Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Tekanan Pasar Tenaga Kerja AS Mereda, Investor Saham Bisa Lebih Tenang?

M Nurhadi

Jum'at, 03 Juli 2026 | 08:10 WIB
Tekanan Pasar Tenaga Kerja AS Mereda, Investor Saham Bisa Lebih Tenang?
Bursa saham Wall Street di New York, Amerika Serikat [Shutterstock]
baca 10 detik
  • Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pertumbuhan lapangan kerja periode Juni melambat dan berada di bawah ekspektasi pasar.
  • Data ketenagakerjaan yang melandai meredam kekhawatiran investor terhadap kebijakan suku bunga agresif dari bank sentral Federal Reserve.
  • Penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga memberikan dampak positif bagi stabilitas pasar saham serta sektor teknologi secara global.

Suara.com - Rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (Non-Farm Payrolls) periode Juni yang cenderung melandai memberikan kelegaan bagi pasar ekuitas Wall Street.

Data ini meredam kecemasan para investor yang sebelumnya khawatir bahwa kokohnya pasar tenaga kerja akan memaksa bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), bertindak lebih agresif (hawkish) dalam melawan inflasi.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pertumbuhan lapangan kerja pada bulan Juni melambat di luar perkiraan pasar. Selain itu, data penciptaan lapangan kerja untuk dua bulan sebelumnya juga direvisi menjadi lebih rendah.

Rangkaian data ini mengindikasikan bahwa kondisi pasar tenaga kerja AS mulai mendingin namun tetap berada dalam level yang stabil. Kondisi ini langsung mendorong pasar finansial global untuk menurunkan ekspektasi terhadap potensi kenaikan suku bunga acuan The Fed dalam waktu dekat.

Melandainya data sektor tenaga kerja dinilai memberikan ruang bernapas dan waktu tambahan bagi pasar saham.

Momentum ini krusial mengingat lonjakan valuasi saham, volatilitas tinggi pada emiten berkapitalisasi triliunan dolar, serta koreksi tajam berkala sempat memicu kekhawatiran adanya gelembung (bubble) di sektor tertentu.

Merespons laporan tersebut, bursa saham AS sempat bergerak menguat sebelum akhirnya kembali melandai, sementara mata uang dolar AS terpantau melemah seiring para pelaku pasar yang memangkas proyeksi kenaikan suku bunga pada September mendatang.

"Laporan ketenagakerjaan ini membuat siapa pun yang mengkhawatirkan kenaikan suku bunga segera oleh The Fed bisa bernapas lega," kata Adam Sarhan, Chief Executive 50 Park Investments di New York. "Ini bukan berarti ketakutan akan inflasi telah berakhir. Langkah ini hanya meredakan tekanan bagi The Fed untuk mengerek suku bunga dalam jangka pendek," tambahnya.

Mengurangi Tekanan pada Saham Sektor Teknologi

baca juga

Sebelumnya pada bulan lalu, para investor sempat merasakan bagaimana reli pasar saham sebesar 10% sepanjang tahun ini dapat berbalik arah dengan cepat.

Hal itu terjadi setelah The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan Juni, namun memproyeksikan adanya kenaikan biaya pinjaman di akhir tahun ini akibat kekhawatiran terhadap lonjakan harga.

Proyeksi hawkish tersebut sempat memicu kecemasan investor terkait tingginya belanja korporasi berbasis utang untuk sektor kecerdasan buatan (AI).

Dampaknya, harga saham-saham sektor teknologi raksasa yang selama ini mendominasi pasar sempat mengalami koreksi.

Oleh karena itu, laporan ketenagakerjaan terbaru ini dinilai dapat meyakinkan para pembuat kebijakan di The Fed bahwa pasar tenaga kerja saat ini tidak lagi memanaskan mesin inflasi.

Berdasarkan data LSEG, kontrak berjangka Fed funds menunjukkan peluang berimbang (50:50) bagi bank sentral untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan September nanti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Asing Kabur Bawa Duit 5 Miliar Dolar, Investor Ritel Jadi Pahlawan IHSG

Asing Kabur Bawa Duit 5 Miliar Dolar, Investor Ritel Jadi Pahlawan IHSG

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 06:51 WIB

Saham Dinilai Sudah Terlalu Murah, Gimana Nasib BBNI?

Saham Dinilai Sudah Terlalu Murah, Gimana Nasib BBNI?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:12 WIB

Saham Perbankan Masih Menarik, BBCA dan BMRI Layak Dikoleksi

Saham Perbankan Masih Menarik, BBCA dan BMRI Layak Dikoleksi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:32 WIB

IHSG Lanjut Reli Penguatan, Bergerak Level 5.700 Pagi Ini

IHSG Lanjut Reli Penguatan, Bergerak Level 5.700 Pagi Ini

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:25 WIB

Masa Penawaran Emiten Raffi Ahmad RANS Dibuka Hari Ini, Harganya Rp170

Masa Penawaran Emiten Raffi Ahmad RANS Dibuka Hari Ini, Harganya Rp170

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:12 WIB

BBCA Diramal Belum Bisa Tembus Rp6.000 Hari Ini

BBCA Diramal Belum Bisa Tembus Rp6.000 Hari Ini

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:10 WIB

Terkini

Liburan Agustus Lebih Hemat! Ada Diskon di Wisata Nako Pasir Angin Bareng BRI

Liburan Agustus Lebih Hemat! Ada Diskon di Wisata Nako Pasir Angin Bareng BRI

Bri | Minggu, 16 Agustus 2026 | 23:52 WIB

Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa

Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 23:16 WIB

Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib

Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib

Sumsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu

Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu

Sumsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:40 WIB

Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya

Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya

Entertainment | Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal

Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:02 WIB

Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes

Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:46 WIB

73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla

73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla

Kaltim | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Jabar | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:36 WIB

Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9

Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9

Jabar | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:30 WIB

×