Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Chyntia Sami Bhayangkara

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:39 WIB
Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi
Gedung BNI (Dok BNI)
baca 10 detik
  • BNI merupakan bank pertama milik negara yang berdiri sejak 1946 dan konsisten melakukan transformasi berkelanjutan hingga kini.
  • Transformasi digital BNI melalui aplikasi wondr dan BNIdirect berhasil meningkatkan efisiensi serta jumlah transaksi nasabah secara signifikan.
  • BNI memperluas inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi melalui jaringan Agen46, platform Xpora bagi UMKM, serta pemberian beasiswa.

Suara.com - Delapan dekade bukan waktu yang singkat bagi PT Bank Negara Indonesia (Persero) atau BNI menjadi salah satu bank terpercaya di Indonesia. Bank pertama milik negara yang lahir pada 1946 ini telah melewati berbagai fase perjalanan bangsa mulai dari awal kemerdekaan, pembangunan ekonomi nasional, krisis keuangan hingga era transformasi digital yang mengubah wajah industri perbankan saat ini.

Perkembangan teknologi yang masif telah menggeser cara masyarakat Indonesia berinteraksi dengan layanan keuangan. Aktivitas yang dahulu mengharuskan nasabah datang ke kantor cabang untuk mengisi formulir atau antre di depan teller kini dapat diselesaikan dalam hitungan detik melalui telepon genggam.

Perubahan perilaku masyarakat tersebut tercermin dalam pertumbuhan transaksi digital yang terus meningkat secara signifikan. Data Bank Indonesia menunjukkan, volume transaksi pembayaran digital hingga Mei 2026 mencapai 5,22 miliar atau tumbuh 28,14 persen dibandingkan periode  yang sama di tahun sebelumnya. 

Perubahan tersebut tidak hanya mengubah kebiasaan masyarakat, tetapi juga menghadirkan tantangan baru bagi industri perbankan. BNI menjawab tantangan tersebut dengan melakukan berbagai transformasi digitalisasi menyesuaikan kebutuhan masyarajat yang semakin digital.

Transformasi tidak hanya berlangsung dalam beberapa tahun terakhir, melainkan telah menjadi bagian dari evolusi perusahaan selama delapan dekade.

Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, transformasi berkelanjutan menjadi bagian penting dalam memperkuat daya saing perusahaan di tengah perubahan yang terus berlangsung.

"Kami optimistis penguatan tata kelola dan transformasi berkelanjutan ini akan semakin memperkokoh posisi BNI sebagai bank yang sehat, kompetitif, dan mampu memberikan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.

Delapan Dekade Bangkit dan Bertumbuh

Kemampuan beradaptasi terhadap perubahan bukanlah hal baru bagi BNI. Sejak didirikan pada 5 Juli 1946, bank pertama milik negara ini telah melakukan serangkaian transformasi untuk menjawab tantangan di setiap era.

Merujuk pada Buku Laporan Tahunan BNI, pada periode awal berdiri BNI difungsikan sebagai bank pembangunan nasional untuk memperbaiki ekonomi rakyat Indonesia serta berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi nasional dengan memberdayakan berbagai sektor di Indonesia.

Peran BNI di periode awal ini sangat krusial dalam membangun fondasi perekonomian bangsa Indonesia pascakemerdekaan. Transformasi demi transformasi telah dilakukan, mulai dari membuka cabang pertama di luar negeri yakni Singapura pada 1950, memperkenalkan layanan perbankan Bank Terapung dan Bank Keliling pada 1960, melakukan restrukturisasi operasional dan pembenahan korporasi hingga meluncurkan logo baru berupa 'bahtera berlayar di tengah samudra' sebagai ungkapan harapan bank di tahun 1989.

Memasuki tahun 1997 seluruh sektor perbankan termasuk BNI menghadapi tantangan krisis moneter yang melanda Indonesia. Pelan tapi pasti, BNI terus melakukan perbaikan hingga akhirnya menerbitkan saham baru yang dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dn Bursa Efek Surabaya pada 2007 dan 2010. Capaian ini menandai kepemilikan publik meningkat menjadi 40 persen. 

Untuk menjawab tantangan krisis ekonomi global, manajemen BNI tahun 2008 merancang lima strategi utama untuk memperkuat landasan finansial, yakni kecukupan pencadangan kerugian, peningkatan kualitas aktiva, fokus pada profitabilitas, menciptakan model bisnis yang berkelanjutan dan mempertahankan struktur biaya yang efisien.

Serangkaian transformasi berkelanjutan yang dilakukan akhirnya membawa BNI mendapatkan laba bersih dua digit pertama sebesar Rp10,8 triliun di tahun 2014. Laba bersih ini terus meningkat hingga menyentuh Rp11,4 triliun di tahun 2016 dengan coverage ratio mencapai 146 persen dan CAR 19,4 persen.

Perubahan besar datang saat digitalisasi mengubah cara masyarakat berinteraksi dengan layanan keuangan. Jika pada periode-periode sebelumnya transformasi dilakukan untuk memperluas akses layanan, kini BNI menghadapi tantangan baru menghadirkan layanan yang lebih efisien dan cepat langsung melalui teknologi digital dalam genggaman nasabah.

Era Transformasi Digital

Era baru digitalisasi membuat seluruh aktivitas keuangan masyarakat dilakukan melalui platform digital dalam genggaman tangan. Perubahan ini terjadi seiring dengan meningkatnya penetrasi internet di Indonesia. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet (APJII) mencatat jumlah pengguna internet nasional mencapai 229,4 juta jiwa atau setara dengan 80,66 persen populasi Indonesia.

Dampaknya terlihat dari jumlah penggunaa layanan mobile banking yang meningkat sebesar 26,16 persen berdasarkan data Bank Indonesia. Sementara, transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) melonjak tajam hingga 95,10 persen secara tahunan. 

Di era ini, tantangan yang dihadapi industri perbankan tak lagi sama dengan beberapa dekade sebelumnya. Perubahan yang terjadi menuntut bank-bank konvensional beradaptasi lebih cepat menjangkau pengguna layanan keuangan yang semakin digital.

Perubahan inilah yang mendorong BNI memulai babak baru transformasi digital berkelanjutan. Transformasi ini dimulai pada 2019, BNI menjadi bank BUMN pertama yang bertransformasi digital dengan meluncurkan layanan pembukuan rekening secara digital melalui aplikasi mobile banking. 

Di tahun 2024, BNI meluncurkan aplikasi wondr by BNI dan mengoptimalkan layanan BNIdirect dengan menyatukan berbagai layanan transaksi digital yang sebelumnya tersebar menjadi satu platform komprehensif.

Jumlah pengguna wondr by BNI mencapai 5,4 juta pengguna di tahun pertama aplikasi ini diluncurkan. Angka pengguna terus naik signifikan di tahun 2025 mencapai 12 juta pengguna dengan nilai transaksi mencapai Rp1.198 triliun atau naik 5,2 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara jumlah transaksi mencapai 1,35 miliar atau naik 5,5 kali lipat secara tahunan.

Peningkatan ini berkontribusi besar terhadap pertumbuhan tabungan yang meningkat 10,2 persen Year on Year (YoY), memperkuat struktur Current Account Saving Account (CASA) dan menjaga biaya dana tetap efisien.

Langkah transformasi besar diambil BNI dengan menutup layanan internet banking dan mengalihkannya ke platform digital wondr by BNI untuk kebutuhan ritel dan BNIdirect untuk kebutuhan korporasi dan usaha. 

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, peralihan tersebut merupakan bagian dari upaya BNI memperkuat ekosistem digital di tengah meningkatnya penggunaan layanan keuangan berbasis digital.

"Transformasi ini merupakan bagian dari komitmen BNI dalam menghadirkan layanan digital yang lebih aman, cepat, dan relevan dengan kebutuhan nasabah saat ini," kata Okki dalam keterangan tertulis belum lama ini.

Perubahan yang dilakukan menunjukkan hasil yang positif. Tercatat jumlah pengguna wondr by BNI hingga medio 2026 telah mencapai lebih dari 13 juta dengan tingkat engagement yang meningkat secara signifikan. Sementara, pengguna BNIdirect juga tumbuh dengan nilai transaksi 16 persen secara tahunan. Pertumbuhan positif ini berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan tabungan ritel dana giro korporasi. 

Transformasi yang Berdampak

Berbagai terobosan yang dijalankan BNI tidak hanya bertujuan menghadirkan layanan yang lebih cepat dan nyaman untuk nasabah di tengah perkembangan Teknologi. Lebih dari itu, transformasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan keuangan agar menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk mereka yang berada di wilayah dengan keterbatasan akses layanan perbankan.

Komitmen tersebut terbukti melalui penguatan jaringan Agen46 yang tersebar hingga penjuru negeri. Hingga September 2025, jumlah Agen46 mencapai 226.143 agen atau tumbuh 9,1 persen secara tahunan. Volume transaksi yang diproses melalui Agen46 tercatat mencapai 79,81 juta transaksi atau tumbuh 37,2 persen secara tahunan.

Tak sampai di situ, kinerja finansial jaringan keagenan BNI ini juga menunjukkan tren positif. Fee Based Income (FBI) dari layanan keagenan tumbuh 18,9 persen secara tahunan dan CASA atau saldo rekening afiliasi agen meningkat 39,3 persen secara tahunan menjadi Rp5,5 triliun. 

Okki mengatakan, pencapaian ini menjadi bukti nyata memperluas inklusi keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat.

"Catatan ini menjadi cerminan nyata bahwa keterlibatan BNI mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan," kata Okki.

Perluasan akses keuangan tersebut sejalan dengan berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa digitalisasi perbankan tidak hanya meningkatkan efisiensi layanan, tetapi juga mendorong inklusi keuangan. 

Penelitian Ceasario A.F. dan Fauzatul Laily Nisa yang dipublikasikan dalam Al Rikaz: Journal of Islamic Economics and Finance pada 2025 menyimpulkan digitalisasi layanan perbankan berperan penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal melalui kemudahan transaksi dan akses layanan yang lebih luas.

Dampak transformasi tersebut juga dirasakan oleh para pelaku usaha atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Melalui platform Xpora, BNI berupaya membantu UMKM memperluas akses pasar hingga ke tingkat global. Di sini UMKM mendapatkan layanan pembiayaan, konsultasi bisnis, hingga akses informasi pasar mancanegara melalui jaringan diaspora Indonesia dan kantor cabang BNI di luar negeri.

Merujuk Laporan Keberlanjutan BNI 2025, program ini telah diakses oleh 12.094 debitur dengan total pembiayaan mencapai Rp35 tiliun sampai akhir 2025. BNI juga menyediakan fitur Fast Trex Xpora yang menawarkan kemudahan pembiayaan, diskon tarif luar negeri, fasilitas forex line, business matching, business pitching dan masih banyak lagi.

"Dengan strategi inklusif, pembiayaan berbasis sektor produktif, hingga inovasi digital, BNI akan terus mendukung UMKM agar mampu tumbuh berkelanjutan dan meningkatkan kontribusinya bagi perekonomian nasional," kata Okki.

Komitmen BNI tidak hanya berhenti pada sektor keuangan dan pemberdayaan usaha. Dalam mendukung upaya pemerataan akses pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, BNI melalui program BNI Berbagi menyalurkan beasiswa.

Sepanjang 2025 hingga April 2026, tercatat BNI telah menyalurkan beasiswa kepada lebih dari 1.000 pelajar mulai dari jenjang SD sampai jenjang perguruan tinggi.

Direktur Network & Retail Funding BNI Rian Kaslan mengatakan, BNI terus bertransformasi melakukan berbagai inovasi produk dan layanan yang relevan bagi masyarakat. Tidak hanya bertujuan mempermudah transaksi, melainkan juga memberi nilai tambah dalam mengelola keuangan pribadi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat di penjuru negeri.

"Melalui wondr by BNI dan jaringan Agen46, kami ingin memastikan akses keuangan yang lebih luas, mudah, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat," kata Rian.

Berbagai inisiatif tersebut menunjukkan transformasi yang dijalankan BNI tidak semata-mata berorientasi pada pertumbuhan bisnis. Di usia ke-80 tahun, transformasi menjadi sarana bagi BNI untuk memperluas akses keuangan, memperkuat daya saing UMKM dan membuka kesempatan besar bagi generasi muda Indonesia untuk berkembang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Biar Bisa Bersaing, Emiten PPRO Lakukan Transformasi Bisnis

Biar Bisa Bersaing, Emiten PPRO Lakukan Transformasi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:42 WIB

Kunjungi Suara.com, Mahasiswa UAJY Pelajari Strategi Media dari Disrupsi AI

Kunjungi Suara.com, Mahasiswa UAJY Pelajari Strategi Media dari Disrupsi AI

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 17:15 WIB

Hashim Djojohadikusumo Mendadak Mundur dari Komisaris Utama WIFI

Hashim Djojohadikusumo Mendadak Mundur dari Komisaris Utama WIFI

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:06 WIB

Jejak Digital Hannah Al Rashid Berjuang Garis 2 Viral, Ketegaran Tuai Pujian

Jejak Digital Hannah Al Rashid Berjuang Garis 2 Viral, Ketegaran Tuai Pujian

Entertainment | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Over-Explaining di Chat: Takut Salah Paham atau Beban Mental Digital?

Over-Explaining di Chat: Takut Salah Paham atau Beban Mental Digital?

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Pelindo Perkenalkan ADHARA, Hubungkan Ekosistem Maritim Dalam Satu Platform Digital

Pelindo Perkenalkan ADHARA, Hubungkan Ekosistem Maritim Dalam Satu Platform Digital

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:34 WIB

Dorong Keterampilan Digital Pengusaha Perempuan, Platform Ini Hadirkan Pelatihan Gratis

Dorong Keterampilan Digital Pengusaha Perempuan, Platform Ini Hadirkan Pelatihan Gratis

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:29 WIB

Tren Digital Dongkrak Transaksi Fesyen Lokal hingga 70%

Tren Digital Dongkrak Transaksi Fesyen Lokal hingga 70%

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:01 WIB

RI Masuk 5 Besar Pertumbuhan Global, Platform Edukasi Digital Bidik Ekspansi

RI Masuk 5 Besar Pertumbuhan Global, Platform Edukasi Digital Bidik Ekspansi

Tekno | Rabu, 30 September 2026 | 07:25 WIB

Patungan Tak Lagi Ribet, Hitung hingga Pantau Pembayaran dalam Satu Layanan

Patungan Tak Lagi Ribet, Hitung hingga Pantau Pembayaran dalam Satu Layanan

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 18:30 WIB

Terkini

Anak Usaha GGRM Resmi Kelola Bandara Dhoho, Skema KSO Angkasa Pura berakhir

Anak Usaha GGRM Resmi Kelola Bandara Dhoho, Skema KSO Angkasa Pura berakhir

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:09 WIB

Mengapa Keadilan Gender Sering Kali Kandas di Dapur Rumah Tangga

Mengapa Keadilan Gender Sering Kali Kandas di Dapur Rumah Tangga

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Pisau Bermata Dua Homeless Media: Cepat Berbagi Rentan Tersandera Algoritma

Pisau Bermata Dua Homeless Media: Cepat Berbagi Rentan Tersandera Algoritma

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:50 WIB

Indonesia vs Thailand: Laga Final Dua Rival Klasik di Kawasan ASEAN

Indonesia vs Thailand: Laga Final Dua Rival Klasik di Kawasan ASEAN

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:40 WIB

Rumah Terlalu Lembap Bisa Ganggu Kesehatan, Ini Cara Mengatasinya

Rumah Terlalu Lembap Bisa Ganggu Kesehatan, Ini Cara Mengatasinya

Health | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:37 WIB

Harga Cabai Kompak Meroket, Ada yang Tembus  Rp100 Ribu per Kilogram

Harga Cabai Kompak Meroket, Ada yang Tembus Rp100 Ribu per Kilogram

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:35 WIB

3 Rekomendasi Sepatu Lokal Sol Empuk Aman untuk Hujan-hujanan, Anti Licin

3 Rekomendasi Sepatu Lokal Sol Empuk Aman untuk Hujan-hujanan, Anti Licin

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:27 WIB

Bupati Afni Nangis Sesenggukan Lihat Kondisi Rakyatnya di Daerah Terluar Siak

Bupati Afni Nangis Sesenggukan Lihat Kondisi Rakyatnya di Daerah Terluar Siak

Riau | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:25 WIB

Tinted Sunscreen untuk Apa? Ini Manfaat dan Cara Memilih Produk yang Tepat

Tinted Sunscreen untuk Apa? Ini Manfaat dan Cara Memilih Produk yang Tepat

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:24 WIB

Menakar Nasib Gibran di Akhir Sidang Usai Ahli Relawan Diusir Hakim

Menakar Nasib Gibran di Akhir Sidang Usai Ahli Relawan Diusir Hakim

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:07 WIB

×