Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.610.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.820,790
LQ45 573,007
Srikehati 285,023
JII 338,419
USD/IDR 17.957

Insentif Mobil Listrik Tak Kunjung Jelas, Kemenperin Khawatir Penjualan Tertahan

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 30 Juni 2026 | 21:33 WIB
Insentif Mobil Listrik Tak Kunjung Jelas, Kemenperin Khawatir Penjualan Tertahan
Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni. Foto Fakhri-Suara.com
baca 10 detik
  • Kemenperin mendesak pemerintah segera memberikan kepastian kebijakan insentif kendaraan listrik agar industri manufaktur tidak tertekan akibat perilaku konsumen.
  • Penurunan bea masuk impor LNG menjadi nol persen telah berhasil membantu menstabilkan harga produk plastik dan sektor petrokimia nasional.
  • Indeks Kepercayaan Industri periode Juni 2026 berada pada level ekspansi meski menghadapi tantangan perlambatan permintaan domestik yang signifikan.

Suara.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meminta adanya kepastian soal insentif kendaraan listrik/electric vehicle (EV). Pasalnya, keputusan ini sangat mempengaruhi arah industri EV di Indonesia ke depannya.

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif mengatakan, ketidakjelasan kebijakan insentif justru berpotensi menekan kinerja industri manufaktur.

"Kalau belum ada kepastian, itu akan menjadi tekanan pada industri karena konsumennya masih akan menunggu melakukan pembelian produk otomotif menunggu insentif itu," ujarya di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Ia berharap kementerian dan lembaga yang berwenang segera menetapkan kebijakan tersebut.

"Jadi kami mohon agar segera pengambil kebijakan di kementerian/lembaga lain memberikan kepastian terkait dengan insentif otomotif tersebut," ujarnya.

Pameran khusus mobil listrik Indomobil Expo EVperience. (Foto: SUARA.COM/Michele Alessandra)
Pameran khusus mobil listrik Indomobil Expo EVperience. (Foto: SUARA.COM/Michele Alessandra)

Selain mendorong kepastian insentif otomotif, Kemenperin juga menilai sejumlah stimulus yang telah diberikan pemerintah mulai membantu industri. Salah satunya ialah penurunan tarif bea masuk impor LNG untuk industri petrokimia.

"Kalau dari stimulus itu, insentif kan sudah cukup bagus ya pada industri petrokimia, di mana impor LNG diturunkan dari 5 persen ke 0 persen, sehingga sampai saat ini berdampak terhadap produk plastik dan turunannya yang harganya sudah mulai normal kembali," kata Febri.

Di sisi lain, Kemenperin mencatat sektor manufaktur masih menghadapi tantangan cukup berat pada Juni 2026. Selain tekanan dari sisi produksi, industri juga mulai merasakan perlambatan permintaan domestik.

Meski demikian, Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Juni 2026 masih berada di level ekspansi sebesar 52,90, meski melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 53,56.

baca juga

Menurut Febri, kepastian berbagai kebijakan insentif diharapkan dapat menjaga optimisme pelaku industri dan mendorong penjualan produk manufaktur pada semester II 2026.

Kemenperin pun memastikan akan terus berkolaborasi dengan asosiasi industri untuk meningkatkan permintaan terhadap produk manufaktur dalam negeri.

"Kalau itu Kementerian Perindustrian terus melakukannya dengan semua asosiasi industri untuk mem-boosting penjualan produk-produk manufaktur," imbuh Febri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemadaman Listrik Hambat Industri Manufaktur di Juni 2026

Pemadaman Listrik Hambat Industri Manufaktur di Juni 2026

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:06 WIB

Industri Semakin Pesimistis, Permintaan Domestik Melemah

Industri Semakin Pesimistis, Permintaan Domestik Melemah

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:37 WIB

Kemenperin Siapkan Dewan Kawasan Industri Nasional, Presiden Bakal Pimpin Langsung

Kemenperin Siapkan Dewan Kawasan Industri Nasional, Presiden Bakal Pimpin Langsung

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 10:03 WIB

Terkini

Target Swasembada Garam 2027 Dinilai Sulit Tercapai Tanpa Reformasi Impor

Target Swasembada Garam 2027 Dinilai Sulit Tercapai Tanpa Reformasi Impor

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:28 WIB

BUMN Logistik Baru Mulai Terbentuk, Merger dari 7 Perusahan

BUMN Logistik Baru Mulai Terbentuk, Merger dari 7 Perusahan

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:22 WIB

Vonis Nadiem Makarim Jadi Sorotan Media Internasional: Investor Asing Semakin Tak Percaya

Vonis Nadiem Makarim Jadi Sorotan Media Internasional: Investor Asing Semakin Tak Percaya

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:46 WIB

Tujuh BUMN Logistik Resmi Melebur di bawah PT Multi Terminal Indonesia

Tujuh BUMN Logistik Resmi Melebur di bawah PT Multi Terminal Indonesia

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:21 WIB

Dilema B50 vs Ekspor CPO, Kebijakan Ini Bisa Jadi Pedang Bermata Dua?

Dilema B50 vs Ekspor CPO, Kebijakan Ini Bisa Jadi Pedang Bermata Dua?

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:11 WIB

Pemadaman Listrik Hambat Industri Manufaktur di Juni 2026

Pemadaman Listrik Hambat Industri Manufaktur di Juni 2026

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:06 WIB

Brantas Abipraya Percepat Penyelesaian Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor, Dukung Pemerataan Pendidikan

Brantas Abipraya Percepat Penyelesaian Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor, Dukung Pemerataan Pendidikan

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:04 WIB

Status Pasar Modal RI Tak 'Digantung' MSCI, OJK Tegaskan Tetap Emerging Market

Status Pasar Modal RI Tak 'Digantung' MSCI, OJK Tegaskan Tetap Emerging Market

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:43 WIB

Bukan Karena Pidato Prabowo, OJK Ungkap Penyebab Saham Anjlok

Bukan Karena Pidato Prabowo, OJK Ungkap Penyebab Saham Anjlok

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:39 WIB

Industri Semakin Pesimistis, Permintaan Domestik Melemah

Industri Semakin Pesimistis, Permintaan Domestik Melemah

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:37 WIB

×