- Indeks Harga Saham Gabungan terkoreksi tipis 0,09 persen ke level 6.334 pada perdagangan Rabu, 22 Juli 2026.
- Pelemahan IHSG disebabkan oleh aksi ambil untung investor setelah mengalami penguatan signifikan selama sepuluh hari berturut-turut.
- Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya menghentikan reli penguatan selama 10 hari berturut-turut. Pada penutupan perdagangan Rabu, 22 Juli 2026, IHSG terkoreksi tipis 5,54 poin atau 0,09 persen ke level 6.334
Mengutip rset Phintraco Sekuritas, pelemahan IHSG akibat aksi ambil untung (profit taking) setelah kenaikan yang cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
Tekanan jual terjadi seiring investor merealisasikan keuntungan usai penguatan panjang yang mendorong indeks ke level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.
Dari sisi domestik, sentimen pasar juga datang dari keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 5,75 persen. Keputusan tersebut berada di bawah ekspektasi sebagian pelaku pasar yang sebelumnya memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 6 persen.
![OJK sedang memproses seleksi jajaran direksi Bursa Efek Indonesia periode mendatang melalui mekanisme penilaian kemampuan dan kepatutan. [Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/13/29742-bursa-efek-indonesia-ihsg.jpg)
Phintraco Sekuritas menilai keputusan tersebut mencerminkan keyakinan Bank Indonesia terhadap stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi yang tetap terkendali, sekaligus menjaga ruang pertumbuhan ekonomi nasional.
Secara teknikal, IHSG dinilai masih berada dalam tren positif. Indeks masih bergerak di atas indikator Moving Average (MA) 5 dan MA20, sementara histogram MACD juga masih berada di area positif.
"Dengan demikian, kami memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 6.400 pada perdagangan Kamis (23/7)," tulis tim riset Phintraco Sekuritas.
Data Perdagangan IHSG
- IHSG: 6.334,48 (-0,09 persen)
- Pembukaan: 6.366
- Tertinggi: 6.395
- Terendah: 6.285
- Nilai transaksi: Rp18,36 triliun
- Volume transaksi: 44,12 miliar saham
- Frekuensi transaksi: 2.670.601 kali
Top Value
- TPIA naik 1,33 persen ke level 2.280
- DSSA turun 3,72 persen ke level 905
- BBCA turun 0,38 persen ke level 6.500
Top Volume
- BNBR naik 7,48 persen ke level 115
- JGLE naik 7,46 persen ke level 72
- BUMI ditutup stagnan di level 168
Top Gainers LQ45
- HRTA naik 3,86 persen ke level 2.020
- MEDC menguat 3,53 persen ke level 1.320
- CPIN naik 2,56 persen ke level 3.210
Top Losers LQ45
- AMMN turun 3,26 persen ke level 4.150
- UNTR melemah 2,11 persen ke level 25.550
- CUAN turun 2,04 persen ke level 720
Top Gainers Jakarta Islamic Index (JII)
- ENRG naik 5,59 persen ke level 1.510
- MEDC menguat 3,53 persen ke level 1.320
- CPIN naik 2,56 persen ke level 3.210
Top Losers Jakarta Islamic Index (JII)
- RATU turun 2,83 persen ke level 4.980
- BRMS melemah 2,42 persen ke level 605
- UNTR turun 2,11 persen ke level 25.550
Pergerakan Sektoral
Sektor yang menguat:
- IDX Technology: +1,58 persen
- IDX Non Cyclicals: +0,78 persen
- IDX Property: +0,68 persen
Sementara sektor yang melemah:
- IDX Transportations: -1,73 persen
- IDX Healthcare: -1,09 persen
- IDX Infrastructures: -0,46 persen
Disclaimer: Artikel ini merupakan informasi pasar dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.