Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Tak Hanya Sawit dan Kopi, Tembakau Dinilai Layak Jadi Komoditas Prioritas Pemerintah

Achmad Fauzi

Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:03 WIB
Tak Hanya Sawit dan Kopi, Tembakau Dinilai Layak Jadi Komoditas Prioritas Pemerintah
Ilustrasi tembakau. (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)
baca 10 detik
  • Sektor tembakau merupakan komoditas strategis nasional yang signifikan bagi penyerapan tenaga kerja, pendapatan petani, serta penerimaan devisa negara.
  • Kementerian Pertanian berkomitmen meningkatkan kualitas dan daya saing komoditas perkebunan nasional melalui perbaikan rantai pasok serta pendampingan pelaku usaha.
  • HKTI mendorong penguatan akses teknologi dan hilirisasi produk agar nilai tambah komoditas ekspor Indonesia semakin meningkat di pasar global.

Suara.com - Komoditas tembakau dinilai memiliki posisi strategis dalam perekonomian nasional karena berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja, pendapatan petani, devisa ekspor, hingga penerimaan negara.

Karena itu, kalangan petani meminta pemerintah tidak mengabaikan keberlanjutan sektor pertembakauan dalam menyusun berbagai kebijakan.

Di tengah upaya pemerintah memperkuat sektor perkebunan nasional, tembakau disebut perlu mendapat perhatian yang sama dengan komoditas unggulan lain seperti kelapa sawit, kopi, kakao, dan kelapa.

Optimalisasi komoditas tersebut dinilai mampu meningkatkan devisa sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi domestik di tengah dinamika pasar global.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Ali Jamil, mengatakan pemerintah berkomitmen mengembalikan kejayaan sektor perkebunan nasional melalui peningkatan produksi dan kualitas komoditas agar mampu bersaing di pasar internasional.

"Kita harus mulai menjadi pelaku utama dalam rantai perdagangan global. Pemerintah siap memberikan pendampingan, mulai dari peningkatan kualitas produk, pelatihan ekspor, market intelligence, hingga membantu mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli di luar negeri," ujarnya seperti dikutip, Jumat (3/7/2026).

Petani tembakau yang ada di Indonesia. (Dok: Komunitas Kretek)
Petani tembakau yang ada di Indonesia. (Dok: Komunitas Kretek)

Menurut Ali, masih terdapat berbagai tantangan yang harus dibenahi, mulai dari penanganan pascapanen hingga persoalan kontaminasi yang menyebabkan penolakan ekspor di sejumlah negara tujuan.

Karena itu, ia menilai perbaikan tata kelola rantai pasok, sistem penyimpanan, pengemasan, dan distribusi komoditas perkebunan perlu dilakukan secara terintegrasi agar daya saing produk Indonesia semakin meningkat.

"Kita memiliki potensi yang sangat besar, baik dari sisi sumber daya alam maupun sumber daya manusia," jelasnya.

baca juga

Dalam konteks tersebut, tembakau dinilai menjadi salah satu komoditas yang memiliki nilai strategis. Selain menjadi sumber penghidupan petani di berbagai daerah sentra produksi, sektor pertembakauan juga menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi nasional yang melibatkan tenaga kerja, pelaku usaha, hingga industri hilir berorientasi ekspor.

Ketua Harian III DPP Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Andi Muhammad Syakir, mengatakan peningkatan akses informasi dan teknologi menjadi salah satu kunci untuk memperkuat posisi tawar petani dalam rantai pasok.

"Petani membutuhkan informasi mengenai perkembangan pasar, harga komoditas, inovasi teknologi, hingga teknik budidaya yang semakin efisien," imbuhnya.

Ia juga menilai hilirisasi perlu terus didorong agar Indonesia tidak hanya mengekspor bahan baku mentah, tetapi juga menghasilkan produk bernilai tambah tinggi.

"Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang sangat besar pada berbagai komoditas perkebunan, seperti kelapa sawit, kopi, kakao, kelapa, lada, pala, cengkih, dan tembakau,” kata Andi.

Data menunjukkan kontribusi sektor ini juga masih signifikan terhadap perdagangan luar negeri. Pada 2024, nilai ekspor produk hasil tembakau mencapai 1,7 miliar dolar AS, meningkat 21,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Angka tersebut memperkuat posisi tembakau sebagai salah satu komoditas perkebunan strategis yang dinilai perlu dijaga keberlanjutannya di tengah berbagai tantangan regulasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Produk Tembakau Alternatif Dinilai Berpeluang Tekan Angka Perokok, Benarkah?

Produk Tembakau Alternatif Dinilai Berpeluang Tekan Angka Perokok, Benarkah?

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 07:27 WIB

UMKM Indonesia Berpeluang Jadi Motor Baru Ekspor, Ini Syaratnya

UMKM Indonesia Berpeluang Jadi Motor Baru Ekspor, Ini Syaratnya

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:10 WIB

Neraca Perdagangan RI Tekor Pada Mei, Penyebabnya Impor Migas

Neraca Perdagangan RI Tekor Pada Mei, Penyebabnya Impor Migas

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:52 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×