B50 Resmi Jalan, Ekonom UGM Ingatkan Ancaman APBN, Minyak Goreng hingga Deforestasi

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 02 Juli 2026 | 15:54 WIB
B50 Resmi Jalan, Ekonom UGM Ingatkan Ancaman APBN, Minyak Goreng hingga Deforestasi
Ilustrasi bahan bakar B50 (Gemini AI)
baca 10 detik
  • B50 dinilai kurangi impor solar, tapi bisa tingkatkan impor minyak mentah.

  • Harga CPO naik berisiko membebani APBN lewat subsidi biodiesel.

  • B50 berpotensi picu krisis minyak goreng dan ancam kelestarian hutan.

Suara.com - Penerapan mandatori biodiesel 50 persen (B50) yang resmi berlaku mulai 1 Juli 2026 mendapat apresiasi dari kalangan ekonom. Kebijakan ini dinilai menjadi langkah strategis pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor solar. Namun di balik potensi penghematan devisa tersebut, pemerintah diingatkan agar mewaspadai sejumlah risiko yang bisa muncul, mulai dari membengkaknya beban subsidi, ancaman krisis minyak goreng, hingga potensi kerusakan lingkungan.

Pengamat ekonomi energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, mengatakan kebijakan B50 merupakan langkah positif dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Meski demikian, ia menilai implementasi program tersebut tidak bebas dari tantangan yang harus diantisipasi sejak awal.

Menurut Fahmy, penghentian impor solar melalui pemanfaatan biodiesel justru berpotensi meningkatkan kebutuhan impor minyak mentah (crude oil). Kondisi ini perlu menjadi perhatian agar manfaat kebijakan tidak tergerus oleh meningkatnya ketergantungan pada komoditas energi lainnya.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa bahan baku utama biodiesel, yakni crude palm oil (CPO), memiliki harga yang sangat fluktuatif. Ketika harga CPO melonjak di pasar global, biaya produksi B50 otomatis ikut meningkat sehingga pemerintah berpotensi harus menambah alokasi subsidi.

"Pada saat harga CPO tinggi akan mendongkrak harga keekonomian B50 sehingga pemerintah harus merogoh APBN untuk menaikkan subsidi B50," ujar Fahmy kepada Suara.com, Kamis (2/7/2026).

Fahmy juga menyoroti potensi benturan pemanfaatan CPO antara sektor energi, pangan, dan ekspor. Menurutnya, tambahan kebutuhan CPO untuk program B50 bisa mengurangi pasokan bagi industri pangan, terutama jika harga CPO dunia kembali melonjak.

Ia mengingatkan pengalaman krisis minyak goreng beberapa tahun lalu yang dipicu tingginya harga CPO global. Saat itu, produsen lebih memilih mengekspor CPO karena menawarkan keuntungan lebih besar dibanding memasok kebutuhan dalam negeri, sehingga pasokan minyak goreng menipis dan harga melonjak.

"Pemerintah harus mitigasi adanya tambahan permintaan CPO untuk energi, yang berpotensi krisis minyak goreng mendatang lebih besar dibanding krisis sebelumnya," tegasnya.

Di sisi lain, Fahmy mengakui peningkatan kebutuhan CPO dapat diimbangi dengan peningkatan produksi sawit. Namun, ia menegaskan perluasan kebun sawit tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan kawasan hutan, khususnya di Papua.

baca juga

Menurutnya, pembukaan lahan secara masif berisiko memicu kerusakan lingkungan dan bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang yang pernah terjadi di sejumlah wilayah Sumatera.

"Jangan sampai perluasan tanaman kelapa sawit itu dilakukan dengan membabat hutan besar-besar di Papua. B50 seharusnya mengatasi masalah energi, tanpa menimbulkan masalah krisis pangan dan babat hutan," pungkas Fahmy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selat Hormuz Sudah Dibuka, Kok Harga BBM Belum Turun? Ini Penjelasan Ekonom

Selat Hormuz Sudah Dibuka, Kok Harga BBM Belum Turun? Ini Penjelasan Ekonom

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:15 WIB

BBM B50 Resmi Mulai Didistribusikan ke SPBU, Peluncuran Tinggal Tunggu Prabowo

BBM B50 Resmi Mulai Didistribusikan ke SPBU, Peluncuran Tinggal Tunggu Prabowo

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:29 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Iran dan AS Capai Kemajuan Negosiasi, Brent Turun ke 70 Dolar AS

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Iran dan AS Capai Kemajuan Negosiasi, Brent Turun ke 70 Dolar AS

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08 WIB

Terkini

Belanja Negara APBN 2027 Tertinggi dalam Sejarah, Kemenkeu Klaim Buat Kesejahteraan

Belanja Negara APBN 2027 Tertinggi dalam Sejarah, Kemenkeu Klaim Buat Kesejahteraan

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:35 WIB

Penampilan Siswa Bikin Orang Tua Haru, Gus Ipul: 1 Tahun di Sekolah Rakyat Jadi Lebih Percaya Diri

Penampilan Siswa Bikin Orang Tua Haru, Gus Ipul: 1 Tahun di Sekolah Rakyat Jadi Lebih Percaya Diri

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:34 WIB

Harga Minyak Dunia Naik Lagi, Masih di Atas USD 100/Barel

Harga Minyak Dunia Naik Lagi, Masih di Atas USD 100/Barel

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:31 WIB

Hasyim Asy'ari Akui KPU Tak Cek Keabsahan Dokumen Pendidikan Gibran saat Pilpres 2024

Hasyim Asy'ari Akui KPU Tak Cek Keabsahan Dokumen Pendidikan Gibran saat Pilpres 2024

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:26 WIB

Biodata dan Profil Nino Fernandez yang Jadi Omongan Panas di X

Biodata dan Profil Nino Fernandez yang Jadi Omongan Panas di X

Entertainment | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:23 WIB

Reaksi John Herdman Usai Malaysia Lumat Singapura Pesta 6 Gol

Reaksi John Herdman Usai Malaysia Lumat Singapura Pesta 6 Gol

Bola | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:23 WIB

Gerak Cepat Sarawak di Perbatasan: Ancaman atau Peluang Emas untuk Pembangunan IKN?

Gerak Cepat Sarawak di Perbatasan: Ancaman atau Peluang Emas untuk Pembangunan IKN?

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:21 WIB

IHSG Mulai Menghijau pada Awal Perdagangan, Pantau ENRG

IHSG Mulai Menghijau pada Awal Perdagangan, Pantau ENRG

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:17 WIB

John Herdman Buka Suara Usai Timnas Indonesia Hujan Gol Lawan Bangladesh

John Herdman Buka Suara Usai Timnas Indonesia Hujan Gol Lawan Bangladesh

Bola | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:16 WIB

Mantan Ketua KPU Bantah Dalil Cacat Administratif dalam Pencalonan Gibran

Mantan Ketua KPU Bantah Dalil Cacat Administratif dalam Pencalonan Gibran

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:09 WIB

×