementerian atau lembaga yang kemudian diteruskan kepada BUMN, sementara opsi kedua berupa hibah langsung dari pihak swasta kepada BUMN.

Adanya dua skema yang masih dipertimbangkan menunjukkan pemerintah belum memiliki formula final dalam menerima dan mengelola aset bernilai besar tersebut. Pada akhirnya, pemerintah memutuskan hibah lahan akan diserahkan terlebih dahulu kepada negara melalui Kementerian Keuangan, tepatnya Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).

baca juga

Selanjutnya, aset tersebut akan diteruskan kepada Danantara sebelum akhirnya diserahkan kepada BUMN yang ditunjuk untuk membangun dan mengelola apartemen subsidi. Mekanisme berlapis ini dinilai penting untuk menjaga akuntabilitas, namun di sisi lain berpotensi menambah panjang proses birokrasi sebelum proyek benar-benar berjalan.

Di tengah upaya pemerintah mengejar target Program 3 Juta Rumah, skema penyelamatan dan pemanfaatan aset Meikarta kini menjadi sorotan. Pasalnya, proyek yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu megaproyek properti paling kontroversial di Indonesia tersebut masih menyisakan berbagai pekerjaan rumah, terutama terkait legalitas dan tata kelola aset yang kini akan dialihkan kepada negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara

Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:40 WIB

Gejolak Timur Tengah Bikin LNG Mahal, Indonesia Tak Bisa Menghindar

Gejolak Timur Tengah Bikin LNG Mahal, Indonesia Tak Bisa Menghindar

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:05 WIB

Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T

Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 20:34 WIB

Terkini

33 Negara Kompak Anjurkan Warganya Siapkan Logistik Darurat, Ada Apa?

33 Negara Kompak Anjurkan Warganya Siapkan Logistik Darurat, Ada Apa?

News | Jum'at, 06 November 2026 | 19:44 WIB

Kemenperin Ancam Ketok Palu, Impor Bahan Baku Kimia Bakal Dibatasi Lagi

Kemenperin Ancam Ketok Palu, Impor Bahan Baku Kimia Bakal Dibatasi Lagi

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 19:44 WIB

Tutup Pertamuda Seed and Scale 2026, Pertamina Umumkan Sembilan Inovator Muda Terbaik

Tutup Pertamuda Seed and Scale 2026, Pertamina Umumkan Sembilan Inovator Muda Terbaik

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 19:44 WIB

Cara Menurunkan Desil Lewat Aplikasi Cek Bansos, Penuhi Syarat Ini

Cara Menurunkan Desil Lewat Aplikasi Cek Bansos, Penuhi Syarat Ini

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 19:40 WIB

Kader Gerindra Semarang Geruduk Polrestabes, Desak Kasus Penyadapan Prabowo Diusut Tuntas!

Kader Gerindra Semarang Geruduk Polrestabes, Desak Kasus Penyadapan Prabowo Diusut Tuntas!

Jawa Tengah | Jum'at, 06 November 2026 | 19:39 WIB

Isu Terseret Kasus Karhutla Kalimantan, NCKL Buka Suara

Isu Terseret Kasus Karhutla Kalimantan, NCKL Buka Suara

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 19:37 WIB

Warga Tewas Ditembak Saat Maulid di Aceh, KontraS Duga Terjadi Pembunuhan di Luar Hukum

Warga Tewas Ditembak Saat Maulid di Aceh, KontraS Duga Terjadi Pembunuhan di Luar Hukum

News | Jum'at, 06 November 2026 | 19:34 WIB

Dari Jalanan ke Piala Wali Kota, Anak-anak Liga Aspal Siap Unjuk Gigi

Dari Jalanan ke Piala Wali Kota, Anak-anak Liga Aspal Siap Unjuk Gigi

News | Jum'at, 06 November 2026 | 19:31 WIB

Gandeng Kader Posyandu, Taj Yasin Genjot Pendataan Perlinsos Digital di Jateng

Gandeng Kader Posyandu, Taj Yasin Genjot Pendataan Perlinsos Digital di Jateng

News | Jum'at, 06 November 2026 | 19:30 WIB

Wagub Taj Yasin Minta Baznas-Lazismu Sinergi Ikut Entaskan Kemiskinan

Wagub Taj Yasin Minta Baznas-Lazismu Sinergi Ikut Entaskan Kemiskinan

Jawa Tengah | Jum'at, 06 November 2026 | 19:24 WIB

×