Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.401,888
LQ45 632,283
Srikehati 308,081
JII 381,604
USD/IDR 17.831

Produk Tembakau Alternatif Bisa Bantu Perokok Dewasa Beralih, Tapi Tetap Berisiko

Achmad Fauzi

Rabu, 15 Juli 2026 | 18:48 WIB
Produk Tembakau Alternatif Bisa Bantu Perokok Dewasa Beralih, Tapi Tetap Berisiko
Ilustrasi vape [freepik/master1305]
baca 10 detik
  • Penelitian Penn State College of Medicine Mei 2026 menunjukkan produk tembakau alternatif membantu perokok dewasa beralih dari rokok konvensional.
  • Pengguna produk alternatif terbukti mengalami penurunan signifikan paparan zat berbahaya karena tidak adanya proses pembakaran tembakau saat digunakan.
  • Para ahli menegaskan produk tembakau alternatif tetap memiliki risiko dan hanya diperuntukkan bagi perokok dewasa, bukan kelompok lainnya.

Suara.com - Produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantung nikotin kembali menjadi sorotan setelah sebuah uji klinis dari Pennsylvania State College of Medicine menunjukkan potensi produk tersebut dalam membantu perokok dewasa beralih dari kebiasaan merokok sekaligus mengurangi paparan sejumlah zat berbahaya.

Meski demikian, para peneliti maupun pelaku industri menegaskan bahwa produk tembakau alternatif bukan merupakan produk tanpa risiko dan penggunaannya hanya diperuntukkan bagi perokok dewasa yang ingin beralih dari rokok konvensional.

Dalam penelitian berjudul Toxicant Exposures After Switching From Cigarettes to a Pod-Based Electronic Cigarette yang dipublikasikan pada Mei 2026, peneliti menemukan peserta yang menggunakan produk tembakau alternatif dalam jangka pendek memiliki peluang sekitar tiga kali lebih besar untuk beralih dari kebiasaan merokok dibandingkan peserta yang menggunakan produk tanpa nikotin.

Studi tersebut juga mencatat adanya penurunan sejumlah biomarker paparan zat berbahaya pada kelompok pengguna produk tembakau alternatif. Temuan ini memperkuat pemahaman bahwa sebagian besar zat berbahaya berasal dari proses pembakaran tembakau, bukan dari nikotin itu sendiri.

Associate Professor Department of Public Health Sciences, Penn State College of Medicine, Jessica M. Yingst, mengatakan hasil uji klinis tersebut dapat menjadi salah satu temuan penting dalam pendekatan pengurangan risiko bagi perokok dewasa yang belum berhasil berhenti merokok melalui metode lain.

Ilustrasi Vape (Unsplash/@elsaolofsson)
Ilustrasi Vape (Unsplash/@elsaolofsson)

"Bagi perokok yang belum berhasil berhenti merokok melalui pendekatan yang direkomendasikan, penelitian ini menunjukkan bahwa beralih ke produk tembakau alternatif dikaitkan dengan pengurangan nyata paparan zat beracun berbahaya sekaligus mendukung transisi dari kebiasaan merokok. Ini merupakan temuan yang bermakna bagi kesehatan masyarakat," ujar Yingst, dikutip Rabu (15/7/2026).

Yingst menjelaskan bahwa nikotin memang dapat menyebabkan ketergantungan. Namun, menurutnya, penyebab utama berbagai penyakit yang berkaitan dengan kebiasaan merokok berasal dari senyawa berbahaya yang terbentuk saat tembakau dibakar.

"Penghantaran nikotin yang memadai menjadi faktor kunci dalam proses peralihan. Produk tembakau alternatif menyediakan nikotin bagi konsumen sekaligus mengurangi paparan terhadap berbagai zat kimia berbahaya secara signifikan," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (AKVINDO), Paido Siahaan, menyambut baik hasil penelitian tersebut. Menurutnya, temuan itu menambah bukti ilmiah mengenai potensi produk tembakau alternatif dalam mengurangi paparan zat berbahaya bagi perokok dewasa yang beralih dari rokok.

baca juga

"Penelitian ini menunjukkan bahwa peserta tetap memperoleh nikotin, namun dengan paparan zat berbahaya yang menurun. Temuan ini semakin memperkuat pemahaman bahwa sebagian besar zat berbahaya berasal dari proses pembakaran tembakau, sehingga dengan menghilangkan proses pembakaran, paparan terhadap sejumlah zat berbahaya dapat dikurangi," kata Paido.

Meski demikian, Paido mengingatkan bahwa hasil penelitian tersebut tidak berarti produk tembakau alternatif bebas risiko. Menurutnya, edukasi kepada masyarakat harus terus diperkuat agar penggunaan produk dilakukan secara tepat sasaran.

"Edukasi tentang produk tembakau alternatif perlu dilakukan secara berkala agar semakin banyak yang paham bahwa produk ini bukan untuk yang di bawah umur, perempuan hamil, maupun non-perokok. Bagi perokok dewasa yang belum mampu beralih dari kebiasaan merokok, penggunaan produk tembakau alternatif yang tidak dibakar dapat menjadi pendekatan pengurangan bahaya yang lebih rasional dibandingkan terus merokok," pungkas Paido.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aturan Kemasan Rokok Polos Dinilai Ancam 1,2 Juta Lapangan Kerja

Aturan Kemasan Rokok Polos Dinilai Ancam 1,2 Juta Lapangan Kerja

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:23 WIB

Produk Tembakau Alternatif Dinilai Kurangi Paparan Tar, Benarkah?

Produk Tembakau Alternatif Dinilai Kurangi Paparan Tar, Benarkah?

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 06:49 WIB

Aturan Kemasan Rokok Tuai Polemik, Hak Konsumen Dinilai Diabaikan

Aturan Kemasan Rokok Tuai Polemik, Hak Konsumen Dinilai Diabaikan

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 05:05 WIB

Terkini

Kenapa Noda dan Bau di Wadah Plastik Sulit Hilang Dibandingkan Kaca?

Kenapa Noda dan Bau di Wadah Plastik Sulit Hilang Dibandingkan Kaca?

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:37 WIB

iPad Seri Apa yang Cocok untuk Desain Grafis? Ini 3 Rekomendasi Terbaik

iPad Seri Apa yang Cocok untuk Desain Grafis? Ini 3 Rekomendasi Terbaik

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:35 WIB

Bantu Korban Gempa NTT, Pemprov Jateng Terjunkan 16 Personel dan Ribuan Paket Logistik

Bantu Korban Gempa NTT, Pemprov Jateng Terjunkan 16 Personel dan Ribuan Paket Logistik

Jawa Tengah | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:30 WIB

Bukan Ansos! Mahasiswa dengan Perekonomian Tipis Cuma Kalah Koneksi

Bukan Ansos! Mahasiswa dengan Perekonomian Tipis Cuma Kalah Koneksi

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:30 WIB

Daftar Promo Alfamart 17 Agustus: Mi Instan hingga Minyak Goreng 2 Liter Turun Harga

Daftar Promo Alfamart 17 Agustus: Mi Instan hingga Minyak Goreng 2 Liter Turun Harga

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:29 WIB

NASA Temukan Lubang Hitam Raksasa Pengembara Mangsa Bintang

NASA Temukan Lubang Hitam Raksasa Pengembara Mangsa Bintang

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:28 WIB

Jangan Borong Dulu, Harga Emas Antam Naik di HUT RI Jadi Rp2.667.000/Gram

Jangan Borong Dulu, Harga Emas Antam Naik di HUT RI Jadi Rp2.667.000/Gram

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:26 WIB

Semangat Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Jakarta, Harus Menjangkau Wilayah Konflik

Semangat Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Jakarta, Harus Menjangkau Wilayah Konflik

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:25 WIB

Bukan Sekadar Upacara, Megawati Sampaikan Pesan Khusus untuk Warga NTT yang Dilanda Gempa

Bukan Sekadar Upacara, Megawati Sampaikan Pesan Khusus untuk Warga NTT yang Dilanda Gempa

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:25 WIB

Muak! Fabio Quartararo Tak Nikmati Balapan di Musim Terakhir Bersama Yamaha

Muak! Fabio Quartararo Tak Nikmati Balapan di Musim Terakhir Bersama Yamaha

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:25 WIB

×