Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Achmad Fauzi

Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:59 WIB
Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun
ilustrasi kemasan rokok bercukai. [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar]
baca 10 detik
  • Pemerintah berencana menerapkan kebijakan penyeragaman kemasan rokok melalui Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan untuk mengurangi daya tarik produk tembakau.
  • Serikat pekerja menolak kebijakan tersebut karena berpotensi meningkatkan peredaran rokok ilegal serta merugikan penerimaan cukai negara.
  • Kebijakan ini dikhawatirkan mengancam keberlangsungan industri hasil tembakau yang menyerap enam juta tenaga kerja di seluruh Indonesia.

Suara.com - Rencana pemerintah menerapkan kebijakan penyeragaman kemasan rokok (plain packaging) melalui Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan (RPMK) tentang Peringatan Kesehatan dan Informasi pada Produk Tembakau serta Rokok Elektronik terus menuai penolakan.

Kalangan serikat pekerja menilai kebijakan tersebut berpotensi menggerus penerimaan negara karena dikhawatirkan memicu peningkatan peredaran rokok ilegal.

Ketua Pimpinan Daerah Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman-Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PD FSP RTMM-SPSI DIY) Waljid Budi Lestarianto mengatakan, salah satu substansi yang paling disorot dalam RPMK adalah rencana standardisasi kemasan atau plain packaging.

Menurutnya, meski pemerintah beralasan kebijakan tersebut bertujuan mengurangi daya tarik visual produk tembakau, dampaknya tidak bisa hanya dilihat dari aspek kesehatan semata.

Petugas Bea Cukai Aceh mengamankan rokok ilegal. [Antara]
Petugas Bea Cukai Aceh mengamankan rokok ilegal. [Antara]

Waljid menjelaskan, industri hasil tembakau (IHT) merupakan ekosistem besar yang melibatkan petani tembakau, petani cengkeh, buruh linting rokok, pekerja pabrik, industri percetakan kemasan, sektor distribusi, logistik, hingga pedagang kecil. Karena itu, setiap kebijakan yang berpotensi menekan industri legal diyakini akan memberikan efek berantai terhadap perekonomian nasional.

Mengacu pada data Kementerian Perindustrian, ekosistem industri hasil tembakau menyerap sekitar enam juta tenaga kerja dari hulu hingga hilir. Selain itu, sektor ini juga menjadi salah satu penyumbang utama penerimaan negara melalui cukai.

Pada 2025, penerimaan cukai hasil tembakau tercatat mencapai lebih dari Rp230 triliun, meningkat dibandingkan realisasi 2024 yang berada di kisaran Rp216 triliun.

Waljid menilai penerapan plain packaging justru berpotensi melemahkan identitas produk legal sehingga konsumen semakin sulit membedakan produk resmi dengan produk ilegal maupun produk palsu.

"Industri tembakau adalah salah satu penyumbang terbesar penerimaan negara melalui cukai. Jika kebijakan ini diterapkan, potensi kerugian negara bisa mencapai puluhan triliun rupiah per tahun akibat maraknya rokok ilegal," ujarnya seperti dikutip, Jumat (26/6/2026).

baca juga

Ia mengingatkan, meningkatnya peredaran rokok ilegal bukan sekadar asumsi. Hingga akhir September 2025, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai telah menyita sekitar 8,16 juta batang rokok ilegal dalam berbagai operasi penindakan.

Menurut Waljid, apabila produk ilegal semakin mudah beredar, tekanan terhadap industri legal akan semakin besar karena produk ilegal tidak menanggung beban cukai maupun kewajiban lain sebagaimana pelaku usaha yang mematuhi aturan.

Kondisi tersebut, lanjutnya, dapat memicu penurunan volume produksi industri legal yang pada akhirnya berdampak terhadap penerimaan cukai negara serta mendorong perusahaan melakukan efisiensi.

Kelompok pekerja yang dinilai paling rentan terdampak adalah sektor Sigaret Kretek Tangan (SKT). Sebagai industri padat karya, penurunan permintaan dinilai akan langsung berpengaruh terhadap kebutuhan tenaga kerja.

"Kalau semua kemasan dibuat seragam, produk ilegal justru semakin mudah masuk pasar. Ini bukan solusi, melainkan masalah baru," tegasnya.

Waljid mengatakan pemerintah masih memiliki ruang untuk mencapai tujuan peningkatan kesehatan masyarakat melalui langkah yang lebih proporsional, seperti memperkuat edukasi mengenai bahaya merokok, meningkatkan pengawasan penjualan kepada anak di bawah umur, serta memperketat pemberantasan rokok ilegal tanpa menghilangkan identitas produk legal.

Ia juga menilai penyusunan kebijakan seharusnya melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pekerja, petani, pelaku industri, akademisi hingga pemerintah daerah agar tercipta keseimbangan antara kepentingan kesehatan dan keberlangsungan ekonomi.

"Kami menolak dengan tegas rencana penerapan penyeragaman kemasan yang akan diatur dalam rancangan peraturan menteri kesehatan tersebut," katanya.

Menurut Waljid, polemik plain packaging kini tidak lagi sekadar menjadi isu kesehatan masyarakat, tetapi juga menyangkut perlindungan jutaan pekerja, iklim investasi, keberlangsungan industri hasil tembakau, hingga penerimaan negara yang selama ini ditopang oleh cukai hasil tembakau.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:38 WIB

Purbaya Ngotot Tambah Layer Cukai untuk Legalisasi Rokok Ilegal

Purbaya Ngotot Tambah Layer Cukai untuk Legalisasi Rokok Ilegal

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:14 WIB

Teknologi AI Bikin Purbaya Lebih Cepat Endus Pakaian Bekas Impor Ilegal

Teknologi AI Bikin Purbaya Lebih Cepat Endus Pakaian Bekas Impor Ilegal

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:36 WIB

Terkini

Konspirasi Gagalkan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026? Sederet Kasus Wasit Nasrullo Kabirov

Konspirasi Gagalkan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026? Sederet Kasus Wasit Nasrullo Kabirov

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 19:03 WIB

Dicopot Purbaya 3 Bulan Lalu, Ini Kata-kata Luky Alfirman Usai Kembali ke Kemenkeu

Dicopot Purbaya 3 Bulan Lalu, Ini Kata-kata Luky Alfirman Usai Kembali ke Kemenkeu

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Gen Z dan Rasa Bersalah saat Rehat Sejenak: Jebakan Budaya Produktivitas?

Gen Z dan Rasa Bersalah saat Rehat Sejenak: Jebakan Budaya Produktivitas?

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 19:00 WIB

KISI Bidik Rp2 Triliun dari Obligasi hingga Akhir 2026

KISI Bidik Rp2 Triliun dari Obligasi hingga Akhir 2026

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:55 WIB

22 Tahun DPD RI, Sultan Najamudin Tegaskan Kerja Lembaga Harus Berdampak Bagi Daerah

22 Tahun DPD RI, Sultan Najamudin Tegaskan Kerja Lembaga Harus Berdampak Bagi Daerah

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:53 WIB

Jejak Kotor Wasit Timnas Indonesia vs Bangladesh Nasrullo Kabirov: Skandal Qatar 2024

Jejak Kotor Wasit Timnas Indonesia vs Bangladesh Nasrullo Kabirov: Skandal Qatar 2024

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:52 WIB

IPW Sebut Pelaku Kekerasan Demo 27 Agustus Bukan Polisi: Ada Pihak yang Ingin Jatuhkan Polri

IPW Sebut Pelaku Kekerasan Demo 27 Agustus Bukan Polisi: Ada Pihak yang Ingin Jatuhkan Polri

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:52 WIB

Perketat Verifikasi Permohonan, Ditjen AHU Pastikan Layanan Administrasi Hukum Sesuai Undang-undang

Perketat Verifikasi Permohonan, Ditjen AHU Pastikan Layanan Administrasi Hukum Sesuai Undang-undang

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:47 WIB

Sarah Menzel Anak Siapa? Ini Sosok Calon Besan Anang Hermansyah

Sarah Menzel Anak Siapa? Ini Sosok Calon Besan Anang Hermansyah

Entertainment | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Gubernur Banten Bangga Putra Daerah Pandeglang Jadi Kapolri

Gubernur Banten Bangga Putra Daerah Pandeglang Jadi Kapolri

Banten | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:44 WIB

×