- Indeks Harga Saham Gabungan ditutup menguat 0,86 persen ke level 6.228 pada perdagangan sesi pertama, Senin, 20 Juli 2026.
- Penguatan IHSG di Bursa Efek Indonesia didorong oleh kenaikan signifikan saham sektor perbankan serta sektor energi berkapitalisasi besar.
- Aktivitas perdagangan mencatatkan nilai transaksi mencapai Rp8,21 triliun dengan volume mencapai 15,06 miliar saham selama sesi berlangsung.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus terbang hingga akhir perdagangan sesi I, Senin, 20 Juli 2026. IHSG pada sesi I ditutup menguat 53,38 poin atau 0,86 persen ke level 6.228.
Mengutip data Phintraco Sekuritas, Penguatan iIHSG ditopang oleh menguatnya sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama dari sektor perbankan dan energi.
Adapun aktivitas perdagangan saham cukup ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp8,21 triliun, volume perdagangan 15,06 miliar saham, serta frekuensi transaksi sebanyak 1.359.523 kali.
Secara sektoral, penguatan IHSG dipimpin oleh sektor IDX Industrials yang naik 2,28 persen, disusul IDX Energy sebesar 1,78 persen, dan IDX Non Cyclicals yang menguat 1,38 persen. Di sisi lain, sektor IDX Technology turun 0,22 persen, sementara IDX Health melemah 0,19 persen.
Di pasar regional, pergerakan bursa Asia berlangsung bervariasi. Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 2,08 persen, Shanghai Composite (SSEC) naik 1,18 persen, sedangkan Nikkei 225 Jepang terkoreksi 4,03 persen. Sementara itu, nilai tukar rupiah berada di level Rp17.960 per dolar AS, melemah 75 poin atau 0,42 persen.
![Pengunjung melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jakarta, Jumat (10/4/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/13/22819-ihsg.jpg)
Pada daftar Top Value, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih menjadi yang paling banyak diperdagangkan berdasarkan nilai transaksi dengan harga 6.525, naik 50 poin atau 0,77 persen.
Posisi berikutnya ditempati PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) di level 3.050, melonjak 80 poin atau 2,69 persen, serta PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) di level 4.460, turun 20 poin atau 0,45 persen.
Dari sisi volume transaksi, saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) memimpin dengan kenaikan 11,76 persen ke level 95, disusul PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang naik 3,33 persen ke 155, dan PT Megah Karya Perkasa Tbk (EPAC) yang menguat 5,88 persen ke 72.
Data perdagangan IHSG sesi I:
- IHSG: 6.228 (+53,38 poin atau +0,864 persen)
- Pembukaan: 6.197
- Tertinggi: 6.249
- Terendah: 6.191
- Nilai transaksi: Rp8,21 triliun
- Volume perdagangan: 15,06 miliar saham
- Frekuensi transaksi: 1.359.523 kali
Top Value
- BBCA: 6.525 (naik 50 poin atau 0,77 persen)
- BBRI: 3.050 (naik 80 poin atau 2,69 persen)
- BMRI: 4.460 (turun 20 poin atau 0,45 persen)
Top Volume
- BNBR: 95 (naik 10 poin atau 11,76 persen)
- BUMI: 155 (naik 5 poin atau 3,33 persen)
- EPAC: 72 (naik 4 poin atau 5,88 persen)
Top Gainers LQ45
- AKRA: 1.415 (naik 60 poin atau 4,43 persen)
- AADI: 9.125 (naik 375 poin atau 4,29 persen)
- AMRT: 1.385 (naik 50 poin atau 3,75 persen)
Top Losers LQ45
- MAPI: 1.500 (turun 20 poin atau 1,32 persen)
- ANTM: 3.030 (turun 40 poin atau 1,30 persen)
- TOWR: 406 (turun 4 poin atau 0,98 persen)
Top Gainers Jakarta Islamic Index (JII)
- AADI: 9.125 (naik 375 poin atau 4,29 persen)
- ENRG: 1.420 (naik 55 poin atau 4,03 persen)
- UNVR: 1.760 (naik 60 poin atau 3,53 persen)
Top Losers Jakarta Islamic Index (JII)
- RAJA: 870 (turun 15 poin atau 1,69 persen)
- BRIS: 1.885 (turun 25 poin atau 1,31 persen)
- ANTM: 3.030 (turun 40 poin atau 1,30 persen)
Disclaimer: Artikel ini merupakan informasi pasar dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.