Permintaan Produk Tembakau Alternatif Naik

Mohammad Fadil Djailani

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:10 WIB
Permintaan Produk Tembakau Alternatif Naik
Rokok elektrik Stig di pameran Vape Fair 2019, Sabtu (7/9/2019). [Suara.com/Tivan Rahmat]
baca 10 detik
  • Produk tembakau alternatif dinilai mendukung pendekatan harm reduction.
  • Edukasi berbasis sains dinilai penting bedakan risiko nikotin dan asap rokok.
  • Konsumen diminta memakai produk legal dan hanya untuk usia 21 tahun ke atas.

Suara.com - Meningkatnya minat masyarakat terhadap produk tembakau alternatif dinilai mencerminkan perubahan perilaku konsumen yang semakin memperhatikan aspek kesehatan sekaligus mendorong berkembangnya pendekatan harm reduction atau pengurangan risiko di Indonesia.

Produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik dan produk tembakau yang dipanaskan dinilai menjadi pilihan bagi perokok dewasa yang ingin memperoleh asupan nikotin tanpa melalui proses pembakaran tembakau, yang selama ini diketahui menghasilkan berbagai zat berbahaya.

Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (AKVINDO), Paido Siahaan, menjelaskan bahwa nikotin memang dapat memicu pelepasan hormon dopamin di otak sehingga memberikan efek fokus dan konsentrasi. Namun, menurutnya, risiko kesehatan terbesar dari rokok konvensional berasal dari proses pembakaran tembakau yang menghasilkan tar, karbon monoksida, serta berbagai zat karsinogenik.

"Nikotin merupakan zat yang menyebabkan ketergantungan, tetapi bukan penyebab utama berbagai penyakit terkait merokok. Sebagian besar bahaya rokok muncul ketika tembakau dibakar, karena proses tersebut menghasilkan asap yang mengandung tar, karbon monoksida, serta berbagai zat karsinogenik," ujar Paido, Minggu (19/7/2026).

Ia mengatakan, mekanisme tanpa pembakaran pada produk tembakau alternatif menghasilkan uap yang mengandung nikotin sehingga berpotensi memberikan tingkat risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan terus mengonsumsi rokok konvensional.

Meski demikian, Paido menegaskan penggunaan nikotin tetap memiliki risiko sehingga edukasi kepada masyarakat harus mengedepankan fakta ilmiah. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan antara risiko nikotin dan bahaya yang muncul akibat pembakaran tembakau.

"Edukasi berbasis bukti penting agar masyarakat memahami tingkat risiko itu berbeda-beda. Konsumen perlu mengetahui bahwa menggunakan nikotin tetap ada risikonya, meskipun minim, dan yang paling berbahaya adalah munculnya zat-zat berbahaya hasil dari proses pembakaran tembakau," katanya.

Sementara itu, Ketua Gerakan Bebas Tar dan Asap (GEBRAK), Garindra Kartasasmita, menilai meningkatnya penggunaan produk tembakau alternatif sejalan dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan pribadi, keluarga, dan lingkungan sekitar.

Menurutnya, konsep harm reduction kini menjadi salah satu pertimbangan utama bagi konsumen dalam menentukan pilihan produk tembakau.

baca juga

"Banyaknya masyarakat yang beralih memang karena produk harm reduction. Masyarakat modern saat ini lebih memperhatikan kesehatan dirinya, keluarganya, dan lingkungannya," ujar Garindra.

Ia menambahkan, selain mempertimbangkan kesehatan, faktor kenyamanan bagi masyarakat non-perokok juga menjadi alasan meningkatnya minat terhadap produk tembakau alternatif. Konsumen saat ini juga dinilai lebih kritis dengan mencari berbagai informasi dan melakukan riset sebelum membeli produk.

Garindra mengingatkan agar konsumen hanya menggunakan produk legal yang telah memenuhi ketentuan pemerintah, termasuk memiliki pita cukai, dibeli di toko resmi, serta hanya digunakan oleh orang dewasa berusia di atas 21 tahun.

Ia juga menegaskan perlunya kolaborasi antara industri dan aparat penegak hukum untuk mencegah penyalahgunaan produk vape yang dikaitkan dengan narkotika.

"Gunakan produk legal yang berpita cukai, dengan kemasan yang masih tersegel, lakukan pembelian hanya di toko-toko resmi. Penyalahgunaan vape memang ada oleh segelintir oknum, dan itu merupakan tugas bersama dari penegak hukum dan industri yang legal untuk bersama-sama memerangi narkoba," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Aturan Kemasan Rokok Seragam! Mengapa Industri Khawatir Produk Ilegal Bakal Merajalela?

Aturan Kemasan Rokok Seragam! Mengapa Industri Khawatir Produk Ilegal Bakal Merajalela?

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 10:10 WIB

Produk Tembakau Alternatif Bisa Bantu Perokok Dewasa Beralih, Tapi Tetap Berisiko

Produk Tembakau Alternatif Bisa Bantu Perokok Dewasa Beralih, Tapi Tetap Berisiko

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:48 WIB

Terkini

PJJ di Palembang Mulai 9 September, TK hingga SMP Belajar Daring Akibat Kabut Asap

PJJ di Palembang Mulai 9 September, TK hingga SMP Belajar Daring Akibat Kabut Asap

Sumsel | Selasa, 08 September 2026 | 17:37 WIB

Realita Sepi yang Disimpan Diam-diam: Beratnya Hidup Minim Support System

Realita Sepi yang Disimpan Diam-diam: Beratnya Hidup Minim Support System

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 17:30 WIB

Tayang Malam Ini, Berikut Fakta Menarik Film John Wick: Chapter 4 yang Jarang Diketahui

Tayang Malam Ini, Berikut Fakta Menarik Film John Wick: Chapter 4 yang Jarang Diketahui

Entertainment | Selasa, 08 September 2026 | 17:28 WIB

Mengenal Sifat Lingkaran: Bangun Datar Unik Tanpa Sudut yang Ada di Sekitar Kita

Mengenal Sifat Lingkaran: Bangun Datar Unik Tanpa Sudut yang Ada di Sekitar Kita

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 17:24 WIB

TK-SMP PJJ Akibat Kabut Asap, Mengapa SMA-SMK Palembang Belum Belajar Daring?

TK-SMP PJJ Akibat Kabut Asap, Mengapa SMA-SMK Palembang Belum Belajar Daring?

Sumsel | Selasa, 08 September 2026 | 17:20 WIB

Ancaman Silent Killer di Usia Muda: saat Penyakit Jantung Tak Lagi Mengenal Usia

Ancaman Silent Killer di Usia Muda: saat Penyakit Jantung Tak Lagi Mengenal Usia

Health | Selasa, 08 September 2026 | 17:20 WIB

Kebakaran TPA Putri Cempo, Baru 1,5 Hektare Berhasil Dipadamkan

Kebakaran TPA Putri Cempo, Baru 1,5 Hektare Berhasil Dipadamkan

Foto | Selasa, 08 September 2026 | 17:20 WIB

Cara Menggulung Kabel Setrika yang Benar agar Awet untuk Jangka Panjang

Cara Menggulung Kabel Setrika yang Benar agar Awet untuk Jangka Panjang

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 17:19 WIB

Anak Krakatau Erupsi Lagi, BMKG Pastikan Sebaran Abu Vulkanik Tak Sampai ke Jakarta

Anak Krakatau Erupsi Lagi, BMKG Pastikan Sebaran Abu Vulkanik Tak Sampai ke Jakarta

News | Selasa, 08 September 2026 | 17:15 WIB

Salip Moving, Made in Korea Jadi Drama Korea Termahal dengan Bujet Rp911 M

Salip Moving, Made in Korea Jadi Drama Korea Termahal dengan Bujet Rp911 M

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 17:15 WIB

×