- PT Pembangunan Jaya Ancol berencana mengekspansi lahan seluas 65 hektare di utara Jakarta untuk megaproyek terpadu.
- Pembangunan fisik kawasan serbaguna tersebut dijadwalkan mulai berjalan pada Februari 2027 oleh mitra kerja terpilih.
- Megaproyek yang mencakup fasilitas umum dan revitalisasi dermaga ini ditargetkan beroperasi penuh pada tahun 2030.
Suara.com - PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk berencana melakukan ekspansi lahan guna membangun kawasan terpadu yang lebih modern di utara Jakarta.
Megaproyek yang akan mengubah wajah kawasan wisata ini ditargetkan tuntas dan mulai beroperasi sepenuhnya pada 2030 mendatang.
Direktur Utama Ancol, Syahmudrian Lubis, menjelaskan bahwa lahan tersebut akan dikembangkan dengan konsep mixed-use atau kawasan serbaguna yang mencakup berbagai fasilitas publik.
"Di sana nanti bisa bangun amusement, rumah sakit, maupun apartemen dan hotel dan lain-lain," ujar Syahmudrian dalam rapat kerja bersama Komisi B DPRD DKI Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Pengerjaan fisik di lokasi direncanakan mulai berjalan pada Februari 2027, setelah proses pemilihan mitra kerja selesai dilakukan pada akhir tahun sebelumnya.
"Desember 2026 itu mitra kami untuk membangun sudah ada. Februari 2027 dia start membangun," jelas Syahmudrian.
Selain membangun hunian dan fasilitas kesehatan, proyek besar ini juga mencakup revitalisasi Dermaga Marina untuk mempermudah akses transportasi warga menuju Kepulauan Seribu.
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh, memberikan perhatian khusus agar fungsi dermaga segera dikembalikan demi kenyamanan warga, sekaligus mendongkrak pendapatan daerah.
"Ke depannya kalau misal rencana itu ada, dibuat aja lebih bagus lagi Marinanya. Sekarang kosong, kan?" sorot Nova.
Pihak manajemen Ancol pun memastikan pembenahan dermaga merupakan bagian tak terpisahkan dari rencana perluasan lahan yang sedang disiapkan.
Perluasan lahan Ancol ini sendiri terbagi dalam dua tahap pengerjaan dengan total luas mencapai puluhan hektare.
"Totalnya ada 65 hektar. Terdiri dari 35, tambah 30 hektar," pungkas Syahmudrian.