Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

OJK Mulai Kewalahan Hadapi Modus Penipuan Berkedok AI dan Deepfake

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 06 Juli 2026 | 17:48 WIB
OJK Mulai Kewalahan Hadapi Modus Penipuan Berkedok AI dan Deepfake
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan keterangan pers usai pengucapan sumpah jabatan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu (25/3/2026). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nz]
baca 10 detik
  • AI dan deepfake membuat modus penipuan digital makin sulit dikenali.
  • OJK minta masyarakat selalu verifikasi sebelum transfer atau berbagi data.
  • Jangan pernah membagikan OTP, PIN, maupun password kepada siapa pun.

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengakui mulai kewalahan dalam menghadapi penipuan di sektor keuangan berkedok kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan deepfake.

Untuk itu OJK mengingatkan masyarakat agar semakin waspada karena penipu kini mampu menyamar layaknya orang yang dikenal korban.

Ketua Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan teknologi AI membuat pelaku penipuan mampu memalsukan identitas, suara, hingga wajah seseorang sehingga korban sulit membedakan mana yang asli dan mana yang palsu.

Menurutnya, di era digital masyarakat kerap merasa sedang berkomunikasi dengan kerabat, rekan kerja, atau pihak yang dipercaya, padahal identitas tersebut telah direkayasa menggunakan teknologi AI maupun deepfake.

"Kadang-kadang dia merasa men-share itu kepada pihak yang dia kenal padahal itu menggunakan AI, padahal itu menggunakan deepfake. Jadi sekarang itu harus cek dan ricek terus-menerus memastikan bahwa benar enggak yang saya informasikan ini adalah orang yang benar," ujar Friderica usai seminar Countering Scams and Frauds Through AML/CFT Measures and Anti-Scam Centre di Jakarta, Senin (6/7/2026).

Ia menjelaskan, karakteristik kejahatan digital berbeda dengan tindak kriminal konvensional. Jika pada kejahatan fisik korban kehilangan harta karena dipaksa atau dirampas, pada penipuan digital justru korban sering kali secara sukarela menyerahkan uang maupun data pribadinya karena telah percaya kepada pelaku.

"Kalau kejahatan fisik yang tradisional orang itu pasti enggak mau tasnya dijambret, enggak mau uangnya dicopet. Tapi di digital era ini orang itu dengan sukarela dia mentransfer, dengan sukarela dia sendiri men-share OTP-nya, memberikan password-nya dan sebagainya," katanya.

Fenomena tersebut membuat edukasi menjadi benteng utama dalam perlindungan konsumen jasa keuangan. OJK menilai peningkatan literasi digital jauh lebih penting karena pelaku kejahatan terus memperbarui strategi mereka mengikuti perkembangan teknologi.

Friderica mengingatkan masyarakat untuk tidak pernah membagikan kode OTP, kata sandi, PIN, maupun data pribadi kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku berasal dari bank, lembaga keuangan, atau bahkan orang yang dikenal.

baca juga

Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu melakukan verifikasi ulang terhadap setiap permintaan transfer dana, perubahan rekening tujuan, maupun permintaan data pribadi yang diterima melalui telepon, pesan singkat, atau aplikasi percakapan.

"Kalau kita mau ngeluarin uang kita secara digital itu pikir seribu kali. Kita mau transfer, mau memberikan apa, kita pikir ini benar enggak, ini verified enggak, ini legitimate enggak," ujarnya.

Menurut Friderica, perang melawan penipuan digital tidak akan pernah berhenti karena para pelaku terus menciptakan modus baru setiap kali masyarakat mulai mengenali modus lama.

"Para criminals ini juga terus berinovasi. Ketika kita mensosialisasikan satu modus, nanti muncul lagi modus baru," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

OJK Pangkas Pembaruan Status SLIK, Akses KPR dan Kredit UMKM Dipercepat

OJK Pangkas Pembaruan Status SLIK, Akses KPR dan Kredit UMKM Dipercepat

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 17:38 WIB

Menjinakkan "Asisten Otonom": Redefinisi Kendali Manusia di Era Agentic AI

Menjinakkan "Asisten Otonom": Redefinisi Kendali Manusia di Era Agentic AI

Your Say | Senin, 06 Juli 2026 | 17:22 WIB

Kerugian Tembus Rp9,3 Triliun, OJK Ungkap Fakta Mengejutkan dari 'Love Scam'

Kerugian Tembus Rp9,3 Triliun, OJK Ungkap Fakta Mengejutkan dari 'Love Scam'

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 17:10 WIB

Terkini

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:49 WIB

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Banten | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:00 WIB

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:48 WIB

×