Kecantikan Makin Personal: Halal, Niche Fragrance hingga AI Jadi Tren Baru Industri Kecantikan

Dinda Rachmawati

Minggu, 13 September 2026 | 13:37 WIB
Kecantikan Makin Personal: Halal, Niche Fragrance hingga AI Jadi Tren Baru Industri Kecantikan
Kecantikan Makin Personal: Halal, Niche Fragrance hingga AI Jadi Tren Baru Beauty (Instagram)
baca 10 detik
  • Industri kecantikan global kini berfokus pada produk personal, keberlanjutan, dan pasar halal yang transparan.
  • Cosmoprof Asia 2026 di Hong Kong akan diselenggarakan pada bulan November mendatang dengan berbagai pameran inovasi.
  • Ajang pameran tersebut menargetkan lebih dari 78.000 pengunjung dan 2.900 peserta dari berbagai negara.

Suara.com - Dunia kecantikan sedang bergerak ke arah yang semakin personal. Konsumen kini tak lagi sekadar mencari produk dengan kemasan menarik atau klaim kecantikan yang terdengar menjanjikan.

Mereka mulai memperhatikan lebih banyak hal, mulai dari kandungan, proses produksi, aspek keberlanjutan, teknologi, hingga nilai yang dibawa sebuah produk.

Perubahan tersebut membuat industri kecantikan di Asia-Pasifik menjadi semakin dinamis. Salah satu perkembangan yang mencuri perhatian adalah menguatnya pasar kecantikan halal.

Halal perlahan tidak lagi dipandang semata sebagai kebutuhan konsumen Muslim, tetapi juga dikaitkan dengan transparansi bahan, kualitas, keamanan, dan kepercayaan.

Fenomena ini terasa relevan bagi Indonesia yang memiliki basis konsumen besar sekaligus industri kecantikan lokal yang terus berkembang.

Apalagi, mulai Oktober 2026, produk kosmetik dan perawatan kulit di Indonesia akan memasuki fase penerapan kewajiban sertifikasi halal.

Di sisi lain, konsumen juga semakin tertarik pada pengalaman kecantikan yang bersifat individual. Salah satunya terlihat dari popularitas wewangian niche. Parfum tidak lagi hanya dianggap sebagai pelengkap penampilan, melainkan bagian dari identitas dan cara seseorang mengekspresikan diri.

Tren tersebut menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian dalam Cosmoprof Asia 2026, yang akan berlangsung di Hong Kong pada November mendatang. Ajang ini mempertemukan pelaku industri dari berbagai bagian rantai nilai kecantikan, mulai dari bahan baku dan teknologi hingga produk jadi.

Dalam edisi ke-29, Cosmoprof Asia membawa kampanye global bertajuk “WANTED”. Kampanye tersebut mengangkat para sosok yang dianggap ikut mendorong arah baru industri kecantikan, bukan sekadar menampilkan produk.

baca juga

“WANTED” dibangun melalui tiga karakter utama, yakni Rule-Breakers, Innovators, dan Fragrance Addicts. Ketiganya menggambarkan perubahan yang sedang terjadi di dunia beauty: keberanian mendobrak kebiasaan lama, perkembangan teknologi serta sains, dan meningkatnya ketertarikan terhadap dunia wewangian.

Pada kategori inovasi, perkembangan AI, formulasi, bahan baku, teknologi produksi, kemasan, dan keberlanjutan menjadi bagian dari pembicaraan. Teknologi membuat proses menciptakan produk kecantikan semakin kompleks sekaligus membuka kemungkinan baru.

Sementara itu, meningkatnya ketertarikan terhadap fragrance menunjukkan bahwa konsumen juga mencari pengalaman emosional. Eksplorasi aroma personal, parfum independen, hingga niche perfumery membuat wewangian berkembang menjadi salah satu kategori yang menarik perhatian industri.

Cosmoprof Asia 2026 sendiri akan digelar melalui dua lokasi. Cosmopack Asia berlangsung di AsiaWorld-Expo pada 10–12 November, sementara Cosmoprof Asia digelar di Hong Kong Convention and Exhibition Centre pada 11–13 November.

Penyelenggara memperkirakan lebih dari 78.000 pengunjung dan 2.900 peserta dari lebih dari 40 negara dan wilayah akan hadir.

Indonesia pun memiliki keterlibatan yang cukup panjang. Sejumlah perusahaan asal Indonesia telah berpartisipasi selama bertahun-tahun, termasuk Royal Korindah selama 20 tahun, PT Sung Shim International selama 11 tahun, serta Eyelashes Bio Takara selama 13 tahun.

Selain pameran, agenda tahun ini juga mencakup area niche fragrance, program hair and beauty, serta Beauty Ingredients & Formulation Asia Symposium yang membahas inovasi bahan, formulasi, tren wewangian, hingga teknologi kecantikan.

Pada akhirnya, arah industri beauty saat ini tampaknya semakin jelas: konsumen ingin produk yang bukan hanya membuat mereka terlihat lebih baik, tetapi juga terasa relevan dengan nilai, kebutuhan, dan gaya hidup mereka. Dari halal hingga fragrance, dari sains hingga teknologi, kecantikan sedang bergerak menuju era yang lebih sadar, personal, dan penuh eksplorasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tren Liburan Berubah, Wisatawan Kini Mencari Pengalaman Lokal yang Tak Terlupakan

Tren Liburan Berubah, Wisatawan Kini Mencari Pengalaman Lokal yang Tak Terlupakan

Lifestyle | Sabtu, 12 September 2026 | 14:17 WIB

Masa Depan Industri Kecantikan: Saat AI dan Analisis Kulit 3D Ubah Cara Klinik Gaet Pasien

Masa Depan Industri Kecantikan: Saat AI dan Analisis Kulit 3D Ubah Cara Klinik Gaet Pasien

Lifestyle | Sabtu, 12 September 2026 | 10:15 WIB

Dari Rutinitas ke Gaya Hidup, Skincare Kini Makin Dekat dengan Generasi Digital

Dari Rutinitas ke Gaya Hidup, Skincare Kini Makin Dekat dengan Generasi Digital

Lifestyle | Jum'at, 11 September 2026 | 11:52 WIB

Terkini

Regulasi Produk Tembakau Diperketat, Konsumen Pilih Berhenti atau Cari Alternatif?

Regulasi Produk Tembakau Diperketat, Konsumen Pilih Berhenti atau Cari Alternatif?

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:51 WIB

Shin Tae-yong Waspadai Java United, Ada Eks Persija yang Bisa Jadi Ancaman

Shin Tae-yong Waspadai Java United, Ada Eks Persija yang Bisa Jadi Ancaman

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:50 WIB

Jaga Mama Ya: Pesan Terakhir Mualim KM Virgo Sebelum Hilang di Laut Jawa

Jaga Mama Ya: Pesan Terakhir Mualim KM Virgo Sebelum Hilang di Laut Jawa

Jatim | Rabu, 16 September 2026 | 14:49 WIB

Antrean BBM Mengular di Sejumlah Daerah, Waspada Efek Domino Harga Sembako Naik

Antrean BBM Mengular di Sejumlah Daerah, Waspada Efek Domino Harga Sembako Naik

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:49 WIB

Fitch Pertahankan Rating INA di BBB, Outlook Masih Negatif

Fitch Pertahankan Rating INA di BBB, Outlook Masih Negatif

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 14:48 WIB

Rumus Keliling Trapesium, Lengkap dengan Contoh Soal

Rumus Keliling Trapesium, Lengkap dengan Contoh Soal

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 14:46 WIB

Kondisi Terkini Jay Idzes Usai Terancam Gagal Bela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Kondisi Terkini Jay Idzes Usai Terancam Gagal Bela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 14:41 WIB

7 Perbedaan Helm Modular dan Helm Full Face yang Perlu Diketahui Pengendara Motor

7 Perbedaan Helm Modular dan Helm Full Face yang Perlu Diketahui Pengendara Motor

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 14:41 WIB

TNI Perkuat Pengamanan dan Buru Kelompok OPM Pembunuh Sopir di Wamena

TNI Perkuat Pengamanan dan Buru Kelompok OPM Pembunuh Sopir di Wamena

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:40 WIB

Hasil Ekshumasi Sutrimo Sudah Keluar, Polda Metro Jaya Segera Umumkan Minggu Ini!

Hasil Ekshumasi Sutrimo Sudah Keluar, Polda Metro Jaya Segera Umumkan Minggu Ini!

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:40 WIB

×