Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.373,849
LQ45 633,840
Srikehati 307,576
JII 383,471
USD/IDR 17.871

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

M Nurhadi, Fakhri Fuadi Muflih

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:07 WIB
Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?
Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di ritel modern, Lotte Grosir Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (8/9/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Program SPHP pemerintah belum mampu menekan harga beras karena volume distribusi yang menurun sejak Maret hingga Juni 2026.
  • Komisi IV DPR menyoroti penurunan kualitas stok beras Bulog akibat masa penyimpanan yang melebihi satu tahun di gudang.
  • Pemerintah didesak segera mengaudit kendala distribusi dan mempercepat penyaluran stok untuk mengatasi kenaikan harga serta risiko kerusakan pangan.

Suara.com - Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang digulirkan pemerintah dinilai belum memberikan dampak yang signifikan dalam menahan laju kenaikan harga beras di pasaran.

Volume intervensi pasar yang cenderung mengecil disinyalir menjadi salah satu faktor utama lemahnya daya tekan kebijakan tersebut terhadap pergerakan harga.

Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori, mengungkapkan bahwa daya penetrasi pasar dari beras subsidi SPHP belakangan ini menunjukkan grafik yang menurun.

"Beras SPHP penetrasi pasarnya cenderung menurun. Dari Maret hingga 20 Juni 2026 penjualan beras SPHP hanya 361.667 ton atau sekitar 3.229 ton per hari. Volume penjualan beras SPHP ini menurun dibandingkan tahun lalu. Karena volumenya kecil, dampaknya terhadap harga di pasar pun kecil. Istilah anak muda sekarang: tidak nendang," ujar Khudori kepada wartawan, Minggu (28/6/2026).

Melihat fenomena tersebut, Khudori menilai pemerintah perlu bergerak cepat melakukan audit menyeluruh untuk menemukan simpul masalah merosotnya efektivitas SPHP.

Faktor penghambat ini perlu ditelisik, apakah murni berasal dari kendala mekanisme distribusi atau dipicu oleh keraguan publik terhadap kualitas fisik beras yang disalurkan .

Persoalan standar mutu komoditas ini bukan tanpa alasan. Isu kelayakan beras cadangan pemerintah (CBP) sebelumnya sempat mencuat dalam rapat dengar pendapat Komisi IV DPR bersama Kementerian Pertanian pada 10 Juni 2026 lalu.

Dalam forum parlemen tersebut, Ketua Komisi IV DPR Titiek Soeharto mengungkapkan temuan bahwa sekitar 1,3 juta ton dari total akumulasi 5 juta ton stok beras di gudang Perum Bulog terindikasi telah disimpan lebih dari satu tahun.

Masa simpan yang lama tersebut dikhawatirkan telah memicu perubahan warna dan penurunan kualitas beras .

baca juga

Selain program SPHP, penyaluran pos bantuan pangan berupa beras untuk masyarakat kurang mampu juga dinilai masih menyisakan pekerjaan rumah.

Hingga data per 20 Juni 2026, realisasi pendistribusian baru menyentuh 588.843 ton dari total target alokasi sebesar 664.888 ton, yang berarti masih ada sisa sekitar 76.045 ton yang belum tersalurkan .

"Kalau penjualan beras SPHP dan penyaluran bantuan pangan beras volumenya besar ada peluang harga beras tertekan, setidaknya tertahan tidak naik," jelas Khudori .

Khudori mengingatkan kembali adanya ironi di mana grafik harga beras di pasar retail terus meninggi , padahal volume simpanan CBP di kompleks gudang Bulog saat ini sangat melimpah, yakni berkisar 5,2 juta ton.

Oleh sebab itu, akselerasi pelepasan stok dipandang sebagai langkah mendesak untuk menyelamatkan komoditas pangan tersebut dari risiko kerusakan biologis .

"Agar stok beras tidak susut volume, turun mutu, dan potensial rusak. Juga agar tak membebani biaya pengelolaan dan penyimpanan. Lebih dari itu, agar tak ada lagi ironi: harga beras terus naik dan penyumbang inflasi saat stok tinggi," pungkas Khudori.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Beras Naik saat Cadangan Pemerintah Cetak Rekor Terbesar, Kok Bisa?

Harga Beras Naik saat Cadangan Pemerintah Cetak Rekor Terbesar, Kok Bisa?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 12:51 WIB

Harga Cabai Hari Ini Turun Drastis, Bawang Merah Ikut Merosot, Cek Daftar Lengkap Harga Pangan

Harga Cabai Hari Ini Turun Drastis, Bawang Merah Ikut Merosot, Cek Daftar Lengkap Harga Pangan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:53 WIB

Disembunyikan Dalam Beras Basmati! Polisi Ungkap Kasus Narkoba Berlogo Batman Asal Malaysia

Disembunyikan Dalam Beras Basmati! Polisi Ungkap Kasus Narkoba Berlogo Batman Asal Malaysia

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:44 WIB

Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T

Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 20:34 WIB

Daftar Harga Pangan Hari Ini: Hampir Semua Komoditas Kompak Meroket!

Daftar Harga Pangan Hari Ini: Hampir Semua Komoditas Kompak Meroket!

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 11:40 WIB

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:39 WIB

Terkini

Pemerintah Mau Ambil Dividen BUMN dari Danantara saat Utang Negara Cetak Rekor Tertinggi

Pemerintah Mau Ambil Dividen BUMN dari Danantara saat Utang Negara Cetak Rekor Tertinggi

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:46 WIB

Mulai 2027, Perusahaan Tak Bisa Lagi Sembunyikan Jejak Emisi Karbon

Mulai 2027, Perusahaan Tak Bisa Lagi Sembunyikan Jejak Emisi Karbon

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:45 WIB

KPK Sita 1,3 Kg Emas dan Rp100 Juta dari Rumah Pegawai Pajak di Malang

KPK Sita 1,3 Kg Emas dan Rp100 Juta dari Rumah Pegawai Pajak di Malang

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:43 WIB

Pihak Febrie Adriansyah Buka Suara Terkait Kematian Sutrimo dan Eksumasi Kepolisian

Pihak Febrie Adriansyah Buka Suara Terkait Kematian Sutrimo dan Eksumasi Kepolisian

Video | Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:42 WIB

11 Kantor Pemerintah Dibakar di Puncak Papua, DPR Desak Pemerintah Bongkar Akar Kerusuhan

11 Kantor Pemerintah Dibakar di Puncak Papua, DPR Desak Pemerintah Bongkar Akar Kerusuhan

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:39 WIB

Rupiah Mandek di Rp17.877, Sentimen Pasar Makin Berat

Rupiah Mandek di Rp17.877, Sentimen Pasar Makin Berat

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:38 WIB

Bikin Timnas Indonesia Berantakan, Patrick Kluivert Dilirik Jadi Asisten Xavi di Belanda

Bikin Timnas Indonesia Berantakan, Patrick Kluivert Dilirik Jadi Asisten Xavi di Belanda

Bola | Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:38 WIB

Jangan Keluar Saat Magrib! Kisah Mengerikan Urang Bunian Segera Hantui Bioskop

Jangan Keluar Saat Magrib! Kisah Mengerikan Urang Bunian Segera Hantui Bioskop

Entertainment | Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:36 WIB

Empat Jam Terombang-ambing di Laut, Tangis Aula Pecah Saat Menemukan Sahabatnya Tak Bernyawa

Empat Jam Terombang-ambing di Laut, Tangis Aula Pecah Saat Menemukan Sahabatnya Tak Bernyawa

Bali | Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:34 WIB

PSG Sabet Juara Super Eropa, Luis Enrique Sentil Balik Si Tukang Kritik

PSG Sabet Juara Super Eropa, Luis Enrique Sentil Balik Si Tukang Kritik

Bola | Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:32 WIB

×