Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

M Nurhadi, Fakhri Fuadi Muflih

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:07 WIB
Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?
Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di ritel modern, Lotte Grosir Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (8/9/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Program SPHP pemerintah belum mampu menekan harga beras karena volume distribusi yang menurun sejak Maret hingga Juni 2026.
  • Komisi IV DPR menyoroti penurunan kualitas stok beras Bulog akibat masa penyimpanan yang melebihi satu tahun di gudang.
  • Pemerintah didesak segera mengaudit kendala distribusi dan mempercepat penyaluran stok untuk mengatasi kenaikan harga serta risiko kerusakan pangan.

Suara.com - Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang digulirkan pemerintah dinilai belum memberikan dampak yang signifikan dalam menahan laju kenaikan harga beras di pasaran.

Volume intervensi pasar yang cenderung mengecil disinyalir menjadi salah satu faktor utama lemahnya daya tekan kebijakan tersebut terhadap pergerakan harga.

Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori, mengungkapkan bahwa daya penetrasi pasar dari beras subsidi SPHP belakangan ini menunjukkan grafik yang menurun.

"Beras SPHP penetrasi pasarnya cenderung menurun. Dari Maret hingga 20 Juni 2026 penjualan beras SPHP hanya 361.667 ton atau sekitar 3.229 ton per hari. Volume penjualan beras SPHP ini menurun dibandingkan tahun lalu. Karena volumenya kecil, dampaknya terhadap harga di pasar pun kecil. Istilah anak muda sekarang: tidak nendang," ujar Khudori kepada wartawan, Minggu (28/6/2026).

Melihat fenomena tersebut, Khudori menilai pemerintah perlu bergerak cepat melakukan audit menyeluruh untuk menemukan simpul masalah merosotnya efektivitas SPHP.

Faktor penghambat ini perlu ditelisik, apakah murni berasal dari kendala mekanisme distribusi atau dipicu oleh keraguan publik terhadap kualitas fisik beras yang disalurkan .

Persoalan standar mutu komoditas ini bukan tanpa alasan. Isu kelayakan beras cadangan pemerintah (CBP) sebelumnya sempat mencuat dalam rapat dengar pendapat Komisi IV DPR bersama Kementerian Pertanian pada 10 Juni 2026 lalu.

Dalam forum parlemen tersebut, Ketua Komisi IV DPR Titiek Soeharto mengungkapkan temuan bahwa sekitar 1,3 juta ton dari total akumulasi 5 juta ton stok beras di gudang Perum Bulog terindikasi telah disimpan lebih dari satu tahun.

Masa simpan yang lama tersebut dikhawatirkan telah memicu perubahan warna dan penurunan kualitas beras .

baca juga

Selain program SPHP, penyaluran pos bantuan pangan berupa beras untuk masyarakat kurang mampu juga dinilai masih menyisakan pekerjaan rumah.

Hingga data per 20 Juni 2026, realisasi pendistribusian baru menyentuh 588.843 ton dari total target alokasi sebesar 664.888 ton, yang berarti masih ada sisa sekitar 76.045 ton yang belum tersalurkan .

"Kalau penjualan beras SPHP dan penyaluran bantuan pangan beras volumenya besar ada peluang harga beras tertekan, setidaknya tertahan tidak naik," jelas Khudori .

Khudori mengingatkan kembali adanya ironi di mana grafik harga beras di pasar retail terus meninggi , padahal volume simpanan CBP di kompleks gudang Bulog saat ini sangat melimpah, yakni berkisar 5,2 juta ton.

Oleh sebab itu, akselerasi pelepasan stok dipandang sebagai langkah mendesak untuk menyelamatkan komoditas pangan tersebut dari risiko kerusakan biologis .

"Agar stok beras tidak susut volume, turun mutu, dan potensial rusak. Juga agar tak membebani biaya pengelolaan dan penyimpanan. Lebih dari itu, agar tak ada lagi ironi: harga beras terus naik dan penyumbang inflasi saat stok tinggi," pungkas Khudori.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Beras Naik saat Cadangan Pemerintah Cetak Rekor Terbesar, Kok Bisa?

Harga Beras Naik saat Cadangan Pemerintah Cetak Rekor Terbesar, Kok Bisa?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 12:51 WIB

Harga Cabai Hari Ini Turun Drastis, Bawang Merah Ikut Merosot, Cek Daftar Lengkap Harga Pangan

Harga Cabai Hari Ini Turun Drastis, Bawang Merah Ikut Merosot, Cek Daftar Lengkap Harga Pangan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:53 WIB

Disembunyikan Dalam Beras Basmati! Polisi Ungkap Kasus Narkoba Berlogo Batman Asal Malaysia

Disembunyikan Dalam Beras Basmati! Polisi Ungkap Kasus Narkoba Berlogo Batman Asal Malaysia

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:44 WIB

Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T

Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 20:34 WIB

Daftar Harga Pangan Hari Ini: Hampir Semua Komoditas Kompak Meroket!

Daftar Harga Pangan Hari Ini: Hampir Semua Komoditas Kompak Meroket!

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 11:40 WIB

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:39 WIB

Terkini

Jokowi Sesumbar PSI Jadi 'Ancaman', Pengamat: Tanda Pecah Kongsi dengan Prabowo

Jokowi Sesumbar PSI Jadi 'Ancaman', Pengamat: Tanda Pecah Kongsi dengan Prabowo

News | Senin, 28 September 2026 | 11:27 WIB

Apakah Viva Queen Whitening Advanced Face Serum Bagus? Cek Manfaatnya sebelum Membeli

Apakah Viva Queen Whitening Advanced Face Serum Bagus? Cek Manfaatnya sebelum Membeli

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 11:25 WIB

Cerdik! Jalur Laut Kaspia Jadi Pilihan Iran Menembus Blokade Selat Hormuz

Cerdik! Jalur Laut Kaspia Jadi Pilihan Iran Menembus Blokade Selat Hormuz

News | Senin, 28 September 2026 | 11:24 WIB

Jokowi Belum Beri Dampak Signifikan, PSI Dinilai Masih Jadi Partai Gurem

Jokowi Belum Beri Dampak Signifikan, PSI Dinilai Masih Jadi Partai Gurem

News | Senin, 28 September 2026 | 11:23 WIB

Bukan Sekadar Nobar, Momen Kaesang Pangarep Berbincang dan Berfoto Bersama Anak Disabilitas

Bukan Sekadar Nobar, Momen Kaesang Pangarep Berbincang dan Berfoto Bersama Anak Disabilitas

Jakarta | Senin, 28 September 2026 | 11:21 WIB

Bagaimana Cara Membersihkan Alas Setrika Uap yang Tersumbat Kerak Air?

Bagaimana Cara Membersihkan Alas Setrika Uap yang Tersumbat Kerak Air?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 11:20 WIB

Pertamax Turbo Panaskan Final MotoPrix 2026 di Mijen Semarang

Pertamax Turbo Panaskan Final MotoPrix 2026 di Mijen Semarang

Jawa Tengah | Senin, 28 September 2026 | 11:17 WIB

Panas Laga Timnas Indonesia vs Malaysia, Polda Metro Jaya Terjunkan 2.373 Personel di SUGBK

Panas Laga Timnas Indonesia vs Malaysia, Polda Metro Jaya Terjunkan 2.373 Personel di SUGBK

News | Senin, 28 September 2026 | 11:15 WIB

BEI Keluarkan 92 Saham dari Papan Pemantauan Khusus, 42 Masih Bertahan

BEI Keluarkan 92 Saham dari Papan Pemantauan Khusus, 42 Masih Bertahan

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 11:11 WIB

Honor MagicOS 11 Meluncur: Desain Liquid Glass, AI YOYO, dan Hemat Penyimpanan hingga 60 GB

Honor MagicOS 11 Meluncur: Desain Liquid Glass, AI YOYO, dan Hemat Penyimpanan hingga 60 GB

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 11:10 WIB

×