Bikin Pusing Pengusaha, Mengapa Gas Industri Belakangan Ini Harganya Tinggi?

Achmad Fauzi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Senin, 29 Juni 2026 | 14:28 WIB
Bikin Pusing Pengusaha, Mengapa Gas Industri Belakangan Ini Harganya Tinggi?
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berencana memberikan relaksasi kuota produksi batu bara pada RKAB tahun 2026. [Antara]
baca 10 detik
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan penurunan produksi gas di Jawa Barat menyebabkan pelaku industri beralih menggunakan LNG mahal.
  • Biaya logistik pengiriman LNG dari luar pulau memicu kenaikan harga pasar hingga 23 dolar AS per MMBTU.
  • Pemerintah menetapkan intervensi harga LNG industri menjadi 13 dolar AS per MMBTU untuk mencegah pemutusan hubungan kerja.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan penyebab kenaikan harga gas industri yang belakangan berpotensi menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal.

Bahlil menyebut penyebab melambungnya harga gas industri disebabkan penurunan jumlah produksi sumur yang di ada di Jawa Barat.

Akibatnya, pelaku industri di Jawa Barat, Jakarta dan Banten beralih menggunakan LNG. 

"Yang terjadi sekarang itu adalah karena terjadi penurunan produksi dari kilang-kilang kita yang ada di Jawa Barat, Jawa Timur gak ada isu. Di daerah Barat yang meng-cover Jawa Barat, Banten, dan DKI, maka yang terjadi adalah mempergunakan LNG," ujar Bahlil saat menggelar menggelar konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Senin (29/6/2026).

Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB)
Ilustrasi industri yang mengeluhkan harga gas industri mahal. (KITB)

Namun, pelaku industri juga dihadapkan pada Harga LNG yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh biaya pengiriman yang ikut tinggi, karena berasal dari luar Pulau Jawa seperti Kalimantan, Sulawesi hingga Papua. 

"Harganya naik sampai dengan harga di pasaran itu 20 dolar AS sampai dengan 23 dolar AS per MMBTU. Itulah yang menjadi penyebab kenapa teman-teman dari sektor industri meminta pemerintah harus turun tangan," jelas Bahlil. 

Maka itu, untuk mengakomodir teriakan pengusaha, pemerintah melakukan intervensi harga dengan menetapkan harga untuk LNG khusus industri sebesar 13 dolar AS per MMBTU. 

"Setelah kami menghitung dan kami sudah laporkan ke Bapak Presiden, diturunkan menjadi 13 dolar per MMBTU. Jadi dari 20 sampai 23 dolar per MMBTU sekarang diturunkan menjadi USD 13," kata Bahlil. 

Bahlil pun menjelaskan pemerintah membagi skema harga gas industri ke dalam  beberapa kelompok. Skema pertama adalah Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) yang tetap dipertahankan pada kisaran USD 6,5 hingga USD 7 per MMBTU. 

baca juga

"Memang ini tidak mengenakan semuanya, tapi kita harus ikat pinggang untuk menyelamatkan lapangan pekerjaan. Sekali lagi saya sampaikan bahwa untuk HGBT di USD 6,5 sampai dengan 7 dolar AS per MMBTU," kata Bahlil.

Sementara untuk harga gas pipa bagi industri non-HGBT yang bersumber dari lapangan di Pulau Jawa tetap berada di angka 9,6 dolar AS per MMBTU.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU

Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 13:19 WIB

Program E20 Jadi Senjata Baru Kurangi Impor BBM, Ini Kebutuhan Etanol Indonesia

Program E20 Jadi Senjata Baru Kurangi Impor BBM, Ini Kebutuhan Etanol Indonesia

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 10:33 WIB

Said Iqbal: Harga Gas Bukan Satu-satunya yang Meningkatkan Biaya Produksi Industri

Said Iqbal: Harga Gas Bukan Satu-satunya yang Meningkatkan Biaya Produksi Industri

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:15 WIB

Terkini

Peluang Emas Buat UMKM: Jangan Batasi Pasar 'Modest Fashion' Cuma di Segmen Muslim!

Peluang Emas Buat UMKM: Jangan Batasi Pasar 'Modest Fashion' Cuma di Segmen Muslim!

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 09:05 WIB

Grace Natalie Buka Suara soal Rumor Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina PSI

Grace Natalie Buka Suara soal Rumor Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina PSI

News | Senin, 28 September 2026 | 09:02 WIB

BI Pertahankan BI-Rate 5,75 Persen di Tengah Tekanan Global

BI Pertahankan BI-Rate 5,75 Persen di Tengah Tekanan Global

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 09:00 WIB

WNI Terjebak di Hotel saat Banjir Besar di Bangkok

WNI Terjebak di Hotel saat Banjir Besar di Bangkok

News | Senin, 28 September 2026 | 08:51 WIB

OKX Ungkap Cadangan Kripto US$27,4 Miliar, Klaim Lindungi 690 Ribu Pengguna

OKX Ungkap Cadangan Kripto US$27,4 Miliar, Klaim Lindungi 690 Ribu Pengguna

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 08:51 WIB

5 Tips Memilih Sandal Outdoor yang Bagus dan Awet untuk Temani Petualangan

5 Tips Memilih Sandal Outdoor yang Bagus dan Awet untuk Temani Petualangan

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 08:49 WIB

7 Penyebab Cushion Menggumpal di Cuping Hidung dan Garis Senyum serta Solusinya

7 Penyebab Cushion Menggumpal di Cuping Hidung dan Garis Senyum serta Solusinya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 08:46 WIB

Banjir Bangkok Meluas, 50 Distrik Ditetapkan Sebagai Zona Bencana Nasional

Banjir Bangkok Meluas, 50 Distrik Ditetapkan Sebagai Zona Bencana Nasional

News | Senin, 28 September 2026 | 08:33 WIB

Harga Logam Mulia Diprediksi Fluktuatif, Simak Rentang Proyeksi Harga Emas

Harga Logam Mulia Diprediksi Fluktuatif, Simak Rentang Proyeksi Harga Emas

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 08:29 WIB

Belanda Tekuk Serbia 2-1, Xavi Soroti Brace Mexx Meerdink dan Umpan Akurat Veerman

Belanda Tekuk Serbia 2-1, Xavi Soroti Brace Mexx Meerdink dan Umpan Akurat Veerman

Bola | Senin, 28 September 2026 | 08:25 WIB

×