Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Omnichannel Jadi Solusi Menjawab Perubahan Perilaku Konsumen

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Senin, 06 Juli 2026 | 14:59 WIB
Omnichannel Jadi Solusi Menjawab Perubahan Perilaku Konsumen
Marketeers OMNI Brands of the Year 2026 (Dok: Marketeers)

Suara.com - Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara konsumen berinteraksi dengan merek. Namun, di tengah makin kompleksnya perjalanan pelanggan, kehadiran di kanal digital saja dinilai tidak lagi cukup. Perusahaan kini dituntut untuk menghadirkan pengalaman yang terhubung di seluruh titik interaksi melalui strategi omnichannel.

Group COO MCorp, Iwan Setiawan menilai banyak perusahaan masih berfokus pada digital marketing sebagai kanal pemasaran utama. Padahal, perilaku konsumen saat ini telah berkembang menjadi lebih terintegrasi antara dunia digital dan fisik atau yang dikenal sebagai gaya hidup phygital.

Menurut Iwan, konsumen modern tidak lagi berinteraksi dengan merek melalui satu saluran saja. Mereka dapat menemukan informasi melalui media sosial, membandingkan produk di situs web, berkonsultasi melalui aplikasi pesan instan, hingga melakukan transaksi di toko fisik atau marketplace. Karena itu, perusahaan perlu memastikan seluruh kanal tersebut saling terhubung dan memberikan pengalaman yang konsisten.

“Kalau Anda melakukan digital marketing saja, maka Anda akan kehilangan 60-80% dari calon pelanggan Anda. Kita tidak mendiferensiasikan strategi kita based on channel. Jadi tidak ada strategi kanal digital, strategi kanal fisik, tapi semua tertintegrasi karena yang kita jadikan panduan adalah customer journey,” kata Iwan saat pengumuman Marketeers OMNI Brands of the Year 2026 di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Kebutuhan akan strategi omnichannel juga diperkuat oleh sejumlah riset global. McKinsey & Company mencatat lebih dari 50% konsumen B2C menggunakan tiga hingga lima kanal berbeda dalam setiap perjalanan pembelian.

Konsumen juga semakin terbiasa berpindah dari satu platform ke platform lain sebelum mengambil keputusan untuk membeli suatu produk atau layanan.

Riset yang sama menunjukkan pelanggan yang berinteraksi melalui berbagai kanal berbelanja 1,7 kali lebih sering dibandingkan pelanggan yang hanya menggunakan satu kanal. Selain itu, sekitar 60% hingga 70% konsumen saat ini melakukan riset dan transaksi melalui kombinasi kanal online dan offline.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang berjalan sendiri-sendiri di setiap kanal mulai kehilangan relevansinya. Di tengah makin banyaknya pilihan platform yang digunakan konsumen, perusahaan perlu menghadirkan pengalaman yang terintegrasi agar perjalanan pelanggan tidak terputus.

Pentingnya pengalaman yang konsisten juga terlihat dalam laporan State of the Connected Customer yang dirilis Salesforce. Riset tersebut menemukan bahwa 85% pelanggan mengharapkan pengalaman yang konsisten di seluruh kanal dan departemen perusahaan.

baca juga

Sebanyak 83% pelanggan bahkan mengaku lebih loyal terhadap merek yang mampu memberikan pengalaman yang terhubung dan relevan di setiap titik interaksi. Meski demikian, tantangan implementasi omnichannel masih cukup besar.

Salesforce menemukan sekitar 60% pelanggan masih merasa berinteraksi dengan departemen yang berjalan sendiri-sendiri, bukan dengan satu perusahaan yang memiliki sistem terintegrasi. Kondisi ini membuat pengalaman pelanggan sering kali terasa terfragmentasi, terutama ketika berpindah dari satu kanal ke kanal lainnya.

Perubahan perilaku konsumen juga terjadi di sektor business-to-business (B2B). McKinsey mencatat jumlah kanal yang digunakan pelanggan B2B untuk berinteraksi dengan perusahaan meningkat lebih dari dua kali lipat dalam beberapa tahun terakhir.

Jika pada tahun. 2016 pelanggan rata-rata menggunakan lima kanal, kini jumlahnya telah mencapai lebih dari 10 kanal dalam satu perjalanan pembelian. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa tantangan perusahaan saat ini bukan lagi sekadar hadir di berbagai platform, melainkan memastikan seluruh platform tersebut mampu bekerja sebagai satu kesatuan.

Dengan kata lain, keberhasilan pemasaran tidak lagi ditentukan oleh banyaknya kanal yang digunakan, tetapi oleh kemampuan perusahaan menghadirkan pengalaman pelanggan yang mulus dan konsisten.

Pemenang Marketeers OMNI Brands of the Year 2026

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Marketeers Tech for Business: Brand Hari ini Harus AI Friendly

Marketeers Tech for Business: Brand Hari ini Harus AI Friendly

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 14:34 WIB

Mendagri Tito Hadiri Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara di Bogor

Mendagri Tito Hadiri Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara di Bogor

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:42 WIB

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:41 WIB

Marketeers Tech for Business 2026: Jurus Baru Digital Marketing di Era AI

Marketeers Tech for Business 2026: Jurus Baru Digital Marketing di Era AI

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 13:06 WIB

Strategi Investasi Usai Rebalancing MSCI: Saatnya Wait and See atau Borong Blue Chip?

Strategi Investasi Usai Rebalancing MSCI: Saatnya Wait and See atau Borong Blue Chip?

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:01 WIB

VinFast dan Upaya Membangun EV yang Paham Asia Tenggara

VinFast dan Upaya Membangun EV yang Paham Asia Tenggara

Otomotif | Rabu, 04 Februari 2026 | 07:28 WIB

Terkini

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:49 WIB

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Banten | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:00 WIB

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:48 WIB

×