- Perayaan kemerdekaan RI ke-81 di Istana Merdeka pada Senin (17/8/2026) dipadati antusiasme masyarakat sekitar Monas.
- Pedagang es teh bernama Iqbal berhasil meraup keuntungan Rp500.000 karena dagangannya cepat ludes terjual.
- Pedagang lain bernama Soleh mengalami penurunan pendapatan akibat masalah sinyal dan ketidakstabilan ekonomi.
Suara.com - Perayaan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia ke 81 di Istana Merdeka, Jakarta pada Senin (17/8/2026) memantik antusias masyarakat untuk menyemut di sekitar Monumen Nasional.
Di tengah lautan manusia itu, para pedagang mengaku momentum tersebut menjadi sumber cuan bagi mereka.
Pedagang minuman es teh, Iqbal mengaku dirinya telah meraup untung sebesar Rp500.000 walaupun baru setengah hari berjualan.
Berjualan sejak pukul 8 pagi, dagangan miliknya telah ludes sebanyak 150 lebih gelas pada pukul 12 siang.
Padahal, Iqbal hanya menyetok es teh untuk 300 gelas. Menurutnya, momentum perayaan kemerdekaan memang lebih menguntungkan ketimbang acara-acara lain.
"Bedanya (dengan acara lain) 70 persen. Karena ini kan pesta rakyat, ngundang massanya banyak" katanya kepada Suara.com pada Senin (17/8/2026).
Menurut pria yang akrab dipanggil Boik itu, lakunya lapak milik ia disebabkan oleh pembeli yang enggan antre di booth-booth yang disediakan di dalam Monas.
Tak seperti Iqbal yang ratusan gelas dagangannya telah laku, Soleh bercerita di lapaknya hanya baru laku sebanyak 30 gelas.
Padahal, pedagang asongan ini mengaku telah melapak sejak pukul 6 pagi.
"Alhamdulillah saja. Yang penting kita enggak putus asa," ujarnya.
Kendati demikian, dia mengatakan omzet berjualan saat momentun hari besar memang lebih tinggi 50 persen dibanding hari biasa berjualan.
Ia juga mengeluhkan buruknya sinyal jaringan di lokasi yang menyebabkan sebagian pengunjung mengurungkan niat pembelian karena tak dapat mengakses QRIS.
Soleh juga bercerita dibanding momentum peringatan kemerdekaan pada tahun sebelumnya, pendapatannya dengan berjualan minuman dan makanan ringan terbilang anjlok.
"Dulu Aqua saja bisa laku sepuluh kardus. Sekarang jauh banget," keluhnya.
Oleh karena itu di puncak perayaan kemerdekaan republik, Soleh menumpahkan kekhawatirannya mengenai situasi ekonomi yang tak kunjung stabil.
Menurutnya, kalau situasi ekonomi stabil tentunya akan berdampak langsung terhadap pemasukannya.
"Merdeka tapi bingung," tegas Soleh. (Reporter: Alif Bintang)