Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.301,765
LQ45 627,165
Srikehati 306,330
JII 376,355
USD/IDR 17.877

Industri Semakin Pesimistis, Permintaan Domestik Melemah

Liberty Jemadu, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:37 WIB
Industri Semakin Pesimistis, Permintaan Domestik Melemah
Capaian Indeks Kepercayaan Industri atau IKI melambat dibandingkan bulan Mei 2026 akibat tekanan biaya produksi bahan baku serta penurunan permintaan pasar domestik. [Antara]
baca 10 detik
  • Kemenperin melaporkan Indeks Kepercayaan Industri Juni 2026 mencapai level 52,90 yang menunjukkan sektor tersebut masih berada dalam zona ekspansi.
  • Capaian IKI melambat dibandingkan bulan Mei 2026 akibat tekanan biaya produksi bahan baku serta penurunan permintaan pasar domestik.
  • Sebanyak 22 dari 23 subsektor industri pengolahan tetap ekspansif meskipun pelaku industri mulai merespons kenaikan BI Rate sebesar 5,75 persen.

Suara.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melaporkan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Juni 2026 berada di level 52,90 atau masih berada di zona ekspansi. Namun, capaian tersebut melambat dibandingkan bulan sebelumnya akibat tekanan yang dihadapi industri dari sisi produksi maupun permintaan.

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif mengatakan, pada Juni ini industri menghadapi tantangan yang lebih berat dibandingkan Mei 2026. Selain kenaikan biaya produksi, pelaku industri juga mulai merasakan tekanan dari sisi permintaan.

"Pada bulan Juni 2026 ini, industri menghadapi tantangan lebih banyak dan lebih berat dibandingkan dengan bulan Mei 2026. Pada bulan Juni ini, tantangan tidak hanya pada sisi produksi, tapi juga pada sisi permintaan," kata Febri di Gedung Kemenperin, Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Menurut dia, dari sisi produksi industri menghadapi kenaikan harga bahan baku impor akibat pelemahan nilai tukar rupiah, pemadaman listrik di sejumlah kawasan industri, serta kenaikan harga gas industri, khususnya gas hasil regasifikasi LNG.

Di sisi lain, industri juga mulai melihat adanya tekanan terhadap permintaan domestik.

"Pada bulan Juni ini, kami mencermati bahwa ada kenaikan harga barang-barang yang dikonsumsi oleh rumah tangga. Namun kenaikan harga barang-barang masih dalam rentang, menurut perkiraan kami, masih dalam rentang kendali inflasi 2,5 plus minus 1. Dan kemudian kami juga mencatat bahwa kenaikan harga BBM non-subsidi juga ikut menggerus daya beli masyarakat," ungkapnya.

Meski menghadapi berbagai tantangan tersebut, Febri mengatakan sektor manufaktur masih mampu bertahan karena ditopang permintaan domestik yang cukup besar.

"Maka, nilai IKI pada bulan Juni 2026 adalah sebesar 52,90. Masih ekspansi di atas 50, meski melambat 0,66 poin dibandingkan dengan bulan Mei 2026 yang sebesar 53,56. Sebaliknya, nilai IKI naik 1,06 poin dibandingkan nilai IKI bulan Juni tahun yang lalu, sebesar 51,84," kata dia.

Dari 23 subsektor industri pengolahan yang dianalisis, sebanyak 22 subsektor masih berada pada fase ekspansi dan hanya satu subsektor yang mengalami kontraksi. Subsektor yang tetap ekspansi tersebut memiliki kontribusi sebesar 98,6 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas pada triwulan I 2026.

baca juga

Febri menambahkan, optimisme pelaku industri untuk enam bulan ke depan masih mendominasi, meski sedikit melambat. Sebanyak 68,6 persen responden masih optimistis terhadap prospek usahanya, sedangkan tingkat pesimisme naik menjadi 8,4 persen.

Ia menilai kenaikan pesimisme tersebut merupakan respons pelaku industri terhadap kenaikan BI Rate menjadi 5,75 persen.

"Kami menilai bahwa naiknya tingkat pesimisme sebesar 1 persen dari 7,4 persen Mei 2026 sampai Juni 2026 adalah bentuk respons industri terhadap kenaikan BI Rate. Meskipun sampai saat ini kenaikan BI Rate belum dirasakan oleh industri, tapi untuk beberapa bulan ke depan respons industri adalah seperti ini. Dan menurut kami ini adalah sesuatu yang wajar," pungkas Febri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

GAIKINDO Desak Pemerintah Beri Insentif Merata Untuk Mobil Bensin Hingga Hybrid

GAIKINDO Desak Pemerintah Beri Insentif Merata Untuk Mobil Bensin Hingga Hybrid

Otomotif | Senin, 29 Juni 2026 | 11:25 WIB

Di Balik Insentif Motor Listrik, Ada PR Besar Bernama Keselamatan

Di Balik Insentif Motor Listrik, Ada PR Besar Bernama Keselamatan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:19 WIB

Industri Konstruksi Tumbuh 5,49 Persen

Industri Konstruksi Tumbuh 5,49 Persen

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 15:13 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Hak Jawab Kemenperin untuk Berita tentang Komentar Menperin soal PHK di Industri Tekstil dan Plastik

Hak Jawab Kemenperin untuk Berita tentang Komentar Menperin soal PHK di Industri Tekstil dan Plastik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:29 WIB

Terkini

Komeng: MBG Bagus, Cuma Yang Kerja Engga Bener!

Komeng: MBG Bagus, Cuma Yang Kerja Engga Bener!

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Shin Tae-yong Genjot Fisik Persija Jakarta di Thailand, Stjepan Loncar: Saya Sangat Lelah

Shin Tae-yong Genjot Fisik Persija Jakarta di Thailand, Stjepan Loncar: Saya Sangat Lelah

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 13:28 WIB

Dikelola dengan Akal Sehat, Setoran Dividen BUMN Justru Melonjak 400%

Dikelola dengan Akal Sehat, Setoran Dividen BUMN Justru Melonjak 400%

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 13:27 WIB

Pelajar Trenggalek Dilarikan ke RSUD dr Soedomo Akibat Keracunan MBG

Pelajar Trenggalek Dilarikan ke RSUD dr Soedomo Akibat Keracunan MBG

Jatim | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 13:27 WIB

Media Lokal Didorong Berbenah di Tengah Gempuran AI dan Media Sosial

Media Lokal Didorong Berbenah di Tengah Gempuran AI dan Media Sosial

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 13:26 WIB

Prabowo Soroti Tambang Ilegal di Babel, DPR Ikut Bersuara soal Oknum Aparat

Prabowo Soroti Tambang Ilegal di Babel, DPR Ikut Bersuara soal Oknum Aparat

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 13:25 WIB

Spesifikasi dan Harga Alva N3 yang Mirip dengan Motor Listrik Nasional

Spesifikasi dan Harga Alva N3 yang Mirip dengan Motor Listrik Nasional

Otomotif | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 13:25 WIB

Ngaku Didatangi 4 Petugas Pajak Usai Kritik Menkeu Purbaya, Ferry Latuhihin: Ini Abuse of Power!

Ngaku Didatangi 4 Petugas Pajak Usai Kritik Menkeu Purbaya, Ferry Latuhihin: Ini Abuse of Power!

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 13:23 WIB

IHSG Menguat di Sesi 1, Naik 0,56 Persen

IHSG Menguat di Sesi 1, Naik 0,56 Persen

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 13:23 WIB

Servis Motor Timbulkan Percikan Api, Mobil Pikap Hingga Sepeda Anak Hangus

Servis Motor Timbulkan Percikan Api, Mobil Pikap Hingga Sepeda Anak Hangus

Lampung | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 13:18 WIB

×