Perang Modern Butuh Teknologi, Bukan Komcad! Pemerintah Salah Arah dan Boros Anggaran

Muhamad Yasir

Rabu, 30 September 2026 | 07:00 WIB
Perang Modern Butuh Teknologi, Bukan Komcad! Pemerintah Salah Arah dan Boros Anggaran
Wakil Direktur Imparsial Hussein Ahmad. [suara.com/Alif]
baca 10 detik
  • Wakil Direktur Imparsial Hussein Ahmad mengkritik pembentukan Komcad untuk ASN.
  • Kebijakan tersebut dinilai membuang anggaran tanpa analisis ilmiah karena perang modern lebih mengandalkan teknologi, bukan jumlah pasukan.
  • Pelatihan dasar militer Komcad menuai sorotan tajam karena telah menyebabkan enam peserta meninggal dunia.

Suara.com - Pembentukan Komponen Cadangan (Komcad) dengan melibatkan aparatur sipil negara (ASN) menuai kritik. Sebab kebijakan tersebut dinilai belum menjawab kebutuhan pertahanan Indonesia di tengah perubahan karakter perang modern yang semakin mengandalkan penguasaan teknologi.

Wakil Direktur Imparsial Hussein Ahmad mempertanyakan dasar kajian pemerintah dalam membentuk Komcad. Menurutnya, kebijakan pertahanan semestinya didasarkan pada analisis ilmiah mengenai ancaman yang dihadapi negara.

"Kok, bisa ada negara tanpa ada analisis ilmiah yang jelas membuang-buang anggaran, belum tentu ini jawaban terhadap ancaman perang, gitu ya, dengan melatih ASN, membentuk Komcad," kata Hussein di Jakarta, Selasa, (29/9/2026).

Ia menilai perang modern tidak lagi semata-mata ditentukan oleh banyaknya jumlah pasukan. Penguasaan teknologi justru menjadi salah satu faktor penting.

"Perang Ukraina-Rusia, penguasaan teknologi itu adalah satu faktor yang determinan, bukan jumlah pasukan," ungkapnya.

Karena itu, Hussein mempertanyakan kebijakan yang justru menambah jumlah personel melalui pembentukan Komcad.

"Karena penguasaan teknologi adalah faktor determinan dalam perang generasi ke lima. Kok, jawabannya malah justru membentuk pasukan yang banyak," katanya.

Kritik lain disampaikan Peneliti Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) Khezia Khatwani.

Ia mengingatkan agar perkembangan teknologi militer tidak berujung pada penggunaan perangkat pertahanan untuk menyasar masyarakat sipil.

baca juga

"Jadi alat-alat yang diprocure rata-rata dipakai untuk menyerang masyarakat sipil. Alat-alat pemantauan salah satunya spyware dipakai untuk target-target memang masyarakat sipil yang rentan," ujar Khezia.

Khezia juga menyoroti kemampuan institusi pertahanan dalam menentukan bentuk ancaman yang perlu dihadapi.

"TNI tidak bisa menentukan ancaman itu apa dan ancaman itu siapa. Itu kekurangan militer Indonesia," tegas Khezia.

Kritik tersebut muncul di tengah pelaksanaan pelatihan dasar militer Komcad yang tercatat telah menimbulkan enam korban jiwa.

Kondisi itu turut memunculkan pertanyaan mengenai dasar kebijakan, penggunaan anggaran, keselamatan peserta, hingga relevansi pembentukan Komcad dengan kebutuhan pertahanan modern.

Reporter: Alif Bintang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Koalisi Sipil Desak Pemerintah Setop Rekrutmen Komcad untuk ASN!

Koalisi Sipil Desak Pemerintah Setop Rekrutmen Komcad untuk ASN!

News | Selasa, 29 September 2026 | 20:55 WIB

ASN Tewas Saat Latsarmil Komcad, Keluarga Bisa Tempuh Jalur Hukum dan Lapor Polisi!

ASN Tewas Saat Latsarmil Komcad, Keluarga Bisa Tempuh Jalur Hukum dan Lapor Polisi!

News | Selasa, 29 September 2026 | 20:32 WIB

ASN Gugur di Latsarmil, Masih Perlukah Bela Negara Gaya Militeristik?

ASN Gugur di Latsarmil, Masih Perlukah Bela Negara Gaya Militeristik?

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:31 WIB

Terkini

5 Tips Feng Shui untuk Menarik Kekayaan dan Kemakmuran, Bisa Dicoba di Rumah

5 Tips Feng Shui untuk Menarik Kekayaan dan Kemakmuran, Bisa Dicoba di Rumah

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 06:44 WIB

Lansia Tembus 34 Juta Jiwa! Pelayanan Sosial Perlu Diubah, Jangan Cuma Jadi Objek Bansos

Lansia Tembus 34 Juta Jiwa! Pelayanan Sosial Perlu Diubah, Jangan Cuma Jadi Objek Bansos

News | Rabu, 30 September 2026 | 06:00 WIB

Leo/Daniel Raih Emas Ganda Putra Asian Games 2026

Leo/Daniel Raih Emas Ganda Putra Asian Games 2026

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 06:00 WIB

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 05:00 WIB

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

×