Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.373,849
LQ45 633,840
Srikehati 307,576
JII 383,471
USD/IDR 17.871

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

M Nurhadi, Fakhri Fuadi Muflih

Minggu, 28 Juni 2026 | 19:34 WIB
Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong
Pedagang beras melayani pembeli di pasar Cibubur, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Kelangkaan beras premium di retail modern terjadi akibat tingginya harga gabah petani yang melampaui ketentuan HET pemerintah.
  • Produksi gabah nasional pada Juni 2026 mengalami penurunan signifikan sebesar 18 persen dibandingkan capaian pada bulan Mei 2026.
  • Produsen beras menghadapi dilema antara risiko kerugian finansial atau sanksi hukum akibat menjual harga di atas HET.

Suara.com - Kelangkaan komoditas pangan mulai mengancam jaringan retail modern tanah air . Sejumlah merek beras kualitas premium dilaporkan semakin sulit dijumpai oleh masyarakat di pasar swalayan. 

Kondisi mengkhawatirkan ini dipicu oleh lonjakan harga gabah di tingkat petani yang terus melesat di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) , sementara ketetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras tidak mengalami penyesuaian .

Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori, menjelaskan bahwa regulasi HET beras medium sebesar Rp13.500 per kilogram (kg) dan beras premium senilai Rp14.900 per kg untuk Wilayah Zona I diformulasikan dengan baseline HPP gabah di level Rp6.500 per kg .

Namun , situasi riil di lapangan saat ini sudah melampaui batas perhitungan tersebut .

"Ketika harga gabah makin mahal alias di atas HPP, beras hasil giling pun akan semakin mahal. Harga beras pun potensial melampaui HET. Kalau menjual di atas HET bisa berurusan dengan Satgas Pangan. Kalau mengikuti HET, produsen merugi," ungkap Khudori kepada wartawan, Minggu (28/6/2026).

Dilema Produsen: Bayang-Bayang Satgas Pangan atau Kerugian Finansial

Khudori menegaskan indikasi nyata dari ketimpangan tata niaga ini tercermin langsung dari menyusutnya ketersediaan barang di pasar.

"Beras premium aneka merek semakin terbatas didapatkan di retail modern," imbuhnya.

Menilik data komparasi Badan Pangan Nasional (Bapanas), grafik rata-rata gabah di tataran petani nasional sudah berada di angka Rp6.951 per kg per 7 Juni 2026 , dan kembali terdongkrak naik ke level Rp6.993 per kg pada 20 Juni 2026.

baca juga

Di beberapa wilayah pemasok utama seperti Lampung dan Jawa Timur , nilai transaksi gabah bahkan dilaporkan menembus rentang Rp7.500 hingga Rp8.000 per kg.

Selain faktor harga dasar, akselerasi kenaikan ini juga dipengaruhi oleh melandainya volume panen secara nasional . Berdasarkan proyeksi mutakhir dari Badan Pusat Statistik (BPS), output gabah kering giling (GKG) pada Juni 2026 diperkirakan hanya menyentuh 4,05 juta ton.

Jumlah tersebut mencatatkan penurunan sekitar 18 persen bila dibandingkan pencapaian bulan Mei 2026 yang sempat menembus 4,94 juta ton GKG.

Kondisi pasokan yang menyusut ini kian pelik lantaran tingkat persaingan untuk memperoleh gabah petani tetap tinggi.

Di satu sisi, Perum Bulog masih gencar melakukan penyerapan gabah demi mengamankan target cadangan beras pemerintah. Di sisi lain, total kapasitas giling dari penggilingan padi nasional tercatat jauh lebih besar ketimbang volume produksi gabah yang tersedia .

"Ketika produksi kian melandai, sementara perebutan gabah tetap sengit, harga gabah akan terus naik," kata Khudori.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:07 WIB

Harga Beras Naik saat Cadangan Pemerintah Cetak Rekor Terbesar, Kok Bisa?

Harga Beras Naik saat Cadangan Pemerintah Cetak Rekor Terbesar, Kok Bisa?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 12:51 WIB

Harga Cabai Hari Ini Turun Drastis, Bawang Merah Ikut Merosot, Cek Daftar Lengkap Harga Pangan

Harga Cabai Hari Ini Turun Drastis, Bawang Merah Ikut Merosot, Cek Daftar Lengkap Harga Pangan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:53 WIB

Disembunyikan Dalam Beras Basmati! Polisi Ungkap Kasus Narkoba Berlogo Batman Asal Malaysia

Disembunyikan Dalam Beras Basmati! Polisi Ungkap Kasus Narkoba Berlogo Batman Asal Malaysia

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:44 WIB

Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T

Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 20:34 WIB

Daftar Harga Pangan Hari Ini: Hampir Semua Komoditas Kompak Meroket!

Daftar Harga Pangan Hari Ini: Hampir Semua Komoditas Kompak Meroket!

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 11:40 WIB

Terkini

Ceria Mandi di Sungai Berujung Duka bagi Bocah Kelas 3 SD di Mojokerto

Ceria Mandi di Sungai Berujung Duka bagi Bocah Kelas 3 SD di Mojokerto

Jatim | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:31 WIB

Cara Memilih Laptop Kini Ikut Berubah, ASUS Vivobook Bawa NPU ke Laptop Konsumen

Cara Memilih Laptop Kini Ikut Berubah, ASUS Vivobook Bawa NPU ke Laptop Konsumen

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:31 WIB

Sembilan SPPG di DIY Terancam Ditutup Permanen, Satu SPPG Langganan Keracunan Ditutup

Sembilan SPPG di DIY Terancam Ditutup Permanen, Satu SPPG Langganan Keracunan Ditutup

Jogja | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:30 WIB

Ulasan Beyond the Bar: Menguji Batas Idealisme dalam Praktik Hukum

Ulasan Beyond the Bar: Menguji Batas Idealisme dalam Praktik Hukum

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:30 WIB

Berawal dari Mainan Korek Api, Satu Lemparan Si Kecil Hanguskan Rumah di Gresik

Berawal dari Mainan Korek Api, Satu Lemparan Si Kecil Hanguskan Rumah di Gresik

Jatim | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:23 WIB

Dari Teror Rentenir, Rini Bangkit Bersama PNM dan Menata Masa Depan Keluarga

Dari Teror Rentenir, Rini Bangkit Bersama PNM dan Menata Masa Depan Keluarga

Riau | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:23 WIB

PTBA Sulap Perayaan HUT RI Jadi Panggung UMKM dan Produk Budaya Lokal di Muara Enim

PTBA Sulap Perayaan HUT RI Jadi Panggung UMKM dan Produk Budaya Lokal di Muara Enim

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:21 WIB

Feng Shui Pohon Mangga di Depan Rumah, Bawa Hoki atau Malah Sial?

Feng Shui Pohon Mangga di Depan Rumah, Bawa Hoki atau Malah Sial?

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:20 WIB

Kebut RUU Ketenagakerjaan Berkeadilan, Dasco Undang Pemimpin Serikat-serikat Buruh

Kebut RUU Ketenagakerjaan Berkeadilan, Dasco Undang Pemimpin Serikat-serikat Buruh

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:20 WIB

5 Zodiak yang Paling Posesif Cemburuan dan Suka Mengontrol Pasangan

5 Zodiak yang Paling Posesif Cemburuan dan Suka Mengontrol Pasangan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:20 WIB

×