Aturan Kemasan Rokok Seragam! Mengapa Industri Khawatir Produk Ilegal Bakal Merajalela?

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 16 Juli 2026 | 10:10 WIB
Aturan Kemasan Rokok Seragam! Mengapa Industri Khawatir Produk Ilegal Bakal Merajalela?
Rencana pemerintah menyeragamkan warna kemasan produk tembakau dan rokok elektronik atau plain packaging menuai kritik dari kalangan akademisi dan pelaku industri. Foto Suara.com/AI
baca 10 detik
  • Pakar nilai aturan kemasan seragam berpotensi langgar hak merek dan ekonomi.
  • Industri vape khawatir plain packaging picu maraknya produk ilegal.
  • Pelaku usaha minta RPMK dikaji lintas sektor agar tak rugikan penerimaan negara.

Suara.com - Rencana pemerintah menyeragamkan warna kemasan produk tembakau dan rokok elektronik atau plain packaging menuai kritik dari kalangan akademisi dan pelaku industri. Kebijakan yang tengah disiapkan melalui Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan (RPMK) itu dinilai berpotensi mengganggu hak kekayaan intelektual pelaku usaha, menekan industri legal, hingga memicu pertumbuhan produk ilegal yang pada akhirnya dapat menggerus penerimaan negara dari cukai dan pajak.

Pakar Hukum Tata Negara Universitas Sebelas Maret (UNS), Airlangga Surya Nagara, menilai usulan penyeragaman warna kemasan bukan sekadar pengaturan teknis, melainkan menyentuh aspek hak ekonomi yang dilindungi konstitusi.

Menurutnya, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis memberikan hak eksklusif kepada pemilik merek untuk membedakan produknya dari produk lain di pasar. Karena itu, kebijakan yang menghapus identitas visual merek dinilai berpotensi bertentangan dengan perlindungan hak kekayaan intelektual.

"Pembatasan ini tidak sekadar merupakan pengaturan teknis akan tetapi merupakan pembatasan ekonomi pelaku usaha yang bergerak di bidang tersebut," ujar Airlangga, Kamis (16/7/2026).

Ia menjelaskan pemerintah memang memiliki kewajiban melindungi kesehatan masyarakat melalui pengendalian konsumsi rokok. Namun di sisi lain, negara juga wajib memberikan kepastian hukum terhadap hak ekonomi dan hak kekayaan intelektual pelaku usaha.

Karena itu, Airlangga mendorong Kementerian Kesehatan melakukan analisis dampak regulasi secara menyeluruh serta melibatkan kementerian dan lembaga lintas sektor sebelum menetapkan kebijakan.

"Tujuannya agar kebijakan yang dibentuk proporsional, non-diskriminatif, dan tidak lebih restriktif dari yang diperlukan untuk mencapai tujuan kesehatan," katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa jika kebijakan tersebut menghapus desain, logo, dan identitas merek secara menyeluruh, maka aturan itu berpotensi melampaui kewenangan pemerintah karena menyentuh pembatasan hak ekonomi yang semestinya diatur melalui undang-undang, bukan sekadar peraturan teknis.

Selain itu, Airlangga menilai ketentuan dalam Pasal 435 Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 hanya memberikan kewenangan kepada Kementerian Kesehatan untuk mengatur standardisasi desain dan tulisan pada kemasan, bukan menyeragamkan warna seluruh kemasan produk.

baca juga

Industri Vape Khawatir Produk Ilegal Diuntungkan

Kekhawatiran serupa juga disampaikan Ketua Umum Asosiasi Retail Vape Indonesia (ARVINDO), Fachmi Kurnia. Meski mendukung upaya pemerintah menekan prevalensi perokok, ia menilai kebijakan plain packaging dapat menimbulkan dampak ekonomi yang tidak diinginkan.

Menurut Fachmi, kemasan rokok elektronik bukan sekadar identitas merek, tetapi juga menjadi media informasi penting bagi konsumen mengenai jenis produk, produsen, kandungan liquid, hingga komposisi produk.

"Kemasan bukan hanya identitas sebuah merek, tetapi juga menjadi media informasi bagi konsumen. Kalau semua dibuat seragam, informasi penting itu justru semakin sulit dipahami oleh konsumen," ujarnya.

Lebih jauh, ARVINDO mengkhawatirkan penyeragaman kemasan justru akan mempersulit konsumen membedakan produk legal dan ilegal. Kondisi tersebut dinilai dapat memberi ruang lebih besar bagi peredaran produk ilegal yang selama ini dijual dengan harga lebih murah.

Apabila industri legal semakin tertekan, dampaknya bukan hanya terhadap keberlangsungan pelaku usaha, tetapi juga berpotensi mengurangi penerimaan negara dari sektor cukai dan perpajakan.

"Kami khawatir jangan sampai kebijakan yang bertujuan untuk menurunkan konsumsi justru mematikan industri legal, sementara industri ilegal semakin tumbuh karena produk legal dan ilegal menjadi semakin sulit dibedakan," kata Fachmi.

Ia berharap penyusunan RPMK dilakukan secara lebih inklusif dengan melibatkan pelaku industri, asosiasi, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya agar tujuan kesehatan masyarakat dapat dicapai tanpa mengorbankan keberlangsungan industri legal maupun kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Produk Tembakau Alternatif Bisa Bantu Perokok Dewasa Beralih, Tapi Tetap Berisiko

Produk Tembakau Alternatif Bisa Bantu Perokok Dewasa Beralih, Tapi Tetap Berisiko

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:48 WIB

Aturan Kemasan Rokok Polos Dinilai Ancam 1,2 Juta Lapangan Kerja

Aturan Kemasan Rokok Polos Dinilai Ancam 1,2 Juta Lapangan Kerja

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:23 WIB

Purbaya Janji Tak Naikkan Pajak Meski Ada Ancaman Shortfall Rp 46,9 Triliun

Purbaya Janji Tak Naikkan Pajak Meski Ada Ancaman Shortfall Rp 46,9 Triliun

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:27 WIB

Terkini

The Midnight Library: Belajar Berhenti Berandai dan Menerima Realita Hidup

The Midnight Library: Belajar Berhenti Berandai dan Menerima Realita Hidup

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 09:00 WIB

Berapa Harga Pertalite Per 1 November 2026? Cek Update Tarif BBM Hari Ini

Berapa Harga Pertalite Per 1 November 2026? Cek Update Tarif BBM Hari Ini

Otomotif | Minggu, 01 November 2026 | 08:59 WIB

Operasi Lancang Kuning Belum Berakhir, Kecelakaan Renggut Nyawa Pelajar di Siak

Operasi Lancang Kuning Belum Berakhir, Kecelakaan Renggut Nyawa Pelajar di Siak

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 08:56 WIB

Aktivis 98 Tuntut Prabowo-Gibran Jalankan Agenda Reformasi atau Mundur

Aktivis 98 Tuntut Prabowo-Gibran Jalankan Agenda Reformasi atau Mundur

News | Minggu, 01 November 2026 | 08:54 WIB

7 Rekomendasi Skincare Biokos Martha Tilaar untuk Wanita Usia 40 sampai 50 Tahun

7 Rekomendasi Skincare Biokos Martha Tilaar untuk Wanita Usia 40 sampai 50 Tahun

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:39 WIB

Ratusan Rider Cilik Adu Cepat di JMTB Pushbike Competition 2026: Semua Bawa Pulang Trofi!

Ratusan Rider Cilik Adu Cepat di JMTB Pushbike Competition 2026: Semua Bawa Pulang Trofi!

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:37 WIB

Ulasan Novel Pulau Pendidaktis: Selukis Pendidikan Indonesia

Ulasan Novel Pulau Pendidaktis: Selukis Pendidikan Indonesia

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 08:30 WIB

4 Zodiak Diprediksi Paling Beruntung Sepanjang November 2026, Hoki Terus!

4 Zodiak Diprediksi Paling Beruntung Sepanjang November 2026, Hoki Terus!

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:10 WIB

Udara Jakarta Masuk Kategori Tak Sehat Pagi Ini, Terburuk Keempat di Indonesia

Udara Jakarta Masuk Kategori Tak Sehat Pagi Ini, Terburuk Keempat di Indonesia

News | Minggu, 01 November 2026 | 08:04 WIB

Pajak Bukan Uang Cuma-cuma: Rakyat Berhak Menuntut Pertanggungjawaban

Pajak Bukan Uang Cuma-cuma: Rakyat Berhak Menuntut Pertanggungjawaban

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 08:00 WIB

×