Rupiah Akhirnya Bangkit! Ditutup Menguat ke Rp18.073 per Dolar AS

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Rabu, 29 Juli 2026 | 15:34 WIB
Rupiah Akhirnya Bangkit! Ditutup Menguat ke Rp18.073 per Dolar AS
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Rupiah ditutup menguat ke Rp18.073 per dolar AS.
  • Pelemahan dolar AS dan dukungan BI angkat rupiah.
  • Pasar kini menunggu hasil rapat FOMC The Fed.

Suara.com - Setelah terus tertekan sejak perdagangan pagi, nilai tukar rupiah akhirnya mampu berbalik arah dan ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan ini terjadi di tengah pelemahan indeks dolar AS serta meningkatnya optimisme pasar terhadap komitmen Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pada penutupan perdagangan Rabu (29/7/2026) berada di level Rp18.073 per dolar AS, menguat 10 poin atau 0,06 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp18.083 per dolar AS.

Namun, pergerakan di pasar spot belum sepenuhnya tercermin pada kurs referensi. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) justru tercatat melemah ke Rp18.088 per dolar AS, atau turun 0,52 persen dibandingkan posisi sebelumnya di Rp17.995 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah dipicu oleh pelemahan indeks dolar AS yang diikuti penguatan mayoritas mata uang Asia. Selain itu, pernyataan Bank Indonesia yang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat langkah stabilisasi nilai tukar turut memberikan sentimen positif bagi pasar.

"Sentimen positif terhadap rupiah juga didukung pernyataan BI yang berkomitmen untuk memperkuat langkah-langkah stabilisasi nilai tukar," ujar Lukman.

Meski demikian, arah rupiah selanjutnya masih sangat bergantung pada hasil rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Amerika Serikat yang digelar malam ini. Menurut Lukman, pasar saat ini masih memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan nada kebijakan yang cenderung hawkish.

Apabila The Fed memberikan sinyal yang lebih lunak (dovish) dari ekspektasi pasar, tekanan terhadap dolar AS berpotensi mereda sehingga membuka ruang bagi rupiah untuk melanjutkan penguatannya. Sebaliknya, jika pernyataan The Fed tetap agresif dalam menjaga suku bunga tinggi, dolar berpotensi kembali menguat dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Di kawasan Asia, hampir seluruh mata uang berhasil menguat terhadap dolar AS. Peso Filipina memimpin dengan kenaikan 0,58 persen, diikuti won Korea Selatan yang menguat 0,30 persen dan rupee India naik 0,28 persen.

Selanjutnya, baht Thailand menguat 0,14 persen, yen Jepang naik 0,10 persen, dolar Taiwan menguat 0,08 persen, sementara yuan China dan ringgit Malaysia masing-masing menguat 0,04 persen. Hanya dolar Hong Kong yang bergerak berlawanan arah dengan melemah 0,03 persen terhadap dolar AS.

baca juga

Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) juga mengalami pelemahan ke level 101,30, turun dari posisi sehari sebelumnya di 101,42. Penurunan indeks dolar tersebut menjadi salah satu faktor yang menopang penguatan mata uang di kawasan Asia, termasuk rupiah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tekanan Belum Reda, Rupiah Tembus Rp18.106 per Dolar AS

Tekanan Belum Reda, Rupiah Tembus Rp18.106 per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 09:30 WIB

Rupiah Jadi Prioritas, Bank Indonesia Optimalkan Instrumen Moneter untuk Jaga Stabilitas Ekonomi

Rupiah Jadi Prioritas, Bank Indonesia Optimalkan Instrumen Moneter untuk Jaga Stabilitas Ekonomi

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 08:35 WIB

Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur

Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02 WIB

Terkini

5 Kompor Portable Murah dengan Api Stabil, Praktis Buat Piknik dan Masak di Rumah

5 Kompor Portable Murah dengan Api Stabil, Praktis Buat Piknik dan Masak di Rumah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 14:15 WIB

Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG

Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:10 WIB

Sensasi Biksu: Pencucian Uang, Skandal Seks Hingga Sembunyikan 'Harta' Ratusan Miliar

Sensasi Biksu: Pencucian Uang, Skandal Seks Hingga Sembunyikan 'Harta' Ratusan Miliar

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 14:00 WIB

Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal

Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 13:56 WIB

Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru

Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!

Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

PSMS Medan Targetkan 3 Poin di Kandang Sumsel United

PSMS Medan Targetkan 3 Poin di Kandang Sumsel United

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 13:49 WIB

JK Kritik Penanganan Papua: Jangan Cuma Mengandalkan Operasi Keamanan!

JK Kritik Penanganan Papua: Jangan Cuma Mengandalkan Operasi Keamanan!

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 13:49 WIB

Kecantikan Makin Personal: Halal, Niche Fragrance hingga AI Jadi Tren Baru Industri Kecantikan

Kecantikan Makin Personal: Halal, Niche Fragrance hingga AI Jadi Tren Baru Industri Kecantikan

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 13:37 WIB

×