Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.570.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 5.695,116
LQ45 556,746
Srikehati 275,044
JII 335,012
USD/IDR 0

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Iran dan AS Capai Kemajuan Negosiasi, Brent Turun ke 70 Dolar AS

Dythia Novianty, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08 WIB
Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Iran dan AS Capai Kemajuan Negosiasi, Brent Turun ke 70 Dolar AS
Selat Hormuz, Iran. (freepik)
baca 10 detik
  • Harga minyak dunia turun pada 2 Juli 2026 setelah kemajuan negosiasi Iran dan Amerika Serikat di Doha.
  • Kembalinya arus lalu lintas minyak di Selat Hormuz memicu kekhawatiran pasar terkait potensi kelebihan pasokan global.
  • Rencana peningkatan produksi OPEC+ pada Agustus mendatang mempertekan harga minyak mentah Brent dan WTI di pasar.

Suara.com - Harga minyak dunia turun pada perdagangan Kamis 2 Juli 2026 setelah Qatar mengumumkan adanya "kemajuan positif" dalam perundingan tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat (AS). 

Negosiasi yang berakhir pada Rabu kemarin, berfokus pada pemulihan jalur pelayaran Selat Hormuz, kawasan krusial yang mengalirkan seperlima pasokan minyak global sebelum perang pecah.

Mengutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent turun 73 sen dolar AS atau 1,02 persen menjadi 70,84 dolar AS per barel pada pukul 01.02 GMT (08.02 WIB). 

Adapun minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS merosot 83 sen atau 1,21 persen ke posisi 67,75 dolar AS per barel. 

Pada sesi perdagangan sebelumnya, kedua harga acuan ini bahkan sempat jatuh lebih dari 1 persen hingga menyentuh level terendah dalam empat bulan terakhir.

Sejumlah sumber menyebutkan bahwa negosiator dari AS dan Iran menghabiskan waktu dua hari di Doha untuk membahas lalu lintas maritim di Selat Hormuz, serta pencairan dana Iran yang dibekukan. 

Meski jalur pelayaran tersebut kini sudah mulai pulih sebagian, tensi kedua negara sempat memanas akibat aksi saling serang akhir pekan lalu yang dipicu oleh serangan Iran terhadap sebuah kapal kargo.

Dua sumber senior dari Iran menyatakan bahwa Teheran bersikeras untuk mendapatkan pengakuan internasional atas kendali mereka di Selat Hormuz, bahkan jika harus menggunakan jalur militer. 

Iran juga berulang kali menegaskan akan mulai memberlakukan tarif tol bagi kapal yang melintas mulai pertengahan Agustus mendatang, setelah masa bebas tarif yang disepakati dalam perjanjian awal berakhir.

baca juga

Wakil Presiden AS, JD Vance, sebelumnya mengklaim bahwa lalu lintas kapal tanker dan aliran minyak melalui Selat Hormuz kini telah kembali ke tingkat sebelum perang, meskipun ia tidak merinci angka pastinya. 

Lembaga riset Haitong Futures menilai, terbukanya kembali jalur distribusi ini memicu persaingan ketat perebutan pangsa pasar. 

"Karena selat tetap terbuka dan minyak mentah terus mengalir keluar, persaingan untuk pangsa pasar terus menekan harga minyak, dan ada ekspektasi yang meningkat akan kelebihan pasokan," kata Haitong Futures dalam sebuah catatan.

Tekanan terhadap harga komoditas ini diperkirakan semakin besar, seiring rencana negara-negara produsen minyak yang tergabung dalam OPEC+ untuk meningkatkan target produksi mereka mulai Agustus nanti. 

Menurut sumber pasar, kesepakatan tersebut kemungkinan akan disahkan dalam pertemuan akhir pekan ini dengan proyeksi kenaikan produksi sekitar 188.000 barel per hari untuk bulan Agustus, sama seperti target pada Juni dan Juli.

Sementara itu dari dalam negeri AS, Badan Informasi Energi (EIA) melaporkan stok minyak mentah mereka menyusut 3,8 million barel menjadi 408,4 juta barel pada pekan lalu, mencatat level terendah sejak September 2018. 

Indonesia borong minyak Rusia (freepik)
Ilustrasi kilang minyak. (freepik)

Kendati demikian, penurunan cadangan ini ternyata lebih kecil dari proyeksi para analis dalam survei Reuters yang memperkirakan penurunan hingga 4,5 juta barel, sehingga belum mampu menahan tren pelemahan harga minyak di pasar global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran-AS Damai, Rupiah Berjaya Hari Ini di Level Rp17.851/USD

Iran-AS Damai, Rupiah Berjaya Hari Ini di Level Rp17.851/USD

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 16:19 WIB

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.865 per Dolar AS, BI Disebut Lakukan Intervensi

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.865 per Dolar AS, BI Disebut Lakukan Intervensi

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:26 WIB

Konflik AS - Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Dunia Naik ke Level 72 Dolar AS

Konflik AS - Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Dunia Naik ke Level 72 Dolar AS

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:11 WIB

Konflik AS-Iran Meletus Lagi, Harga Minyak Dunia Kembali Naik

Konflik AS-Iran Meletus Lagi, Harga Minyak Dunia Kembali Naik

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 07:04 WIB

Harga Minyak Dunia Turun Drastis Meski AS-Iran Gagal Gencatan Senjata

Harga Minyak Dunia Turun Drastis Meski AS-Iran Gagal Gencatan Senjata

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 11:56 WIB

Lakon Aneh Piala Dunia 2026: Aljazair dan Austria Main Mata untuk Singkirkan Iran?

Lakon Aneh Piala Dunia 2026: Aljazair dan Austria Main Mata untuk Singkirkan Iran?

Bola | Minggu, 28 Juni 2026 | 10:42 WIB

Terkini

Itung-itungan Driver Ojol, Kenapa Pendapatannya Turun Setelah Potongan 8% Berlaku

Itung-itungan Driver Ojol, Kenapa Pendapatannya Turun Setelah Potongan 8% Berlaku

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:49 WIB

Cara Menakar Nilai Wajar Mata Uang, Analis Ungkap Kunci Baca Arah Rupiah hingga Dolar

Cara Menakar Nilai Wajar Mata Uang, Analis Ungkap Kunci Baca Arah Rupiah hingga Dolar

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:45 WIB

Survei: 78,6% Konsumen Nilai Haknya Diabaikan dalam Aturan Rokok Terbaru

Survei: 78,6% Konsumen Nilai Haknya Diabaikan dalam Aturan Rokok Terbaru

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:40 WIB

BBCA Diramal Belum Bisa Tembus Rp6.000 Hari Ini

BBCA Diramal Belum Bisa Tembus Rp6.000 Hari Ini

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:10 WIB

UMKM Indonesia Berpeluang Jadi Motor Baru Ekspor, Ini Syaratnya

UMKM Indonesia Berpeluang Jadi Motor Baru Ekspor, Ini Syaratnya

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:10 WIB

Transformasi IT, BSI Bidik Masuk Top 5 Bank Syariah Global

Transformasi IT, BSI Bidik Masuk Top 5 Bank Syariah Global

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 07:35 WIB

Prudential Soroti Risiko Korupsi yang Mengintai Sektor Keuangan

Prudential Soroti Risiko Korupsi yang Mengintai Sektor Keuangan

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 07:25 WIB

Inflasi Juni 2026 Naik Jadi 3,34 Persen, Bank Indonesia Pastikan Masih Terkendali

Inflasi Juni 2026 Naik Jadi 3,34 Persen, Bank Indonesia Pastikan Masih Terkendali

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 07:22 WIB

Terungkap! Ini Alasan Penumpang Tetap Setia Naik Kereta Meski Tarif Naik

Terungkap! Ini Alasan Penumpang Tetap Setia Naik Kereta Meski Tarif Naik

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:54 WIB

BUMN Ini Sulap Limbah Jadi Paving Block, Gandeng UMKM Dorong Ekonomi Sirkular

BUMN Ini Sulap Limbah Jadi Paving Block, Gandeng UMKM Dorong Ekonomi Sirkular

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:44 WIB

×