Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

M Nurhadi, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 14 Juli 2026 | 19:01 WIB
Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian usai rapat bersama Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026). [Suara.com/Bagaskara]
baca 10 detik
  • Mendagri Tito Karnavian menurunkan harga BBM nonsubsidi per Juli 2026 guna menekan inflasi di sektor transportasi darat.
  • Pemerintah mengoordinasikan langkah taktis untuk mengendalikan kenaikan harga tiket pesawat akibat lonjakan mobilitas selama masa liburan sekolah.
  • Pemerintah mempererat koordinasi antarkementerian untuk menstabilkan harga komoditas pangan seperti beras, minyak goreng, dan juga bawang putih.

Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengaku optimis dengan langkah penyesuaian turun pada harga bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin per Juli 2026 dapat menjadi instrumen efektif untuk meredam laju inflasi nasional.

Kebijakan ini diharapkan mampu menahan gejolak harga secara khusus di sektor transportasi darat.

Aspirasi tersebut disampaikan langsung oleh Tito kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, guna merespons dinamika indeks harga konsumen secara bulanan (month-to-month) yang menunjukkan tren merangkak naik akibat lonjakan tarif akomodasi angkutan udara.

"Persoalan tersebut sudah saya sampaikan kepada Bapak Menko. Saat ini pemerintah tengah mengoordinasikan langkah-langkah taktis untuk mengintervensi tarif angkutan udara. Di sisi lain, harga beberapa jenis bensin pada Juli ini telah resmi diturunkan, yang diharapkan membawa dampak positif bagi penurunan inflasi," urai Tito seusai menghadiri agenda rapat koordinasi pengendalian inflasi di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Lebih lanjut, Tito memaparkan bahwa posisi tingkat inflasi tahunan secara akumulatif masih berada di level 3,34 persen. Angka tersebut dinilai relatif terkendali karena masih berada di bawah batas atas target yang ditetapkan pemerintah, yakni maksimal 3,5 persen. Kendati demikian, sinyal kewaspadaan tetap muncul seiring peningkatan inflasi dalam skala bulanan.

Sektor transportasi diidentifikasi menjadi kontributor utama terhadap kenaikan indeks harga ini. Tingginya pergerakan dan mobilitas masyarakat yang bertepatan dengan momentum libur panjang sekolah dituding menjadi pemicu utama melesatnya harga tiket pesawat terbang.

"Meskipun inflasi tahunan kita di posisi 3,34 persen masih aman di bawah pagu nasional, data bulanan menunjukkan adanya tren peningkatan. Sektor transportasi, khususnya moda angkutan udara, menjadi pemicu utamanya, yang kemungkinan besar dipicu oleh siklus liburan sekolah anak-anak pada periode sebelumnya," jelasnya.

Selain tantangan pada sektor mobilitas, mantan Kapolri ini juga menggarisbawahi andil kenaikan sejumlah harga komoditas pangan pokok yang turut mengerek naik beban pengeluaran masyarakat. B

eberapa bahan pokok yang memerlukan perhatian khusus di antaranya mencakup bawang putih, minyak goreng curah maupun kemasan, serta komoditas beras di sejumlah wilayah.

baca juga

"Kami juga memantau pergerakan harga di sektor makanan dan minuman. Komoditas seperti bawang putih, minyak goreng, dan komoditas beras terindikasi mengalami sedikit lonjakan harga di pasar domestik," tambah Tito.

Guna mengatasi persoalan ini, pemerintah berkomitmen mempererat sinergi regulasi lintas kementerian dan lembaga. Langkah pengendalian suplai serta harga bawang putih dan minyak goreng akan digarap bersama Kementerian Perdagangan.

Sementara itu, untuk meredam fluktuasi harga beras, Kemendagri menggerakkan kolaborasi aktif dengan Kementerian Pertanian, Perum Bulog, serta Badan Pangan Nasional (Bapanas).

"Untuk meredam gejolak harga beras di daerah-daerah tertentu, intervensi cepat harus segera dilakukan. Pihak Kementerian Pertanian, Bulog, maupun Badan Pangan Nasional telah memaparkan kesiapan mereka untuk melakukan langkah stabilisasi pasokan," tegas Tito.

Sebagai informasi tambahan, PT Pertamina Patra Niaga per 1 Juli 2026 lalu telah melakukan penyesuaian harga ke bawah untuk lini produk BBM non-subsidi.

Dalam kebijakan terbarunya, varian Pertamax Turbo kini disesuaikan menjadi Rp19.300 per liter, produk Dexlite berada di angka Rp19.700 per liter, sedangkan jenis Pertamina Dex dipasarkan pada tingkat harga Rp21.150 per liter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Perintahkan Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30200 GT

Prabowo Perintahkan Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30200 GT

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:28 WIB

Menko Airlangga Kaji Harga BBM Khusus untuk Nelayan Berkapal Besar

Menko Airlangga Kaji Harga BBM Khusus untuk Nelayan Berkapal Besar

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 21:02 WIB

Pemerintah Kaji Harga Khusus BBM untuk Kapal Nelayan 30-200 GT

Pemerintah Kaji Harga Khusus BBM untuk Kapal Nelayan 30-200 GT

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:27 WIB

Mendagri Minta Pemda Akselerasi Program BSPS, Target 400 Ribu Rumah

Mendagri Minta Pemda Akselerasi Program BSPS, Target 400 Ribu Rumah

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:00 WIB

Airlangga Ungkap Biang Kerok Neraca Dagang Sempat Defisit, Impor BBM Jadi Pemicu

Airlangga Ungkap Biang Kerok Neraca Dagang Sempat Defisit, Impor BBM Jadi Pemicu

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:38 WIB

Anggaran Seret, Pemerintah Larang Pemda Rumahkan PPPK

Anggaran Seret, Pemerintah Larang Pemda Rumahkan PPPK

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:39 WIB

Terkini

GRIB Jaya Ungkap Dugaan Penyebab Posko Terbakar: Charger HP di Atas Kulkas

GRIB Jaya Ungkap Dugaan Penyebab Posko Terbakar: Charger HP di Atas Kulkas

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Tak Langsung Rehabilitasi, Revaldo Fifaldi Resmi Ditahan di Sel Mapolres Jakbar

Tak Langsung Rehabilitasi, Revaldo Fifaldi Resmi Ditahan di Sel Mapolres Jakbar

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 13:28 WIB

Investor Asing Guyur Pasar Saham RI Lagi, BBRI Paling Banyak Dibeli

Investor Asing Guyur Pasar Saham RI Lagi, BBRI Paling Banyak Dibeli

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 13:26 WIB

Janda Korban Turbulensi Singapore Airlines SQ321 Gugat Maskapai ke Pengadilan Inggris

Janda Korban Turbulensi Singapore Airlines SQ321 Gugat Maskapai ke Pengadilan Inggris

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 13:20 WIB

Review Film Wings of Dread: Aksi Brutal Polisi Melindungi Penumpang

Review Film Wings of Dread: Aksi Brutal Polisi Melindungi Penumpang

Your Say | Senin, 31 Agustus 2026 | 13:20 WIB

Janda Korban Turbulensi Singapore Airlines SQ321 Gugat Maskapai ke Pengadilan Inggris

Janda Korban Turbulensi Singapore Airlines SQ321 Gugat Maskapai ke Pengadilan Inggris

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 13:19 WIB

8 Cara Mencuci Sepeda Gunung yang Benar agar Komponen Awet dan Performa Maksimal

8 Cara Mencuci Sepeda Gunung yang Benar agar Komponen Awet dan Performa Maksimal

Lifestyle | Senin, 31 Agustus 2026 | 13:15 WIB

IPB University Ajak Mahasiswa Baru Sekolah Vokasi Siapkan Kompetensi hingga Adaptasi terhadap AI

IPB University Ajak Mahasiswa Baru Sekolah Vokasi Siapkan Kompetensi hingga Adaptasi terhadap AI

Your Say | Senin, 31 Agustus 2026 | 13:13 WIB

Kredit Tembus Rp1.646 Triliun, BRI Kantongi Laba Bersih Rp31,2 T di Semester I-2026

Kredit Tembus Rp1.646 Triliun, BRI Kantongi Laba Bersih Rp31,2 T di Semester I-2026

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 13:12 WIB

'Melangkah dari Timur' Tayang di Mana? Ini Link Nonton Gratis Serial Masa Kecil Bahlil

'Melangkah dari Timur' Tayang di Mana? Ini Link Nonton Gratis Serial Masa Kecil Bahlil

Entertainment | Senin, 31 Agustus 2026 | 13:12 WIB

×