- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menawarkan ekspor beras sebanyak 10.000 ton ke Singapura.
- Tawaran ekspor dilakukan sebagai bentuk kerja sama pangan meski harga beras di Indonesia saat ini tengah mengalami kenaikan.
- Pemerintah Indonesia dan Singapura masih akan membahas lebih lanjut mengenai skema kerja sama melalui BUMN dan pihak swasta.
Suara.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menawarkan ekspor sedikitnya 10.000 ton beras ke Singapura di tengah naiknya harga beras di Indonesia.
Amran, di Jakarta, Senin (29/6/2026) mengatakan tawaran ekspor beras ke Singapura itu adalah bagian dari penguatan kerja sama pangan kedua negara. Selain beras, Indonesia juga menawarkan pasokan telur dan daging ayam ke Negeri Singa.
Di saat yang sama, berdasarkan laporan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia, harga harga beras mengalami kenaikan mulai dari 3,41 persen untuk beras kualitas bawah hingga 6,90 persen.
Tetapi Menteri Amran, saat menerima kunjungan Menteri Lingkungan Hidup dan Keberlanjutan Singapura, Grace Fu, malah menawarkan ekspor beras ke jiran.
"Kami tadi sudah mengusulkan ekspor beras 10.000 ton minimal dari Indonesia ke Singapura. Kemudian juga chicken, eggs, telur dengan ayam dari Indonesia kita tingkatkan. Jadi kerja sama ini kita tingkatkan," kata Amran di kantornya.
Amran optimistis peluang ekspor tersebut dapat direalisasikan. Menurut dia, Indonesia memiliki stok beras yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus membuka peluang pasar ekspor.
"Kami dorong karena stok kita ada 5,1 juta ton hari ini. Gudang kita penuh. Kapasitas gudang hanya 3 juta ton, kita sewa gudang 2 juta ton. Kita akan insya-Allah ekspor minimal 10.000 ton ke Singapura," ucapnya.
Saat ditanya kapan ekspor akan dimulai, Amran mengatakan pemerintah masih akan melakukan pembahasan lanjutan dengan pemerintah Singapura.
"Nanti kita diskusi detail. Yang jelas saudara kita dari Singapura sangat menginginkan kerja sama diperkuat, khususnya mereka butuh pangan. Telur, ayam, beras, kelapa dan lain-lain nanti kita dukung dari Indonesia," tutur Amran.
Ia menambahkan, ekspor beras ke Singapura bukan hal baru. Namun, jika sebelumnya dilakukan oleh pihak swasta, kini pemerintah tengah menjajaki skema kerja sama yang melibatkan badan usaha milik negara (BUMN) dengan sektor swasta di Singapura.
"Sering. Malaysia, Singapura kan dekat. Selama ini dilakukan swasta. Nah, ini rencananya dari BUMN ke sektor swasta di Singapura," ucap Amran.
Menanggapi usulan tersebut, Grace Fu mengatakan Singapura akan menjajaki lebih lanjut potensi kerja sama dengan Indonesia. Menurut dia, Indonesia menunjukkan kemajuan yang mengesankan di sektor pertanian, mulai dari peningkatan produktivitas hingga hasil panen.
"Terjadi peningkatan hasil panen dan produktivitas yang sangat mengesankan. Indonesia telah melakukan banyak pengembangan di bidang riset, teknologi, benih, peralatan, dan mekanisasi sehingga mampu meningkatkan produksi pertanian. Potensi ekspor dari Indonesia tentu menjadi salah satu bidang yang bisa kami jajaki untuk kerja sama lebih lanjut," ujar Grace Fu.
Meski demikian, ia menegaskan pembahasan ekspor beras masih berada pada tahap penjajakan dan akan didiskusikan lebih lanjut bersama para importir di Singapura.
"Ini masih sebatas gagasan yang akan kami eksplorasi lebih lanjut. Kami akan mendiskusikannya dengan para importir di Singapura," tuturnya.