Said Iqbal: Harga Gas Bukan Satu-satunya yang Meningkatkan Biaya Produksi Industri

Mohammad Fadil Djailani

Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:15 WIB
Said Iqbal: Harga Gas Bukan Satu-satunya yang Meningkatkan Biaya Produksi Industri
Ketua Umum Partai Buruh Said Iqbal. (Suara.com/Novian)
baca 10 detik
  • Harga gas industri bukan satu-satunya penentu pelemahan daya saing industri serta potensi pemutusan hubungan kerja (PHK).
  • Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan, Said Iqbal, mengatakan kekhawatiran industri terutama bagi sektor-sektor yang intensif menggunakan energi termasuk gas memang perlu mendapatkan perhatian.
  • Said mengungkapkan harga energi bukan satu-satunya yang menciptakan tantangan biaya bagi produksi.

Suara.com - Harga Harga gas industri bukan satu-satunya penentu pelemahan daya saing industri serta potensi pemutusan hubungan kerja (PHK). Perlu dikaji secara menyeluruh supaya ada solusi komprehensif dan tepat sasaran di tengah tantangan lonjakan harga energi global serta persoalan yang sedang dihadapi beberapa sektor industri saat ini.

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan, Said Iqbal, mengatakan kekhawatiran industri terutama bagi sektor-sektor yang intensif menggunakan energi termasuk gas memang perlu mendapatkan perhatian. Sebab kenaikan harga energi industri tidak terhindarkan sebagai dampak geopolitik global.

Meski begitu, Said mengungkapkan harga energi bukan satu-satunya yang menciptakan tantangan biaya bagi produksi. ”Faktor lainnya adalah melemahnya daya beli masyarakat. Akibatnya pembelian barang menurun, produksi ikut turun, dan penurunan produksi mengakibatkan efisiensi yang ujung-ujungnya PHK,” ungkapnya, akhir pekan ini.

Selain itu, Said menambahkan, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar juga menjadi penyebab naiknya ongkos produksi, terutama bagi perusahaan yang bahan bakunya berasal dari impor. ”Mereka membeli bahan baku menggunakan dolar, sementara hasil produksinya dijual dalam rupiah. Ini sangat merugikan perusahaan,” imbuhnya.

Maka pihaknya tengah mencari solusi dengan para pemangku kepentingan lain. Khususnya pada perusahaan-perusahaan produsen granit, keramik, dan tekstil, yang belakangan ini merasa butuh bantuan kebijakan khusus dari pemerintah.

Sedangkan terkait isu yang menyebut sebanyak 55 ribu tenaga kerja akan terkena PHK, Said menegaskan, angka tersebut tidak benar. ”Jadi tidak benar kalau disebut 55 ribu karyawan akan kena PHK. Kalau ada perusahaan granit yang melakukan PHK, jumlahnya ratusan orang dan itu terjadi akibat dampak perang serta kenaikan harga BBM yang tinggi,” tegasnya.

Mewakili buruh dan pemerintah, Said menegaskan pihaknya akan melakukan berbagai upaya mitigasi. ”Kalau bisa PHK tidak terjadi, itu yang kami perjuangkan. Kalau pun terjadi PHK, maka hak-hak pekerja harus dibayarkan,” ujarnya.

Terkait dengan daya saing, kajian ReforMiner Institute memaparkan bahwa daya saing industri nasional tidak ditentukan oleh harga gas semata. Akan tetapi ditentukan oleh banyak faktor antara lain strategi industri, permintaan pasar, ketersediaan bahan baku, produktivitas, efisiensi, nilai tukar, teknologi, logistik, dan akses pasar. 

”Harga gas adalah salah satu komponen dalam cost competitiveness, tetapi bukan satu-satunya penentu daya saing,” tegas Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, dalam kajiannya, akhir pekan ini.

baca juga

Secara struktur biaya, komponen energi juga bukan faktor terbesar dalam banyak sektor industri. Data BPS yang dikutip ReforMiner menunjukkan bahwa porsi bahan bakar, termasuk gas, pelumas, dan listrik dalam biaya input sektor industri berada di sekitar 6,35%. 

Sementara itu, komponen bahan baku dan penolong dapat mencapai 64,60% hingga 96,76%, tergantung jenis industrinya. ”Artinya, jika persoalan bahan baku, permintaan pasar, kurs, produktivitas, teknologi, dan strategi industri tidak ikut dibenahi, maka tekanan terhadap daya saing akan tetap muncul meskipun beban energi telah dimitigasi,” terangnya.

Meski begitu, Komaidi menjelaskan harga gas tetap menjadi komponen strategis yang perlu dikelola, khususnya bagi industri yang sangat bergantung pada pasokan gas. Namun, menjadikan gas sebagai kambing hitam tunggal atas seluruh tekanan industri, menurutnya, justru berisiko menutup ruang bagi solusi yang lebih komprehensif dan tepat sasaran.

Terpisah, Kepala Pusat Energi dan Pangan INDEF, Abra Talattov, menilai kenaikan harga LNG yang merupakan gas non-subsidi sebagaimana dirasakan sebagian pelanggan industri perlu dilihat secara proporsional dan objektif. Menurutnya, tekanan harga tersebut tidak bisa dilepaskan dari dinamika geopolitik global yang mendorong kenaikan harga energi, termasuk LNG domestik, di tingkat hulu maupun pemasok sebagai konsekuensi dari penerapan formula harga yang merujuk kepada harga energi dunia.

“Kenaikan harga LNG di tingkat konsumen industri tidak terjadi dalam ruang kosong. Ada tekanan besar dari pasar energi global akibat krisis geopolitik, sehingga biaya perolehan LNG di sisi hulu juga meningkat. Karena itu, isu ini perlu dilihat secara utuh dari hulu sampai hilir, bukan hanya dari sisi harga akhir yang diterima industri,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok

Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:47 WIB

Industri Film Indonesia Masuki Era Baru dengan Dukungan Blockchain dan AI

Industri Film Indonesia Masuki Era Baru dengan Dukungan Blockchain dan AI

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:43 WIB

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

Terkini

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:44 WIB

×