Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.525,690
LQ45 644,593
Srikehati 313,693
JII 391,666
USD/IDR 17.685

Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 08 Juli 2026 | 11:45 WIB
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep seusai melepas pemudik dalam program Mudik Asik Bareng PSI di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (25/3/2025). (Suara.com/Novian)
baca 10 detik
  • PMMP hanya mengoperasikan satu pabrik akibat krisis modal kerja.
  • Saham disuspensi hampir setahun, audit laporan keuangan belum rampung.
  • Restrukturisasi utang dan rights issue jadi tumpuan penyelamatan.

Suara.com - Kondisi emiten yang terafiliasi dengan Kaesang Pangarep yakni PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) makin mengalami tekanan keuangan yang makin pelik. Perusahaan pengolah dan eksportir udang ini hampir satu tahun sahamnya dibekukan dari perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan kini mengakui hanya mampu mengoperasikan satu fasilitas produksi dan membayar buruh secara harian.

Kondisi tersebut menunjukkan tekanan likuiditas yang belum juga mereda. Dalam keterbukaan informasi kepada BEI, manajemen PMMP mengungkapkan keterbatasan dana operasional membuat aktivitas produksi perusahaan jauh dari kondisi normal.

"Untuk saat ini perusahaan masih terkendala dengan modal kerja sehingga hanya satu plant saja yang masih beroperasi," tulis manajemen dalam jawaban kepada BEI.

Perseroan memperkirakan membutuhkan tambahan modal kerja sekitar US$15 juta atau sekitar Rp245 miliar (asumsi kurs Rp16.350 per dolar AS) agar operasional dapat kembali berjalan optimal.

Saat ini PMMP hanya mengandalkan satu pabrik di Situbondo untuk memenuhi permintaan pasar ekspor. Bahkan, demi mempertahankan kontrak dengan pembeli luar negeri, perusahaan terpaksa membeli produk jadi dari pihak lain dan baru melakukan pembayaran setelah hasil ekspor diterima. Skema tersebut mencerminkan ketatnya arus kas yang tengah dihadapi perusahaan.

Masalah PMMP tidak berhenti pada operasional. Saham perusahaan juga masih disuspensi oleh Bursa Efek Indonesia selama sekitar satu tahun karena belum memenuhi kewajiban sebagai perusahaan terbuka, termasuk penyampaian laporan keuangan tahunan yang telah diaudit.

Manajemen menyatakan audit laporan keuangan tahun buku 2025 masih berlangsung dan baru ditargetkan selesai pada Agustus 2026. Perseroan juga mengakui denda akibat keterlambatan penyampaian laporan keuangan akan dibayarkan secara bertahap.

Di sisi pembiayaan, beban utang perusahaan masih sangat besar. Hingga 31 Mei 2026, saldo pinjaman bank PMMP tercatat mencapai US$160,13 juta ditambah Rp6,33 miliar. Meski turun dibanding posisi September 2024 yang mencapai US$189,77 juta dan Rp159,89 miliar, angka tersebut belum memasukkan kewajiban pembayaran bunga pinjaman yang masih terus berjalan.

PMMP memang telah berhasil mencapai kesepakatan restrukturisasi dengan PT Bank Permata Tbk. Namun proses restrukturisasi dengan sejumlah kreditur lain seperti Bank Resona Perdania, Bank SMBC Indonesia, Bank Maspion Indonesia, Bank Central Asia, hingga Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia masih menunggu persetujuan komite masing-masing bank.

baca juga

Selama proses restrukturisasi berlangsung, perusahaan mengklaim telah membayar utang sebesar US$29,64 juta dan Rp153,56 miliar. Namun pelunasan tersebut belum cukup menghilangkan tekanan terhadap likuiditas perusahaan.

Untuk memperbaiki struktur permodalan, PMMP menyiapkan sejumlah langkah penyelamatan. Perseroan berencana menggelar rights issue serta mengonversi sebagian utang usaha menjadi saham melalui skema Medium Term Notes (MTN).

Tekanan finansial juga mulai berdampak pada tenaga kerja. Sejak 2024 hingga sekarang, PMMP telah melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 37 karyawan tetap dan 79 pekerja harian. Selain itu, sebanyak 82 karyawan memilih mengundurkan diri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BACH dan EMMI Resmi Jadi Emiten BEI, Dana IPO Difokuskan untuk Ekspansi Bisnis

BACH dan EMMI Resmi Jadi Emiten BEI, Dana IPO Difokuskan untuk Ekspansi Bisnis

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:44 WIB

Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang

Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:44 WIB

Angin Segar bagi Perajin Tahu Tempe, Pemerintah Gelontorkan Subsidi Kedelai Rp2.000/Kg

Angin Segar bagi Perajin Tahu Tempe, Pemerintah Gelontorkan Subsidi Kedelai Rp2.000/Kg

Foto | Selasa, 07 Juli 2026 | 18:20 WIB

Terkini

Insidious: Out of the Further, Seringnya Trauma Dijadikan Landasan Teror

Insidious: Out of the Further, Seringnya Trauma Dijadikan Landasan Teror

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 12:28 WIB

BMKG Petakan Kondisi Tanah hingga Kerusakan Pascagempa NTT

BMKG Petakan Kondisi Tanah hingga Kerusakan Pascagempa NTT

Jawa Tengah | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 12:27 WIB

Sigap Blusukan Demi Cari Suara, Lambat Hadir untuk Korban Bencana

Sigap Blusukan Demi Cari Suara, Lambat Hadir untuk Korban Bencana

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 12:24 WIB

Tak Banyak Gaya, tapi Bikin Betah: Alasan Nganjuk Cocok untuk Slow Living

Tak Banyak Gaya, tapi Bikin Betah: Alasan Nganjuk Cocok untuk Slow Living

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 12:20 WIB

5 Zodiak dengan Horoskop Terbaik Mulai 22 Agustus hingga Akhir Bulan

5 Zodiak dengan Horoskop Terbaik Mulai 22 Agustus hingga Akhir Bulan

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 12:20 WIB

Penyetan Lamongan vs Madura: Serupa tapi Tak Sama, Mana Favoritmu?

Penyetan Lamongan vs Madura: Serupa tapi Tak Sama, Mana Favoritmu?

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 12:20 WIB

Guru PPPK Senior Terancam Kalah dari Fresh Graduate? Muncul Usul Masa Kerja Jadi Penentu Seleksi PNS

Guru PPPK Senior Terancam Kalah dari Fresh Graduate? Muncul Usul Masa Kerja Jadi Penentu Seleksi PNS

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Kemenhut Bongkar Pembalakan Liar dan Tetapkan Enam Tersangka di Riau

Kemenhut Bongkar Pembalakan Liar dan Tetapkan Enam Tersangka di Riau

Riau | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:55 WIB

Kritik Simbolik HUT RI: Kemerdekaan Itu Milik Warga, Bukan Milik Presiden dan Kroni-kroninya

Kritik Simbolik HUT RI: Kemerdekaan Itu Milik Warga, Bukan Milik Presiden dan Kroni-kroninya

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:50 WIB

5 Rekomendasi Sabun Cuci Muka Anti Aging untuk Wanita Usia 40 Tahun, Bikin Kulit Lembut

5 Rekomendasi Sabun Cuci Muka Anti Aging untuk Wanita Usia 40 Tahun, Bikin Kulit Lembut

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:47 WIB

×