- Industri kecantikan global kini berfokus pada produk personal, keberlanjutan, dan pasar halal yang transparan.
- Cosmoprof Asia 2026 di Hong Kong akan diselenggarakan pada bulan November mendatang dengan berbagai pameran inovasi.
- Ajang pameran tersebut menargetkan lebih dari 78.000 pengunjung dan 2.900 peserta dari berbagai negara.
Suara.com - Dunia kecantikan sedang bergerak ke arah yang semakin personal. Konsumen kini tak lagi sekadar mencari produk dengan kemasan menarik atau klaim kecantikan yang terdengar menjanjikan.
Mereka mulai memperhatikan lebih banyak hal, mulai dari kandungan, proses produksi, aspek keberlanjutan, teknologi, hingga nilai yang dibawa sebuah produk.
Perubahan tersebut membuat industri kecantikan di Asia-Pasifik menjadi semakin dinamis. Salah satu perkembangan yang mencuri perhatian adalah menguatnya pasar kecantikan halal.
Halal perlahan tidak lagi dipandang semata sebagai kebutuhan konsumen Muslim, tetapi juga dikaitkan dengan transparansi bahan, kualitas, keamanan, dan kepercayaan.
Fenomena ini terasa relevan bagi Indonesia yang memiliki basis konsumen besar sekaligus industri kecantikan lokal yang terus berkembang.
Apalagi, mulai Oktober 2026, produk kosmetik dan perawatan kulit di Indonesia akan memasuki fase penerapan kewajiban sertifikasi halal.
Di sisi lain, konsumen juga semakin tertarik pada pengalaman kecantikan yang bersifat individual. Salah satunya terlihat dari popularitas wewangian niche. Parfum tidak lagi hanya dianggap sebagai pelengkap penampilan, melainkan bagian dari identitas dan cara seseorang mengekspresikan diri.
Tren tersebut menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian dalam Cosmoprof Asia 2026, yang akan berlangsung di Hong Kong pada November mendatang. Ajang ini mempertemukan pelaku industri dari berbagai bagian rantai nilai kecantikan, mulai dari bahan baku dan teknologi hingga produk jadi.
Dalam edisi ke-29, Cosmoprof Asia membawa kampanye global bertajuk “WANTED”. Kampanye tersebut mengangkat para sosok yang dianggap ikut mendorong arah baru industri kecantikan, bukan sekadar menampilkan produk.
“WANTED” dibangun melalui tiga karakter utama, yakni Rule-Breakers, Innovators, dan Fragrance Addicts. Ketiganya menggambarkan perubahan yang sedang terjadi di dunia beauty: keberanian mendobrak kebiasaan lama, perkembangan teknologi serta sains, dan meningkatnya ketertarikan terhadap dunia wewangian.
Pada kategori inovasi, perkembangan AI, formulasi, bahan baku, teknologi produksi, kemasan, dan keberlanjutan menjadi bagian dari pembicaraan. Teknologi membuat proses menciptakan produk kecantikan semakin kompleks sekaligus membuka kemungkinan baru.
Sementara itu, meningkatnya ketertarikan terhadap fragrance menunjukkan bahwa konsumen juga mencari pengalaman emosional. Eksplorasi aroma personal, parfum independen, hingga niche perfumery membuat wewangian berkembang menjadi salah satu kategori yang menarik perhatian industri.
Cosmoprof Asia 2026 sendiri akan digelar melalui dua lokasi. Cosmopack Asia berlangsung di AsiaWorld-Expo pada 10–12 November, sementara Cosmoprof Asia digelar di Hong Kong Convention and Exhibition Centre pada 11–13 November.
Penyelenggara memperkirakan lebih dari 78.000 pengunjung dan 2.900 peserta dari lebih dari 40 negara dan wilayah akan hadir.
Indonesia pun memiliki keterlibatan yang cukup panjang. Sejumlah perusahaan asal Indonesia telah berpartisipasi selama bertahun-tahun, termasuk Royal Korindah selama 20 tahun, PT Sung Shim International selama 11 tahun, serta Eyelashes Bio Takara selama 13 tahun.
Selain pameran, agenda tahun ini juga mencakup area niche fragrance, program hair and beauty, serta Beauty Ingredients & Formulation Asia Symposium yang membahas inovasi bahan, formulasi, tren wewangian, hingga teknologi kecantikan.
Pada akhirnya, arah industri beauty saat ini tampaknya semakin jelas: konsumen ingin produk yang bukan hanya membuat mereka terlihat lebih baik, tetapi juga terasa relevan dengan nilai, kebutuhan, dan gaya hidup mereka. Dari halal hingga fragrance, dari sains hingga teknologi, kecantikan sedang bergerak menuju era yang lebih sadar, personal, dan penuh eksplorasi.