Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.905

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

M Nurhadi, Fakhri Fuadi Muflih

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:07 WIB
Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?
Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di ritel modern, Lotte Grosir Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (8/9/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Program SPHP pemerintah belum mampu menekan harga beras karena volume distribusi yang menurun sejak Maret hingga Juni 2026.
  • Komisi IV DPR menyoroti penurunan kualitas stok beras Bulog akibat masa penyimpanan yang melebihi satu tahun di gudang.
  • Pemerintah didesak segera mengaudit kendala distribusi dan mempercepat penyaluran stok untuk mengatasi kenaikan harga serta risiko kerusakan pangan.

Suara.com - Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang digulirkan pemerintah dinilai belum memberikan dampak yang signifikan dalam menahan laju kenaikan harga beras di pasaran.

Volume intervensi pasar yang cenderung mengecil disinyalir menjadi salah satu faktor utama lemahnya daya tekan kebijakan tersebut terhadap pergerakan harga.

Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori, mengungkapkan bahwa daya penetrasi pasar dari beras subsidi SPHP belakangan ini menunjukkan grafik yang menurun.

"Beras SPHP penetrasi pasarnya cenderung menurun. Dari Maret hingga 20 Juni 2026 penjualan beras SPHP hanya 361.667 ton atau sekitar 3.229 ton per hari. Volume penjualan beras SPHP ini menurun dibandingkan tahun lalu. Karena volumenya kecil, dampaknya terhadap harga di pasar pun kecil. Istilah anak muda sekarang: tidak nendang," ujar Khudori kepada wartawan, Minggu (28/6/2026).

Melihat fenomena tersebut, Khudori menilai pemerintah perlu bergerak cepat melakukan audit menyeluruh untuk menemukan simpul masalah merosotnya efektivitas SPHP.

Faktor penghambat ini perlu ditelisik, apakah murni berasal dari kendala mekanisme distribusi atau dipicu oleh keraguan publik terhadap kualitas fisik beras yang disalurkan .

Persoalan standar mutu komoditas ini bukan tanpa alasan. Isu kelayakan beras cadangan pemerintah (CBP) sebelumnya sempat mencuat dalam rapat dengar pendapat Komisi IV DPR bersama Kementerian Pertanian pada 10 Juni 2026 lalu.

Dalam forum parlemen tersebut, Ketua Komisi IV DPR Titiek Soeharto mengungkapkan temuan bahwa sekitar 1,3 juta ton dari total akumulasi 5 juta ton stok beras di gudang Perum Bulog terindikasi telah disimpan lebih dari satu tahun.

Masa simpan yang lama tersebut dikhawatirkan telah memicu perubahan warna dan penurunan kualitas beras .

baca juga

Selain program SPHP, penyaluran pos bantuan pangan berupa beras untuk masyarakat kurang mampu juga dinilai masih menyisakan pekerjaan rumah.

Hingga data per 20 Juni 2026, realisasi pendistribusian baru menyentuh 588.843 ton dari total target alokasi sebesar 664.888 ton, yang berarti masih ada sisa sekitar 76.045 ton yang belum tersalurkan .

"Kalau penjualan beras SPHP dan penyaluran bantuan pangan beras volumenya besar ada peluang harga beras tertekan, setidaknya tertahan tidak naik," jelas Khudori .

Khudori mengingatkan kembali adanya ironi di mana grafik harga beras di pasar retail terus meninggi , padahal volume simpanan CBP di kompleks gudang Bulog saat ini sangat melimpah, yakni berkisar 5,2 juta ton.

Oleh sebab itu, akselerasi pelepasan stok dipandang sebagai langkah mendesak untuk menyelamatkan komoditas pangan tersebut dari risiko kerusakan biologis .

"Agar stok beras tidak susut volume, turun mutu, dan potensial rusak. Juga agar tak membebani biaya pengelolaan dan penyimpanan. Lebih dari itu, agar tak ada lagi ironi: harga beras terus naik dan penyumbang inflasi saat stok tinggi," pungkas Khudori.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Beras Naik saat Cadangan Pemerintah Cetak Rekor Terbesar, Kok Bisa?

Harga Beras Naik saat Cadangan Pemerintah Cetak Rekor Terbesar, Kok Bisa?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 12:51 WIB

Harga Cabai Hari Ini Turun Drastis, Bawang Merah Ikut Merosot, Cek Daftar Lengkap Harga Pangan

Harga Cabai Hari Ini Turun Drastis, Bawang Merah Ikut Merosot, Cek Daftar Lengkap Harga Pangan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:53 WIB

Disembunyikan Dalam Beras Basmati! Polisi Ungkap Kasus Narkoba Berlogo Batman Asal Malaysia

Disembunyikan Dalam Beras Basmati! Polisi Ungkap Kasus Narkoba Berlogo Batman Asal Malaysia

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:44 WIB

Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T

Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 20:34 WIB

Daftar Harga Pangan Hari Ini: Hampir Semua Komoditas Kompak Meroket!

Daftar Harga Pangan Hari Ini: Hampir Semua Komoditas Kompak Meroket!

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 11:40 WIB

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:39 WIB

Terkini

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:51 WIB

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:39 WIB

Harga Beras Naik saat Cadangan Pemerintah Cetak Rekor Terbesar, Kok Bisa?

Harga Beras Naik saat Cadangan Pemerintah Cetak Rekor Terbesar, Kok Bisa?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 12:51 WIB

Harga Cabai Turun Namun Bawang Putih Naik, Ini Penyebabnya

Harga Cabai Turun Namun Bawang Putih Naik, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 12:43 WIB

Harga Minyak Dunia Turun Drastis Meski AS-Iran Gagal Gencatan Senjata

Harga Minyak Dunia Turun Drastis Meski AS-Iran Gagal Gencatan Senjata

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 11:56 WIB

5 Orang Meninggal, Pelatihan Militer KDMP Dikecam: Dampak Buruk ke Manajemen Koperasi

5 Orang Meninggal, Pelatihan Militer KDMP Dikecam: Dampak Buruk ke Manajemen Koperasi

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 10:50 WIB

Apa Tugas Komisaris di Perusahaan? Aspri Raffi Ahmad hingga Aktivis Muda Bisa Duduk di Posisi Ini

Apa Tugas Komisaris di Perusahaan? Aspri Raffi Ahmad hingga Aktivis Muda Bisa Duduk di Posisi Ini

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 10:29 WIB

Viral Mufli Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Perusahaan, Berapa Gajinya?

Viral Mufli Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Perusahaan, Berapa Gajinya?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 09:05 WIB

Krakatau Posco Perusahaan Apa? Asisten Raffi Ahmad Ditunjuk Jadi Komisaris

Krakatau Posco Perusahaan Apa? Asisten Raffi Ahmad Ditunjuk Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 08:28 WIB

Jangan Tertipu! Kenali Modus Phishing dan CS Palsu Platform Kripto

Jangan Tertipu! Kenali Modus Phishing dan CS Palsu Platform Kripto

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 08:25 WIB

×